
BAGGHH
Fidira menepuk bahu afkan "kenapa kau sangat takut pak boss? " Fidira beralih mencubit pipi afkan dengan ekspresi sangat gemas dan juga tawa.
"A-pa maksud mu?" Afkan benar benar bingung.
"Apa kau pikir aku akan menyuruh mu lompat.. Hahaha ternyata pak bos ku ini sangat lucu yaa... " Fidira kembali mencubit pipi afkan.
"Aww!!" Pekik nya mengelus pipi nya yg sudah memerah karena cubitan keras fidira.
Fidira mendudukan dirinya di sebuah bangku yg sudah mulai rusak. Menikmati pemandangan kota di malam hari.
Afkan pun mengikuti fidira dengan duduk di sampingnya.
Tiba tiba fidira berdiri...
"AAAAAAAAAA... DASARRR BRENGS*K"
BRRAAAKKK
BREENNKKK
Fidira mengumpat dan menendang tong dengan sangat keras hingga afkan tersentak sangat kaget.
"Eh kamu apa apaan sih!?" Pekik afkan yg tak kalah keras. Dengan reflek memeluk fidira erat.
"Hahaha... Lepasin saya pak bos" Fidira meronta ronta, afkan yg tersadar langsung melepas pelukannya.
"Apa maksud kamu teriak teriak kayak tadi? " Afkan mulai mengomel.
"Saya tu cuma ngasih contoh buat pak boss, kalo ada masalah... Mending ke sini trus teriakkk yanggg kencennngggg sampek puasss. Di jamin lega deh" Fidira dengan senyum manis nya.
"Hmm? "
"Coba dulu deh kalo gak percaya" Fidira bersedekap dada.
"BRENGS*K" Tiba tiba afkan mengumpat dengan keras di hadapan fidira, membuatnya mengerenyitkan dahinya.
"Ya madep sana to lah! " Fidira mendorong tubuh afkan menghadap arah tv besar yg terpajang di sebrang gedung. " Yakalee ngumpatin saya pak bos pak bos" Fidira manyun.
"Gimana caranya? " Afkan bertanya, karena malas menjelaskan fidira melenggang pergi meninggalkan afkan. "Ehh mau kemana kamu? " Panggilnya.
"Mau cari minum bentar... Auusss ni" Fidira semakin menjauh sampai hilang dari pandangan afkan.
"Huufftt" Afkan menghela nafass kasarr.
"Dasaarr!! "
__ADS_1
Afkan mendudukan dirinya kembali, mengusap kasar wajahnya.
"BRENGS*K"
Umpatnya kembali dengan nada yang sedikit putus asa.
" Kenapa.... KENAPAAAA? KENAPA SEMUA INI TERJADI SAMA GUEEE!! "
"KENAPA SEMUAAA INI HARUS TERJADI DI HIDUP GUEEE??.... DUNIA INI GAK ADIL"
"KENAPA HARUS GUEEE... KENAPAAA? INI SANGAT MENYAKITKAN... SANGATT MENYAKITKAN.... "
"ini terlalu sulit untuk akuu jalani ya tuhan" Afkan berteriak kencang seperti orang stres, mengeluarkan semua isi hatinya. Entah apa yg membuatnya seperti itu, biasanya afkan selalu dapat menahan dan menyimpan semua rasa sakitnya sendiri.
BRAKKK
BRUKK
BRANKKK
afkan menendang dan memukul semua barang barang yg ada di sana. Frustasi... Ya itu lah yg di rasakan afkan saat ini.
"MAAA BISA KAH KAU KEMBALI... AKU INGIN IKUT BERSAMA MU... AKUU RINDU DENGAN MU MAAA... JEMPUT AKUU.... aku menyayangimu..... I love you.. " Afkan berteriak teriak diikuti derai air mata yg telah membasahi pipi nya. Rasa rindu yg ia simpan selama ini, yg ia tutup rapat rapat dari semua orang, kini sudah tak bisa di bendung.
Air mata afkan terus bercucuran tak bisa dihentikan, seperti sudah banyak hal pait yg ia simpan dan pendam, menimbulkan luka yang mendalam di dalam hatinya.
Afkan mendongak menatap langit yg penuh dengan bintang malam itu, bulan pun juga terbentuk sempurna. Afkan tersenyum lalu mengusap kasar wajah nya, mengahapus semua air mata yg sempat mengalir tadi.
Tap tap tap...
Suara langkah kaki seseorang tidak membuat afkan terganggu di posisi duduknya dengan wajah yg menunduk.
Sebuah botoh air tergantung di depannya "apa sudah lebih baik? " Tanyanya menarik tangan afkan dan memberinya sebotol air.
Fidira ikut mendudukan dirinya disamping afkan. "Kenapa kau menyakiti dirimu pak boss? Dasarrr gak penyayang" Omel fidira dengan nada lebut menarik tangan afkan yg telah dipenuhi darah segar.
"Yaa... Kayak tadi sih boleh... Tpi jangan nyakitin diri sendiri donkk.. Kan jadi sakit.. " Fidira mengambil sesuatu di dalam saku hoodi nya, mengelap darah afkan dengan tisu yg telah di basahi air.
"Iissttt" Ringis afkan terasa perih.
"Sakit kan?.... Makanya jangan nonjok nonjok tu kursi... Keras lo itu.. Masak bisa hancur jadi kecil kecil gitu.. " Fidira tak henti hentinya mengomel namun dengan membersihkan darah afkan.
"Kamu tadi nguping? " Tanya afkan dengan suar sedikit sumbang, memandang gadis yg tengah bergelut dengan darah di jari-jarinya.
"Tidak... Saya cuma denger aja" Santai fidira tanpa berpindah tatapan dari jari-jari afkan.
Afkan tersenyum, hari ini terasa begitu menyakitkan baginya, namun dengan adanya fidira sekarang ia seperti mempunyai pengobat khusus untuk hatinya.
__ADS_1
"Jangan memandangku seperti itu pak bos... Nanti jatuh cinta lagi sama saya" Tiba tiba fidira mengatakan hal itu, walau ia tak menoleh sedikitpun, membuat afkan buru buru membuang muka.
Fidira terkekeh kecil melihat tingkah bosnya itu. Walau ia tidak bermaksud seperti itu, fidira hanya berniat membantu afkan untuk menemukan kehidupan yg ceria.
"Okeyy... Sudah bersihh... " Fidira memberanikan memandang afkan " Pleasee... Jangan di sakitin lagi ya pak bos... Kasian" Fidira meniup lembut jari afkan dan tersenyum.
"Huaahhh" Fidira menguap "ayo kita pulang pak bos... Diriku ini sudah mengantuk" Fidira beranjak bangkit namun terhenti karena afkan memegang tangannya..
"Saya masih ingin disini" Ucapnya menatap fidira lekat. "Tidurlah di sini" Afkan menepuk buhunya.
Fidira mengkerutkan dahinya "apa pak bos serius? " Terheran.
Afkan mengangguk, imuuttt itulah yg terlintas di pikiran fidira saat melihat pria yg biasanya dingin bertransformasi menjadi anak laki laki yg manja.
Hari telah berganti, fidira melakukan pekerjaan seperti biasa. Sikap cuek namun juga bar bar selalu menjadi andalannya.
"Fi... Minggu depan nonton ke stadion yukk! " Ajak ian sedikit memaksa.
Fidira tersenyum senang " Ke surabaya kan? "
Ian mengangguk mantap " Kita ajak tu 4 serangkai, toko di tutup aja sehari"usulnya
Fidira mengangguk "ahhh udah lama gue gak ke stadion... Kangeennn"
"Jangan alay" Ian menjitak kening fidira, membuat fidira bersuara keras "oiya.. Ajak suami mu juga! " Imbuh ian kembali.
Fidira mengkerutkan dahinya "lha trus.. Pak bos sama siapa? "
"Ya sama lo lah... Congoh banget lu ya" Ian terkekeh.
Fidira terdiam "truss.... Lo ama siapa? "
"Gue?... Gue mah gampang... Sendiri bisa gue , tenang ajaaa"
Fidira cemberutt
"Udah gak usah gitu mukanya hahaha" Ian terkekeh.
Drrrtttt Drrrrtttt
"Allo? "
..................
"Maksudnya? "
..................
__ADS_1
"APA? DIRUSAK? "