Perjanjian Cinta

Perjanjian Cinta
eps.22


__ADS_3

"Mau nga-ngapain ke rumah fidira pak?" tanya ian sontak kaget


"Ada urusan, besok kita beeangkat jam 7 pagi. Saya jemput di depan kantor. Kamu harus sudah siap." jawab afkan


"Siap pak, ada lagi?" tanya ian


"Enggak sekarang kamu boleh pergi, dan ingat jangan bari tau fidira!!" pinta afkan tegas


"Siap pak, permisi" jawab ian singkat dan segera keluar ruangan.


*ngapain ya? Pak bos cari fidira, nggak boleh bilang bilang lagi. Perasaan gua nggak enak ni* gumam ian dalam hati sambil menggaruk garuk kepala nya yg tidak gatal.


**


Pagi pun tiba, ian sudah berada di depan kantor, Afkan pun datang. Ian kaget melihat kedatangan afkan bersama dengan papa dan mama nya.


"Masuk" suara afkan dari dalam mobil.


Mereka berangkat ke sidoarjo rumah fidira. Selama perjalanan tidak banyak yg di bicarakan, hanya berbicara tentang fidira.


"Kamu ian? Temen deket nya fidira ya?" tanya mama afkan sambil menepuk pundak ian.


"Iya buk" jawab ian sambil tersenyum kikuk


"Ian kamu kata afkan udah kenal fidira lama, fidira tu orang nya kayak apa sih?" tanya papa afkan


"Menurut saya ya pak, fidira itu cewek baik,lucu,berprinsip,membela kebenaran dan pantang menyerah,pemberani,yaa walau kadang nyebelin, tapi marah sama dia lama lama tu nggak bisa. Bawaan nya pengen nanya mulu dan yg paling saya suka tu cantik nya alami tanpa make up,tomboy lagi. Huhhh" jawab ian menghayati sambil membayangkan wajah fidira


"Kamu terlalu bodoh afkan sudah mendapatkan gadis yg baik,malah kamu sia siain." kata papa afkan sambil menghela hafas kasar.


" afkan khilaf paa" jawab afkan singkat sambil terus mengemudi.


"Trus kita kemana ini? Masuk jalan mana?" tanya afkan setelah tiba di sidoarjo


"Kayak nya jalan depan ini deh, kita coba dulu aja pak!" jawab ian yakin


Afkan melajukan mobil nya pelan pelan memasuki suatu jalan yg cukup lebar, lumayan banyak kendaraan berlalu lalang. Ian terfokus dengan rumah berwarna hijau pandan yg berada di kiri jalan.


"Pak pak stop!! Disini" pinta ian mengagetkan afkan


" aduh!!!! Ngagetin aja kamu, ngapain disini?" tanya afkan geram


"Hehe maaf pak, kayak nya ini rumah nya deh. Liat tu fidira nongkrong di depan rumah" jelas ian dengan menunjuk rumah berwarna hijau pandan.


afkan langsung memakirkan mobilnya di halaman rumah fidira yg cukup luas itu. Terlihat fidira asik nongkrong bersama kawan kawan nya.


Dengan iseng afkan memencet bel


mobil nya.


Tiiinnnn (anggep aja suara bel mobil😅)


"Busettt ni orang ngapain sih?" teriak fidira dengan mengelus-elus dada nya yg hampir jantungan.


"Gila, kripik gua sampek tumpah" gumam silva teman fidira

__ADS_1


"Siapa sih?" tanya melati adik fidira


Afkan dan ian yg melihat kekaget an mereka tertawa tebahak bahak.


"Kalian!! Ini rumah orang lo yg sopan donkk.Udah udah ayok turun!!" ajak papa afkan


Afkan dan ian pun keluar mobil, fidira masih berdiri dengan kedua teman ngobrolnya itu. Saat fidira melihat


Ternyata afkan dan ian yg turun, fidira hanya bisa ternganga melihat mereka.


"Buset itu cowok ganteng banget" jelas silva melihat afkan tidak berkedip


"I-itu siapa ? Ganteng bener" jelas melati adik fidira


Afkan dan ian mendekat, fidira tidak percaya ian dan bos nya datang ke rumahnya. Lalu di ikuti papa dan mama afkan.


*Mampus gua*petik fidira dalam hati


"Assalammualaikum" salam ian dengan tersenyum manis dan mengedipkan satu mata nya kepada fidira.


"Walaikumsallam mas ganteng" jawab silva dan melati kompak


Fidira yg kaget langsung mendekat kepada ian dan afkan dengan tatapan sadis "kalian kenapa kesini sih?" bisik fidira kepada afkan dan ian.


Tidak berselang lama terdengar suara salam "assalammualaikum" salam papa dan mama afkan.


"Wa-allaikum-salam" jawab fidira terbata dengan tersenyum kikuk.lalu bersalaman.


"Mari masuk,pa ma" ajak fidira


"Galak bener lu fi" sahut ian menggoda lalu mengikuti fidira masuk .


silva dan melati segera menyusul ke dalam. Fidira mengedipkan salah satu mata nya kepada melati. Melati yg melihat menggangguk dan masuk kedalam.


"Papa sama mama kesini, tau alamat nya dari siapa?" tanya fidira sopan


"Temen kamu ian, dia tau banyak tentang kamu" jawab mama afkan seraya tersenyum


"Oiya ibu sama ayah kamu di mana?"tanya papa afkan


"Hmm..ibu tadi keluar kalo ayah udah nggak ada" jawab fidira seraya tersenyum


"Ohh maaf" jawab papa afkan merasa bersalah


"Nggak papa kok paaa" jawab fidira


Ditengah perbincangan mereka ada seorang ibu paru baya yg masuk ke dalam


"Ibukk!!"fidira yg kaget langsung berdiri


" siapa ini? Ada tamu ya?" tanya ibu fidira sambil bersalaman


"I-iya ini pak afkan bos fidira, ini ibu dan ayah nya pak bos dan dia ian" fidira mengenalkan mereka kepada ibu nya.


"Oo iya...saya ibu tria ibu nya fidira" jawab tria seraya tersenyum

__ADS_1


"Saya indra papa nya afkan dan ini istri saya nanda" kata papa afkan kepada ibu tria.


*ooo papa nya pak bos namanya indra gue baru tau sekarang. Dasar bege* petik dalam hati fidira.


"Buk bisa kami bicara sebentar?" tanya pak indra kepada bu tria.


*perasaan gua kok jadi nggak enak gini* batin fidira


"Iya pak soal apa? Silahkan bicara nggak usah sungkan sungkan" jelas bu tria


"Gini buk...saya sebagai papa nya afkan ingin anak ibu fidira menjadi pendamping hidup anak saya yaitu afkan dan menjadi menantu saya" jelas papa indra


"Apa!!!???" teriak fidira dan ian yg kaget tidak percaya bahkan melati dan silva juga ikut berteriak dengan membawa minuman. Sementara keluarga afkan dan ibu tria bingung melihat ke shok an mereka berempat.


Melati segera menaruh minuman yg di bawanya di meja tamu. "Mbk fidira udah mau nikah?" tanya melati yg tidak percaya


Belum sempat ada yg sempat menjawab tiba tiba afkan berdiri afkan mendekat ke arah fidira.


"Fi..maaf in aku ya kemarin aku sempat khilaf..bikin marah kamu. Maaf in aku ya?" pinta afkan yg berlutut di hadapan fidira sambil memegang kedua tangan fidira.


*ni pak bos otak nya kegeser pa gimana sih?* batin fidira


"Tolong maaf kan afkan ya fi?" pinta mama nanda


Fidira hanya mengangguk karena bingung harus bicara apa.


"Terima kasih fidira kamu sudah mau memaafkan nya" ucap mama nanda


"Hufff.... fi...?" panggil afkan dengan menghela hafas dalam


"Hmm?" jawab fidira cuek dan membuang muka


"Aku ingin kamu....berada di hidupku,menjalani hidup bersama dalam suka maupun duka,aku ingin kamu menjadi penyemangat di hidupku. Aku ingin kamu menjadi ibu dari anak anak ku. Fi......will you marry me?" ucap afkan membuat fidira melongo dan tidak bisa berucap.


Sedangkan melati dan silva berteriak histeris "what!!! So sweet!!"


Sedangkan ian menatap dengan perasaan campur aduk. Fidira menoleh kepada ian tatapan mata mereka bertemu. Ian tersenyum dan mengangguk pada fidira. Fidira terdiam sampai samoai suara afkan membuyarkan lamunannya.


"Will you marry me fidira seftiana?" kata kata itu kembali terucap dari mulut afkan dengan tatapan serius.


"Gimana fi?" tanya ibu tria menatap fidira sambil tersenyum.


"Hmmm eeeemm giamana ya?" ucap fidira bingung dan melepas tangan afkan.


"Fidira...papa mohon temani afkan di setiap langkah nya. Hanya ini yg papa ingin kan melihat anak papa satu satu nya menikah dengan gadis yg ia cintai dan terbaik untuk nya. Ini permintaan papa sebelum papa pergi." pinta papa indra memegang tangan fidira


Jangan lupa


vote


like


and


komen

__ADS_1


__ADS_2