Perjanjian Cinta

Perjanjian Cinta
69


__ADS_3

Afkan sedikit tersenyum menanggapi.


"Kau tau pak bos... Saya lebih suka pak bos yg cuek dan galak dari pada pak bos yg marah dan galau" Fidira tersenyum


"Galak sama marah apa bedanya? "


"Ya ada deh pokok nya, jadi pak bos gak boleh marah marah lagi" Fidira menghibur diri.


"Ck. Bisa aja! " Afkan menjitak kening fidira dan bangkit dari duduk nya.


"Haiss! Kumat deh tangan nya semrawut" Fidira mengusap keningnya.


Afkan beranjak melangkah pergi meninggalkan fidira. Namun....


"Pak bos!? " Panggil fidira membuatnya menoleh.


"Bolehkah saya meminta sesuatu? " Tanya nya dengan nada berharap.


Afkan hanya menaikkan sebelah alisnya.


"Bisakah.... Pak bos membuatkan saya toilet jongkok? " Tanpa malu fidira meminta secara terang terangan.


Afkan tersenyum dan berlalu ke kamarnya.


"Kacang lagi! " Gumam fidira menghentakkan kakinya.


***


Pukul 19.00 malam


Fidira dengan langkah letoy nya masuk ke dalam rumah. Hari ini adalah hari melelahkan bagi fidira, banyak jadwal meeting kesana-kemari hingga kerja lembur membuatnya sangat bosan dalam bekerja.


Fidira merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu. Bi inah datang dengan segelas air putih di nampan dan menaruhnya di atas meja depan fidira.


"Capek banget ya non? " Tanyanya berjalan ke dapur.


"Iya bi... Parah sih hari ini capek banget! " Fidira bangkit duduk dan meminum segelas air dengan cepat.

__ADS_1


"Fidira mandi dulu ya bi? " Pamit fidira diangguki oleh bi inah.


Fidira menyimpan tasnya di kamar dan mengambil pakaian ganti lalu menuju kamar mandi. Beberapa detik kemudian fidira tiba tiba keluar kamar mandi dengan mata yg berbinar binar, berbarengan dengan afkan yg baru masuk ke dalam rumah.


Mendapati afkan yg masih berada di depan pintu, tiba tiba...


Brukk


Fidira memeluk afkan erat hingga membuat afkan bingung sendiri. Bi inah yg menyaksikan tersenyum gembira.


"Eh apaan sih kamu? " Afkan melepas pelukan fidira.


"Aduh maaf... Sangking senengnya... MAKASIH PAK BOS. Udah di buatin toiletnya.... Jujur saya suuueneng banget! " Fidira yg sudah mulai dengan Senyumnya yg heboh.


"Hm.. "


"Makasih banyak boss" Fidira kembali ke kamar mandi dengan ceria.


Afkan menyinggung senyuman di bibirnya mengingat kejadian beberapa detik lalu. Bi inah yg menyadari afkan cengar-cengir sendiri, berniat menggodanya.


"Jarang di peluk ya den!? Sampek cengar cengir sendiri di situ! " Bi inah terkekeh.


"Bentar lagi! " Gumam bi inah senang.


Beberapa saat kemudian fidira keluar kamar mandi dengan senyum yg terus mengembang. Menghampiri bi inah yg menyiapkan makan malam.


"Seneng banget non? " Bi inah buka suara.


Fidira tertawa "keliatan banget ya bi?... Sangking senengnya ni bibir sampek gak bisa di turunin" Fidira menutup mulutnya.


"Bisa aja sih non! " Bi inah geleng geleng kepala.


"Tapi kapan pembuatan nya bi... Tadi pagi masih slow slow aja tu toilet! "


"Tadi... Non berangkat kerja para tukang nya dateng"


"Cepet ya"

__ADS_1


"Iya lah yg ngerjain 5 orang"


"Waduh!! Buset!! Buat gituan aja 5 orang... Parah sih! " Heboh fidira tidak percaya.


"Demi non itu mahh"


"Ehe... Fidira Ngrepotin banget ya bi? Haha" Fidira menyantap makanan yg telah diambilnya tadi.


________________________


Tok tok tok


"Masuk! "


"Siang bu bos" Sahila masuk ke ruangan fidira.


"Siang " Balas fidira tersenyum


"Ini laporan keuangan bulan ini" Menyerahkan beberapa dukomen.


"Nggak ke pak bos aja langsung? " Menerima dukomen


"Enggak, biasanya sih langsung pakek file. Tapi sama pak bos hari ini belum di cek. Jadi Nitip ke bu bos aja... Permisi dulu bu bos" Sahila pergi.


"Hek'eh"menatap kepergian sahila.


Tidak seperti biasanya yg langsung menyerahkan dokumen pada afkan, entah mengapa kali ini fidira sedikit kepo dengan dokumen tersebut.


Fidira membaca satu persatu dokumen pengeluaran dan pemasukan afkan bulan ini. *Besar juga*, pikirnya menatap banyak nya angka di dalam dokumen.


Sampai mata nya menyipit melihat salah satu harga barang yg di beli afkan. Fidira menjadi teringat sesuatu.


"Ini....?.....Wahh parahhh!! " Fidira menutup dokumen dengan tidak percaya.


Fidira segera bangkit dan membawa dokumen tersebut ke ruangan afkan, yg berada di depannya hanya saya terpisah oleh kaca dan pintu.


Tanpa mengetuk pintu fidira masuk begitu saja. Tiba tiba langkahnya terhenti menatap afkan yg tengah tertidur di kursinya dengan laptop yg masih menyala.

__ADS_1


*Makanya belum di cek. Orangnya aja molor* batin fidira bersedekap dada.


"Capek banget ni pasti! " Gumam nya menutup laptop afkan. Dan menumpuk beberapa dokumen yg berserakan.


__ADS_2