Perjanjian Cinta

Perjanjian Cinta
39


__ADS_3

"Yeyey... Model!! " Seru rafa


"Modal bego!! " Ucap nando dan jojo menyentil kening rafa.


"Cengo lo! " Sahut elma


"Jadi gess... Gue punya modal 50jt jadi kita mulai dari mana? " Ucap fidira terlihat senang.


"Tpi lo dapet duit dari mana fi? " Tanya elma serius


"Udah deh...ini tabungan gue. Jadi kita mau usaha apa? " Tanya fidira mengalihkan perhatian


"Beneran? " Tanya elma curiga


"Iya... " Ucap fidira merangkul elma


"Gimana kalo kita buat kayak cafe atau bakery gitu? " Usul jojo


"Lebih ke milenial aja! " Ucap nando


"Hmm jadi? " Tnya rafa tak membantu


"Gini aja deh... Kita buat cafe... Tpi juga jual bakery. Gimana? " Usul fidira


"Emang bisa kita buat coffe yg latte latte gitu? " Tnya elma tak yakin


"Gak bisa! " Jawab mereka kompak.


"Atau kita sewa orang" Usul rafa.


"Tpi modal kita cuma 50jt lo... Buat bayar ruko nya aja banyak! " Jelas fidira

__ADS_1


"Atau gini aja... Kita buat menu yg bisa kita buat! " Usul nando


"Naaa betul tu! Jadi karyawan nya kita aja! " Jawab fidira


"Tpi lo kerja fi? " Ucap jojo


"Ya kan kalian ada... Jadi kalian yg urus.. Gue cari duit" Ucap fidira yakin.


"Oke sipp... Besok kita cari ruko yg murah murah... Yg banyak orang berlalu lalang! " Ucap rafa


"Trus kita buat yg menarik, kita lukis aja... Nggak usah di cat" Usul jojo


"Oke deal? " Ucap fidira


"Deal! " Ucap mereka bersamaan lalu memeluk satu sama lain.


Pukul 22.00 malam, suara motor fidira baru saja masuk parkiran rumahnya.


Saat akan melangkahkan kaki nya ke dalam rumah.


Tiba tiba listrik padam


"Yahh mati! Nggak kelihatan lagi" Gumam fidira kesal


Fidira mulai merogoh saku celananya dan menambil ponsel dan menylakan senter ponselnya.


Tok tok tok


"Pak boss.. Pak boss! " Panggil fidira dari luar


"Kok di kunci sih? Tumben banget! " Gumam fidira

__ADS_1


"Pak boss! " Ucap fidira menaikan satu oktav suara nya.


*harus pakek jurus andalan ni*batin fidira


"PAK...... eee" Teriakan fidira berhenti


"Apa? " Ucap afkan membuka pintu dengan membawa senter ponselnya.


"Lama banget! " Ucap fidira cemberut masuk ke dalam rumah.


"Kamu dari mana? " Tanya afkan menutup pintu.


"Dari base camp. Yaallah. . . Gelap banget!!" Keluh fidira merebahkan tubuh nya di sofa dan mulai memejamkan matanya.


Afkan kembali duduk di meja makan dengan laptop yg masih menyala.


Pukul 23.00 listrik sudah menyala kembali. Mata afkan pun mulai lelah, afkan menutup laptop nya dan bergegas pergi ke atas.


Saat melewati ruang tamu terlihat fidira telah terlelap dengan senter ponsel yg masih menyala. Tanpa peduli afkan menuju kamar nya dan langsung merebahkan tubuh nya di kasur.


Entah mengapa mata afkan tidak mau terpejam padahal dia merasa sangat lelah. Ada satu hal yg mengganggu pikirannya.


Afkan kembali menuruni tangga, terlihat fidira tertidur dengan pulasnya. Afkan mendekat pada fidira, terlihat jelas senyum tipis terukir di wajah dinginnya.


Afkan mematikan senter ponsel fidira, dan mengangkat tubuh fidira ke kamarnya.


"Berat juga kamu! " Gumam afkan merebahkan tubuh fidira di ranjang dan menutupi tubuh fidira dengan selimut.


Afkan terus memandangi wajah fidira menyeka rambut yg menutupi wajahnya. Afkan memandangi wajah fidira cukup lekat, tanpa di sadari kedua ujung bibir afkan melengkung sempurna.


Afkan bangkit,,,,,,melihat setiap sudut kamar fidira sampai pandangannya terhenti di meja computer. Afkan mendekat menatap sebuah figura kecil yg terpajang diatas meja.

__ADS_1


senyuman mengembang terukir di wajah afkan saat melihat foto fidira, ian dan dirinya saat di bandara singapura.


"Ada ada aja! " Ucap lirih afkan menoleh pada fidira yg tertidur pulas lalu pergi.


__ADS_2