Perjanjian Cinta

Perjanjian Cinta
61


__ADS_3

Afkan hanya menonton gadis cerewet ini di depannya sedangkan bi inah menyimak sambil makan.


"Upss!!!" fidira melotot saat membuka isi paket tersebut yg ternyata berisi high heels berwarna putih bersih.


"Whatt!? Ini siapa yg ngirim gess yaampun...seorang fidira di kasih apa ini namanya...sendal jinjit kayak gini..yakalee ni orang. Ngasih tu sepatu atau uang aja lah!" fidira berbicara banyak di depan layar ponselnya sembari memperlihatkan heels nya itu.


Banyak komentar masuk di live ig fidira.


'Wahhh sweet banget!!'


'Parah sih kak itu'


'Itu kan yg limitidedition'


'Itu harganya mahal lo kak! Kisaran 10jt lo'


'Mungkin itu dari pacar kakak tapi dibuat supries gitu''


Komentar para penggemar fidira di live ig nya.


"Ya kalee sendal beginian 10jt, gak percaya gue...dan nggak mungkin dari pacar gue...mentang mentang punya pacar...." curhat fidira kepada fans fans nya. "yaudah gess makasih udah temenin akyu unbooxing ni kotak...gue bakal cari tau siapa yg ngirim..."


'Kalo udah tau di apain kak sepatunya?' komentar masuk


"Kalo ketemu..mungkin gue bakal balikin sih...soalnya pasti nggak kepakek sama akyu"


'Yahh sayang banget kak'


'Aaakuu maauuu'


'Mending kasih ke akyu kak'

__ADS_1


"Hehe yaudah gess byeee" fidira menutup live ig nya.


"Masak beginian aja 10jt yakalee" gumam fidira memasukan hells tersebut di kotaknya.


"Ngapain gitu banget liatnya?" sewot fidira yg merasa afkan menatapnya sedari tadi.


"Mau kamu bawa kemana itu?" tanyanya dengan nada datar.


"Mau saya balikin ke yg punya" fidira melanjutkan makan.


"emang harus gitu ya non kalo mau buka sesuatu" Tanya bi inah yg ingin tau


"Enggak juga bi... Ini buat konten aja biar lebih seru" Jalas fidira tersenyum


"Emang terlalu alay dia bi" Sahut afkan menatap tidak suka.


"Enggak alay bi cuman pak bos aja yg kurang update" Fidira yg tak mau kalah.


"Gak update"


"Alay"


"Gak update"


Adu mulut kembali terjadi antara fidira dan afkan. Bi inah hanya bisa diam dan menahan pusing sebagai penonton.


"STOP!! " bentak bi inah membuat afkan dan fidira berhenti dan menoleh.


"Liat itu... Katung kreseknya berair" Ucap bi inah menujuk sebuah kantong kresek yg berada di atas meja.


"Yah yah... Yahhh... Aaa pak boss... Jadi leleh kan" Omel Fidira mengangkat boox ponsel yg sedikit basah.

__ADS_1


"Kamu sih nggak bilang ada ice cream nya" Omel afkan yg membersihkan air dari lelehan ice cream di meja.


"Masak dari tadi nggak di buka sih!? " Omel fidira


"Enggak" Sewot afkan.


"Liat ice crem nya udah leleh gak bisa di makan lagi kannn.... Mahal lo itu! " Fidira terus mengomel.


"Huttsss! Diem! Emang berapa sih ice cream begituan? "


"Lima ribu" Fidira cemberut


" Pelit banget" Gumam afkan.


"Saya denger lo pak boss! "


"Kok ada ice cream di situ non? " Tanya bi inah.


"Ya itu tu tanda permintaan maaf saya ke pak bos... Malah cairr dan ini gantinya hp" Fidira meletakkan boox ponsel di samping afkan.


"Tpi kok ada ice cream nya segala?" afkan terheran heran.


"Katanya pak bos suka ice cream vanilla"


"Kata siapa? "


"Bi inah"


Afkan menatap bi inah dengan tajam,membuat bi inah menujukan deretan giginya yg beberapa ada yg ompong.


"Liat nya biasa aja" Sindir fidira membuat afkan menghentikan tatapannya pada bi inah.

__ADS_1


__ADS_2