
Drrrtttt drrrtt
Ponsel fidira bergetar.
"Hp lo fi...!" ucap rafa menunjuk ponsel yg tergeletak di atas meja.
"Siapa?" tanya fidira.
"Tulisannya sih.....pak bosss galak" jelas rafa sedikit heran.
"Ooo...emm...tolong angkatin!" suruh fidira mendekat dan memperlihatkan kedua tangan nya yg penuh dengan cat.
Rafa menggeser tanda hijau ke atas. Lalu menempelkan ponsel pada telinga fidira.
"Hmm?"
"Hallo fi...berkas buat meeting hari ini kamu taruh mana?" tanya afkan dari sebrang telepon.
"Berkas yg mana?" tanya fidira sedikit bingung.
"Berkas hari ini....!" ucap afkan
"Hmm...perasaan hari ini gak ada meeting deh" ucap fidira mengingat ingat.
"Yg di tunda minggu kemarin!" jelas afkan.
"Ooo....tak taruh...di...laci nomer 2 dari bawah....cari aja di situ!" ucap fidira
Tut..
"Lah...mati" gumam fidira menatap rafa.
"Udah?" tanya rafa diangguki oleh fidira.
"Kok nama suami lo gitu sih fi?" tanya rafa heran.
"Anggep aja kesayangan" jawab fidira cengengesan.
***
Pukul 15.00 sore
Sebuah motor sport hijau berada di depan gerbang rumah fidira.
"Mampir dulu! " Ajak fidira turun dari motor.
"Gak usah lah! " Tolak ian.
"Please!... Lo kan belum liat rumah gue yg estetik ini" Ucap fidira manyun.
"Yaudah yaudah gue pengen liat se estetik apa sih rumah bu bos gue" Ucap ian tersenyum.
"Parkir sana! " Perintah fidira menunjuk garasi rumahnya.
Fidira menekan gagang pintu namun tidak kunjung terbuka.
"Lah... Ni pintu kenapa? " Gumamnya menekan nekan gagang pintu.
"Gak bisa? " Tanya ian yg mulai mendekat.
"Tau ni... Kok susah ya? " Ucap fidira yg mulai kesal.
"Di kunci ini fi.. " Jelas ian membuat fidira mengingat sesuatu.
"Yah... Yah... Gue lupa... Yg nyuruh ngunci aja gue! " Ucap fidira tepok jidat.
"Truss? " Tanya ian.
"Masa kita susulin ke kantor sih? Apa kata orang orang nanti.. Kalo tau kita bolos! " Ucap fidira berfikir keras.
"Bolos? Emang sekolah? " Ucap ian cengengesan begitu pula dengan fidira.
"Hufff....bentar bentar" ucap fidira merogoh ponselnya.
Tut...tut....tut....
"Hallo pak bos" ucap fidira ceria.
"Hm?" jawab afkan dingin
__ADS_1
"Pak bos pulang jam berapa nanti?" tanya fidira
"Hmm...mungki lembur sampek jam 6 sore. Kenapa?" tanya afkan balik
"Gak papa sih...yaudah"
Tut...
Fidira memutus sambungan telepon.
"Hm...aneh makin hari" gumam afkan heran dengan sikap fidira hari ini.
................
"Jalan yukk!!" ajak fidira memasukan ponselnya ke saku.
"Yahh....gak jadi liat rumah lo ni? " ucap manyun ian.
"Haiisss...kuncinya kali bang...ya kale kita nungguin pak bos sampek jam 6" ucap fidira bingung sendiri.
"Mau kemana ni?" tanya ian.
"Tau!! Yg penting jalan aja..ngabisin bensin lo" ucap fidira tertawa sambil menarik tangan ian.
Akhirnya fidira dan ian berjalan jalan muter muter tanpa tujuan.
Pukul 18.00 sore
Mobil afkan memasuki garasi rumah. Terlihat rumah masih gelap tidak ada tanda kehidupan di sana.
"Masak belum pulang sih?" gumam afkan keluar mobil.
Afkan teringat sesuatu saat berada di depan pintu rumahnya.
"Hm..jelas belum pulang...mana bisa dia masuk" gumam afkan masuk rumah.
Pukul 18.30 malam
Motor sport hijau masuk ke garasi rumah afkan.
"Mampir kuy!! Kita makan mie bareng!!" ajak fidira diangguki oleh ian.
"Assalammuallaikum" ucap fidira dan ian bersamaan.
"Waallaikumssalam" ucap fidira tersenyum.
"Hmm...emang estetik rumah lo fi!" ucap ian duduk di sofa ruang tamu.
"Hehehe...punya pak bos ini mahh" ucap fidira berjalan menuju dapur.
"Oe...yan..lo makan mie gak?.langka lo ini...buat sendiri!!" suruh fidira dari dapur.
"Iya iya" ucap ian berjalan menuju dapur.
Fidira dan ian memasak mie dan juga bercengkrama di dapur.
"Yey...ayo kita makan!!" ucap fidira bersemangat membawa mangkuk di meja makan.
"Pak bos mana? Nggak sekalian makan?" tanya ian duduk di meja makan.
"Hm..pak bos pasti udah makan!" ucap fidira yakin.
"Siapa bilang?"suara seseorang tiba tiba membuat fidira tersedak.
Ukhuk...ukhuk...
" aduh....pak bos ngagetin deh" ucap fidira meneguk air.
"Hm" ucap dingin afkan mengambil air dari kulkas.
"Makan bos?" tawar ian sedikit malu.
"Hmmm...kamu aja!!" ucap afkan menggeleng
"Tu kan di bilangin...pak bos itu udah kenyang...dia gak bakal makan...soalnya takut gendutan" sindir fidira menikmati mie kuah pedasnya.
"Husstt" bisik ian menatap fidira, fidira malah memanyunkan bibirnya.
Afkan kembali ke atas, fidira menikmati mie nya tanpa dosa sedangkan ian merasa tidak enak.
__ADS_1
"Sans!! Aja kale yaann...kayak baru aja lo" ucap fidira menyruput kuah mie pedasnya.
"Yaa.. Tetep aja fi sekarang bos afkan udah jadi suami lo!! Lo harus jadi istri yg baik juga donk!" jelas ian panjang lebar.
"Kok tiba tiba mual gue denger ceramah lo yg tumben banget!" ejek fidira tertawa.
"Ngeri kan? Eaaa" sahut ian yg juga ikut tertawa.
"Btw gue udah tau hubungan lo sama pak bos dari elma" jelas ian dengan nada yg sedikit berbeda.
"Trus?" tanya fidira tanpa dosa
"Lah...fi...inget nikah tu sekali seumur hidup. Jadi jangan maen maen....apalagi soal pernikahan" jelas ian membuat fidira menatap lekat ian.
"Gini ya yan...gue tau kalo bisa nikah sekali seumur hidup. Gue tau yg gue lakuin ini gak bener dan dosa. Dan menurut gue jika gue sama pak bos berjodoh mungkin 1 tahun kemudian kita nggak akan pernah lepas" jelas fidira panjang lebar membuat ian tersenyum manis mendengarnya.
"Yaa...di dunia ini gak ada yg gak mungkin kan?....udah deh kita nggak usah pikirin itu...yg jelas gue bakal jalanin yg ada dulu untuk kedepannya sih gue pasrah!" jelas fidira kembali menyruput kuah pedasnya.
"Ternyata lo dewasa fi....andai lo jadi milik gue!" gumam ian.
"Hm?" tanya fidira yg tidak terlalu mendengar.
"A-pa...gak ada!" jawab ian panik seketika.
Fidira dan ian menikmati mie pedas dengan canda tawa dan juga suara kepedaasan yg haqiqi.
Afkan yg ternyata sedari tadi mendengar pembicaraan antara fidira dan ian merasa bersalah telah menyeret fidira dalam kehidupanya.
"Sorry" ucap lirih afkan
"Cuci mangkok nya yan..gue gak bakal nyuci in punya lo!" jelas fidira menyuci mangkok bekas mie nya.
"Siap boss" ucap ian juga mencuci mangkok.
"Mabar kuy!!" ajak fidira bersemangat.
"Gass!!" jawab ian yg tak kalah semangatnya.
Pukul 19.30 malam ian dan fidira masih asik mabar di ruang tamu,dengan berbagai snack yg berserakan.
Afkan yg baru turun dari atas hanya geleng geleng kepala melihat rumah nya yg berantakan.
"Cepet!! End...woy!!" teriak heboh fidira
'Victory' terdengar suara ponsel yg di pegangnya.
"Yessss!!" teriak fidira dan ian berpelukan lalu mengangkat kedua tangan mereka.
"Yaampun masak dari tadi baru 2 match" keluh fidira bersender di sofa.
"Gila sih..baru kali ini kita mabar sampek 1 jam baru menang" sahut ian juga menyenderkan kepalanya di sofa.
"Batrei gua abiss tinggal 5% ni...untung menang" keluh fidira bar bar.
"Sama...gue masih 10%" ucap ian cengengesan.
"Bentar bentar....jajan ny udah abis ni?" tanya fidira merogohi setiap bungkus snack yg berserakan.
"Yaampun fi....kita buat rumah ni kayak apa?!" seru ian menyadari bahwa ruang tamu yg mereka tempati seperti kapal pecah.
"Waduh!! Bisa di makan mentah gue sama pak bos....semoga dia gak liat" ucap fidira segera mengambil bungkus snack sedangkan ian mencari sapu.
"Sapu lo mana sih fi?" tany ian pnik sendiri.
"Tenang tenang! Pak bos belum tu...." ucapan fidira terhenti saat mendapati afkan yg duduk di meja makan menyaksikan kepanikan mereka sembari mengupas apel.
"Hehe...pak bos...kok disini?" ucap fidira cengo.
"Emang gak boleh?" ketus afkan menikmati apel.
"Mampus gue!" gumam fidira memukul pelan kepala nya.
Fidira bergegas mengambil menyapu lantai yg sangat kotor begitu juga ian.
"Hufff...udah fi...gue balik dulu" bisik ian diangguki fidira.
"Pak boss...saya pamit pulang dulu! Assalammuallaikum!" pamit ian keluar dari rumah di ikuti oleh fidira.
"Waallaikumssalam" jawab afkan yg memperhatikan fidira dan ian dari dalam rumah.
__ADS_1
Motor sport hijau ian telah meninggalkan pekarangan rumah afkan,fidira tampak melambaikan tangan dengan senyuman.