Perjanjian Cinta

Perjanjian Cinta
45


__ADS_3

***


Di mobil.


"Kemana sih tu bocah?" gumam afkan menengok ke luar kaca mobil.


Beberapa saat kemudian terlihat fidira menengok ke kanan dan kiri seperti orang kebingungan.


Afkan yg melihat langsung memencet klakson mobilnya. Fidira yg menyadari langsung berlari menuju mobil dan masuk ke dalam.


"Kemana aja?" tanya afkan mulai melajukan mobilnya.


"Yaelah....salah pak bos sih...masak saya ditinggal sendiri? Jadi bingung kan saya...jalan nya aja beliku liku kok e. Untuk saya punya insting yg bagus" jelas fidira panjang lebar.


"Hmm" ucap dingin afkan fokus dengan kemudinya.


"Lagian pak bos ngapain sih maen tinggal aja?" ucap fidira menatap afkan tajam.


"Hm" jawab afkan dingin.


"Ham...hemm...hamm...hemm..teruss" ucap fidira manyun.


Setelah perbincangan terkahir...suasana menjadi hening.


Ting


Ponsel fidira berbunyi. Fidira bergegas memeriksa dan melirik afkan.


"Pak boss" panggil fidira manja


Afkan hanya diam.


"Pak bos!!" ucap fidira kembali.


"Hm?" tanya afkan melirik fidira.


"Hm....hari ini saya....ijin ya...gak kerja?" izin fidira lembut.


"Kenapa?" tanya afkan yg kambali melirik fidira.


"Please!....ya ya ya...boleh...sehari ini aja" pinta fidira menyatukan kedua telapak tangan nya memohon.


"Tapi besok lembur" ucap afkan


"Lah...kok gitu sih....sehari doank kok..ya ya ya?" ucap fidira memohon.


"Mau jalan sama ian kan?" tanya afkan membuat fidira melotot.

__ADS_1


"Hm?...kok tau?" tanya fidira menyelidik.


"Yaa dia hari ini juga minta libur dan kalo libur cuma buat jalan jalan...kerjanya harus nambah" ucap afkan


"Heh...yaudah deh besok lembur...tpi hari ini izin ya?" ucap fidira menaikturunkan alisnya dan diangguki oleh afkan.


"Deall" ucap fidira terlihat sangat senang. Afkan yg sekilas melirik tersenyum simpul.


Beberapa saat kemuadian mobil afkan di sebuah pasar mall besar.


"Kok berhenti?" tanya fidira menatap kanan dan kiri.


"Kamu nggak inget?" tanya afkan menoleh pada fidira.


"Hmm?...kenapa nggak di pasar tradisional aja?" tanya fidira


"Emang kenapa?" tanya afkan heran


"Yaa...kita bisa dapet harga lebih murah dan pastinya bisa membantu para penjual mendapat penghasilan kecil" jelas fidira panjang lebar.


"Ooo" ucap afkan kembali melajukan mobilnya.


"Di pasar deket kos an saya dulu aja pak bos...lumayan lah bisa nawar nanti" ucap fidira bersemangat.


"Emang kamu bisa nawar?" tanya afkan menaikan sebelah alisnya.


"Ni...tulis yg habis" ucap afkan memberi selembar kertas.


"Bolpen nya mana?" tanya fidira memandang setiap penjuru mobil.


"Hmm..gak bawa" ucap afkan santai.


"Lah..gitu kasih kertas...." ucap kesal fidira.


"Apa aja yg habis? Biar saya tulis di hp" jelas fidira.


Afkan menyebutkan bahan bahan dapur yg habis sedangkan fidira mencatat di ponselnya. Tidak terasa mobil afkan sudah terparkir di depan pasar tradisional.


"Ayo..kita belanja!" ucap fidira keluar mobil dengan bersemangat. Afkan tersenyum sipul melihat tingkah fidira.


Hari ini pasar terlihat sangat ramai,para pengunjung sibuk dengan pekerjaan masing masing.


Fidira dan afkan berjalan beriringan,tanpa disadari banyak para pengunjung pasar menatap aneh mereka.


"Emm..orang orang kok gitu sih liatnya? Ada yg aneh ya?" bisik fidira kepada afkan.


"Perasaan kamu aja!" ucap afkan tidak peduli.

__ADS_1


Fidira terus menatap para pengunjung yg juga menatap nya dengan tatapan yg susah diartikan.


Sampai fidira menyadari sesuatu...


"Hah? Yaampun...gila gue" ucap fidira menutup mulutnya.


"Kenapa?" tanya afkan melihat tingkah aneh fidira.


"Pak bos...saya tau kenapa mereka kek gitu" bisik fidira membuat afkan menaikan salah satu alisnya.


"Pakaian saya" bisik fidira menunjuk diri nya.


Afkan melihat fidira yg masih menggunakan handuk kimono mandi sepahanya.


Fidira terlihat sangat malu,afkan bergegas menarik fidira menuju toilet.


"Tunggu sini!" ucap afkan mendapat anggukan dari fidira.


10mnt kemudian afkan belum juga kembali.


"Yaampun...pak bos kemana sih? Masak gue di tinggal di sini" gumam kesal fidira.


Beberapa saat kemudian afkan datang dengan membawa kantung kresek.


"Ni...cepet pakek!!" ucap afkan memberikan sebuah kantung kresek.


Fidira segera masuk ke toilet setelah menerima kantung kresek. Sedangkan afkan menunggu di luar toilet.


5mnt kemudian fidira keluar dari toilet dengan menatap tajam afkan.


"Kenapa? Kok ngeliat nya gitu?" tanya afkan heran.


"Yaelah pak bos..nggak peka banget jadi cowok...!!! Nanya lagi" ucap fidira yg tiba tiba ngegas.


"Lah...kamu kenapa sih?" tanya afkan heran.


"Aduhh...liat! Masa di beli in baju kek gini!" ucap fidira menujuk pada dirinya.


Rupanya afkan tadi membeli celana training dan kaos pria yg berukuran sangat besar.


"Ada yg salah?" tanya afkan mulai berjalan.


"Saya kan cewek!! Ya kalo beli in tu...yg cewek dikit lah" ucap fidira kesal mengikuti afkan.


"Saya bisa terima kalo disuruh pakek beginian tpi ya kira kira donk ukurannya...di sama in aja kayak pak bos" omel fidira di sepanjang jalan.


Afkan hanya tersenyum tipis,sesekali melirik fidira yg ngomel ngomel sendiri sepanjang mereka berjalan.

__ADS_1


__ADS_2