Perjanjian Cinta

Perjanjian Cinta
70


__ADS_3

Saat fidira membereskan dokumen di atas meja afkan. Tiba tiba afkan terbangun, mengerjap pelan,mendapati seorang wanita yg tengah berdiri merapikan dokumennya.


"Pak bos sudah bangun? " Tanya fidira menyadari afkan yg terbangun.


"Ngapain kamu di sini? " Tanya afkan dengan suara khas bangun tidur.


"Saya hanya sedikit membereskan ini, dan sebenernya tujuan utama saya memberikan dokumen ini" Fidira menyerahkan map berisi dokumen keuangan.


"Kenapa kamu yg bawa? Biasanya sahila sudah mengirim file nya? " Afkan menerima map dengan heran.


"Dia tadi bilang sudah kirim, tapi pak bos belum cek. Dan ini kan udah waktunya pulang... Jadi harus gercep" Fidira menjelaskan panjang lebar.


Afkan mengangguk.


"Emm... Pak bos! " Panggil fidira.


"Hm? "


"Ternyata pengeluaran pak bos banyak banget ya? " Fidira sedikit basa basi.


"Memang kenapa? Kamu baca dokumen nya?"


"Hehe iya sih....maaf buka buka dokumen. BTW Emm... Terima kasih" Fidira tersenyum


"Hm..Untuk? " Afkan masih di buat bingung dengan sikap fidira.


"Saya udah tau siapa yg ngirim heels waktu itu! Yang katanya 10jt harganya! Dan Terima kasih buat yg udah ngasih... Itu harga kado yg belum pernah saya terima sama sekali. Dan BTW nggak jadi tak kembalikan. TERIMA KASIH" Fidira tersenyum lembut membuat afkan pangling.


"Emm.. Yaudah pak bos saya balik dulu. Hehe"


Fidira dengan langkah cepat keluar dari ruangan afkan. Senyuman tipis nan manis mengembang di kedua sudut bibir afkan, dia sadar bahwa fidira telah berterima kasih atas kado mewah yg telah di berikannya beberapa hari lalu.


"Terlalu alay gak sih kata kata gue tadi? " Fidira merenung di meja kerjanya.


"Jangan di ulang lagi fii kata kata lo alay plus garing tau gak" Omelnya pada dirinya sendiri.


__________________________________


Drrttt drttt


Ponsel fidira berdering, fidira menggeser tombol hijau ke atas.


"Hallo? "

__ADS_1


.....


"BESOK!? "


.....


"iya, nanti fidira kesana"


......


"Byee"


Tut


"Siapa? " Tanya ian menghabiskan kuah mie nya.


"Biasalah" Fidira kembali menikmati mie kuah pedasnya.


"Siapa? Pak bos? Jojo? Apa.. Mertua lo? " Ian memberi banyak pilihan.


"Yg terakhir" Fidira mengayunkan jari telunjuknya.


"Ngapain? "


"Nanti bantet kayak yg lo buat untuk gue... Yg gak bisa di potong itu" Ian tertawa terbahak bahak.mengingat masa lalu, dimana fidira membuatkannya kue sekeras batu.


Fidira menatap tajam ian, sekejap tawa ian berhenti dan hilang bak di telan bumi.


"Ya coba aja lagi, mungkin kali ini bisa" Ian menyemangati.


"Pasrah deh" Mencebikan bibirnya.


__________________________________


Pukul 13.00 siang


Seorang pria tengah bergelut dengan banyak dokumen, jari-jarinya tanpa rasa lelah masih menari - nari di atas laptop.


Drrttt drrtt


Suara Getaran ponsel yg sudah berbunyi beberapa kali,membuatnya terganggu dan menghentikan aktivitasnya.


"Huuffff" Menghela nafas dalam.

__ADS_1


"Hallo pa? "


.....


"Langsung ke intinya aja!"


......


"Gak bisa afkan sibuk"


......


"Gak bisa pa... Terserah! "


Tut


Afkan dengan cepat memutuskan sambungan telpon dari papa indra, dan fokus kembali bekerja.


Afkan memang sangat giat bekerja bahkan tak ada waktu untuk keluarganya maupun untuk sekedar memanjakan dirinya.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat afkan menoleh, mendapati seorang gadis dengan senyum bodoh mengintip menungulkan kepalanya.


Afkan yg cuek hanya melirik dan fokus kembali bekerja.


"Kacangin niii" Fidira menerobos masuk dan mendudukkan tubuhnya di sofa.


"Langsung aja! " Afkan menyaut tanpa mengalihkan pandanganya dari laptop.


"Besok sibuk gak sih bos? Besok kan week~" Fidira bertanya basa basi.


"Sibuk" Afkan menjawab singkat dan menyrobot


*Dasar!!! Kalo gak di suruh gak sudi saya ngajak pak bos*Batin fidira menghela nafas kasar.


"Yaudah" Fidira bangkit dan melenggang pergi meninggalkan ruangan afkan tanpa berpamitan.


Afkan menatap kepergian fidira.


Mendengar perkataan fidira tadi, pikiran afkan menjadi terganggu dan penasaran dengan apa yg ingin di bicarakan fidira. Kerja pun tak sefokus yg tadi.


*Jadi penasaran!! *Batin afkan memijat pelan kepalanya yg sedikit pusing.

__ADS_1


__ADS_2