Perjanjian Cinta

Perjanjian Cinta
44


__ADS_3

Tanpa berpikir panjang afkan menggendong fidira dan membawanya turun. Fidira seketika melotot merasa tubuhnya melayang.


"Pak bos...lepasin!!" ucap fidira, afkan hanya diam.


"Pak boss!! Apaan sih!?...lepasin!!" ucap fidira meronta ronta namun afkan hanya melanjutkan jalannya.


"Pak boss....mal..." ucapan fidira terhenti begitu pula dengan langkah afkan.


"Ekhem.....jadi pengen" goda papa indra menatap fidira dan afkan sedangkan mama nanda tersenyum simpul.


"Tu kan...di bilangin.." bisik fidira memalingkan wajahnya.


"Wanitanya gak usah malu malu" sahut mama nanda membuat fidira malu sendiri.


"Hm..kita masuk dulu!" pamit afkan yg wajahnya sudah memerah menahan malu bergegas menuju kamarnya.


"Sweet ya pa?" tanya mama nanda diangguki oleh papa indra yg tersenyum melihat tingkah anaknya.


Di depan pintu kamar.


"Aduhh!!! Malu gue"gumam fidira geleng geleng kepala.


" kamu berat" keluh afkan


"Hmm...sorry sorry...gimana ni turunnya?" tanya fidira bingung sendiri.


"Itu buka aja deh pintunya!!" ucap afkan menunjuk gagang pintu dengan dagunya.


"Maju..maju dikit pak bos!! Kanan dikit...nah!!" ucap fidira berhasil membuka pintu.


Karena sudah tidak tahan menahan malu afkan segera merebahkan tubuh fidira di kasur dengan kasar. Pengennya sih cepet cepet biar wajah tomat nya nggak keliatan eh ternyata....


Bruk...


Saat tubuh fidira di rebahkan tidak terasa afkan malah ikut tersungkur di hadapan fidira.Wajah mereka berhadapan begitu dekat hanya berjarak beberapa cm saja,bahkan hidung mancung afkan sempat menggores hidung mungil fidira.


Tatapan mereka bertemu dalam beberapa saat. Entah mengapa jantung afkan terpompa sangat cepat.


Deg deg deg


*yaampun apa ini?" batin afkan tidak percaya.


Sampai akhirnya...


"Auu...sakit pak bos!!" suara fidira memecah suasana. Afkan segera menjauh dari fidira.


"Hm...ma-af...." ucap afkan yg sedikit canggung.


"Hahh...kok gue bisa gini sih??" keluh kesal fidira memegangi tanganya.


"Kamu tadi kenapa sih?" tanya afkan menenangkan jantung nya.


"Tadi itu....ada...." ucapan fidira menggantung saat afkan menarik rok kimononya yg sedikit terangkat.


"Hehe....tadi itu saya...ngejar kelelawar" ucap fidira menutupi rok sepahanya dengan bantal.


"Tpi..kok...a-da suara orang berantem tadi?" ucap afkan heran.


"Yaa...itu saya...nggebukin kelelawar pakek sapu" ucap fidira menyenderkan kepalanya.


"Kenapa juga sih..ngejar kelelawar kurang kerjaan aja!?" ucap afkan berjalan menuju sofa di samping tempat tidur.


"Habisnya kelelawar nya jahat sih....masak saya di jatuhin kotorannya...untung nggak pas saya. Dan akhirnya saya kejar...eh malah kepleset" ucap fidira dramatis.


"Itu...azab tau gak!" ucap afkan yg berbaring di sofa.


"Hmm...sakitt...juga " keluh fidira memijat pergelangan tanganya yg sakit. Afkan hanya melirik sekilas lalu memejamkan matanya.


Beberapa saat kemudian....


Kreukk...kreuukk...


Suara perut fidira meronta ronta...


"Jam berapa sih sekarang?" ucap fidira mencari sesuatu.


"Lah.. Kemana?" gumam fidira panik mengobrak abrik tempat tidur.


Tidak terasa saat mengobrak abrik bantal yg dilemparnya mengenai wajah afkan membuatnya terbangun.


"Huff....kamu apa apaan sih!?" bentak afkan membuat fidira menoleh.

__ADS_1


"Ini...anu-...hp ...hp saya ilang....." ucap fidira mengobrak abrik selimut.


"Hadeh...." afkan merogoh sakunya dan melemparkan benda pipih ke kasur.


"Hah?....aaaakkuuu sayang kamu" ucap manja fidira memeluk ponselnya.


"Gak usah lebay deh!" ucap afkan kembali membaringkan tubuhnya di sofa.


"Yee...pak bos sih...nggak tau rasanya kehilangan....sakiitttt banget!!" ucap fidira dramatis.


Afkan tidak menanggapi, namun ada sesuatu yg mengganggu pikirannya.


"Pak bos...makan yuk!!" ajak fidira sedikit manja.


"Jam segini makan? Gendut kamu nanti!" ucap afkan memejamkan matanya.


"Yaelah...baru jam 8 malem...takut banget kehilangan badan sexi" ucap fidira kesal.


"Kamu aja sana...saya gak laper!" suruh afkan.


"Yaudah...tpi kalo saya nyasar lagi...gak tau yaa?" ucap fidira berlalu ke luar.


Mendengar perkataan fidira,afkan langsung bangkit dan terpaksa mengikuti fidira.


Fidira berjalan santai,dengan melihat kesana kemari mengingat ingat jalan.


Sampai fidira berada di pertigaan lorong rumah tersebut.


"Yaelah...kayak pertigaan jalan aja....buset....!!!kalo ni rumah gue...sekampung gue suruh nginep" gumam fidira menengok kanan dan kiri.


"Kanan...kiri...kanan...kiri....kanan ajalah!" ucap fidira menunjuk arah kanan.


Saat akan melangkah ke arah kanan terdengar suara yg menghentikan langkahnya.


"Kiri" ucap seseorang membuat fidira menoleh.


"Katanya...gak laper!" ejek fidira


"Nanti kalo ilang aja..nyalahin saya!" ucap afkan mendekat.


"Hmmm...perhatian banget!!" goda fidira dengan berjalan ke arah kiri. Di ikuti afkan di belakang.


Tidak ada seorang pun di sana,hanya meja panjang nan besar di kelilingi banyak kursi dan juga banyaknya makanan yg terhidang.


"Yaampun...ni tempat makan apa ruang meeting.. Gede banget!!" ucap fidira duduk di salah satu kursi begitu juga afkan yg duduk di sebrang fidira. Hanya ada mereka berdua di meja makan tersebut.


"Ayo kita makann" ucap fidira mengambil piring.


Fidira makan dengan lahap nya tanpa memikirkan afkan yg sedari tadi menatapnya dengan senyum simpulnya.


***


Pukul 06.00


Alarm ponsel fidira berbunyi untuk ke 5 kalinya.


"Fi...matiin alarm kamu!!" ucap afkan yg merasa terganggu.


Namun dering alarm masih tetap berbunyi.


"Isss...fi!!" ucap afkan melempar bantal pada fidira yg masih tidur dengan posisi tengkurap.


"Hm?" ucap fidira dengan mata terpejam.


"Itu...alarm kamu bunyi terus!! Ganggu orang tidur aja!!" ucap afkan kesal.


"Hm" fidira mematikan alarm ponselnya dan tidur kembali.


Sedangkan afkan yg sedari tadi terganggu dalam tidurnya kini sudah tidak bisa tidur.


"Hufff!!" kesal afkan bangkit dari sofa menuju kamar mandi.


Beberapa saat kemudian....ponsel afkan berbunyi namun sang pemilik masih berada di kemar mandi.


3× ponsel afkan berdering. Membuat fidira terpaksa bangun dan mengecek ponsel yg berada di sofa tersebut.


"Hmm?" ucap fidira berdiri dengan mata terpejam.


"Hallo den...gini..hari ini bibi gak bisa ke rumah,soalnya anak bibi datengnya dadakan. Jadi bibi harus nemenin di rumah. Maaf ya den." ucap seseorang dari sebrang telepon.


"Hm...iya..gak papa bi...huaahhh" ucap fidira menguap.

__ADS_1


"Oohh...ini non fidira!?" ucap bi inah berada di sebrang sambungan.


"Iya...pak bos nya lagi..... nggak tau kemana hp nya di tinggal" ucap fidira duduk di sofa dengan mata yg masih terpejam.


"Ooo..yaudah non....hmm...oiya bibi lupa hari ini jadwal beli sayur di pasar stock nya habis di rumah. Tolong di beli in ya non!" ucap bi inah panjang lebar


"Hmm...iya bi...makasih" ucap fidira menutup sambungan telepon tersebut.


"Siapa?" tanya afkan yg baru keluar dari kamar mandi.


"Itu....hmm....bi inah gak bisa dateng...dan stock sayur habis" ucap fidira beranjak ke ranjang kembali.


"Trus?" tanya afkan mengecek ponselnya.


Pertanyaan afkan tidak mendapat respon dari fidira karena sudah kembali ke alam mimpinya.


"Kebiasaan" ucap kesal afkan keluar kamar.


Pukul 06.30 pagi


Afkan baru kembali ke kamar dan seperti biasa fidira masih asik di alam mimpinya.


"Fi...bangun!! Saya mau pulang..mau kerja" ucap afkan memeriksa ponselnya.


Tidak ada jawaban dari fidira.


"Fi...fi..bangun!! Saya tinggal ni!!" ucap afkan mendekati fidira.


"Fi...fidira seftiana...bangunnnn!!" ucap afkan mencubit hidung fidira.


"Hah? Au...sakit pak bos!!" ucap fidira tersentak.


"Saya tinggal ni!?" ancam afkan.


"Iya..bentar deh....tak cuci muka dulu!" ucap fidira beranjak malas menuju kamar mandi.


Beberapa saat kemudian....fidira keluar dari kamar mandi mendapati afkan yg sedang memandang ke luar jendela.


"Udah ni" ucap fidira membuat afkan menoleh.


"Itu...sisir dulu!" ucap afkan menunjuk rambut fidira.


Fidira menyisir rambut dan mengikatnya asal.


"Kalo udah..kita pulang" ucap afkan keluar kamar.


"Eh tpi pak bos..." ucap fidira membuat langkah afkan terhenti.


"Hm?" tanya afkan menaikan sebelah alisnya.


"Baju saya gimana? Masih tak keringin" jelas fidira.


"Hm...biar pembantu aja yg beresin kapan kapan kita ambil. Bawa aja yg udah kering! Cepet!! Ilang lagi kamu nanti" ucap afkan memperingatkan fidira.


Fidira bergegas mengambil hoodie nya dan keluar mengikuti afkan.


"Eh...udah bangun? Mau kemana?" tanya mama nanda dari dapur.


Afkan hanya diam, fidira hanya heran menatap afkan.


"Hmm... maa...kita mau pulang" jelas fidira canggung.


"Enggak nunggu sarapan dulu?" tanya mama nanda mendekat.


Afkan hanya diam lalu pergi.


"Hm...eng-gak usah maa...kita pulang aja. Afkan lagi banyak kerjaan!" ucap fidira cari alasan.


"Yaudah...hati hati ya!" ucap mama nanda tersenyum.


"Ya maa...assalammuallaikum" ucap fidira mencium punggung tangan mama nanda.


"Waallaikumssalam" ucap mama nanda lembut.


Baru selangkah meninggalkan mama nanda fidira teringat sesuatu membuatnya berbalik.


"Oiya...ma..itu di kamar ada baju fidira, kemarin basah...dan belum kering" jelas fidira.


"Iya...nanti mama simpen" ucap mama nanda tersenyum.


"Makasih maa...byee!!" ucap fidira melambaikan tangan.

__ADS_1


__ADS_2