Perjanjian Cinta

Perjanjian Cinta
62


__ADS_3

***


"Haii sayang ini mama masak buat kalian makan siang... Dimakan ya? " Ucap mama nanda memberikan sekotak bekal makan siang.


"Makasih maa... Jadi ngrepotin" Fidira basa basi.


"Gak papa sebenernya mama lagi gabut." Bisik mama nanda


"Hehe.. Bisa aja deh ma" Fidira tertawa


"Yaudah byyee sayang" Pamit mama nanda keluar ruangan.


Setelah kepergian mama nanda,Fidira seenaknya masuk ke ruangan afkan tanpa mengetuk pintu.


"Ketuk dulu pintunya" Sindir afkan yg tetap fokus dengan laptopnya.


"Ni pak boss tadi mama bawain ini" Fidira menunjukan kotak bekal.


"Kamu makan aja! " Tolak afkan


"Mama nyuruhnya makan ber2 gimana donkk? "


"Makan sama ian sana! " Tolak afkan


" Ayolah boss! Ini enak lo... Lagian saya nggak pernah liat pak bos makan siang... Pastitu perut laper banget" Fidira nyerocos dengan membuka bekal tersebut.


"Ni pak bos... Bagi 2 ya"


"Kamu aja... Pergi sana! Saya nggak laper! " Ucap afkan penuh penekananan.


"Sesuap aja boss.. Kasian mama lo" Fidira cemberut.


Brakkk


Afkan menggebrak meja dengan keras hingga membuat fidira kaget bergetar.


"Kamu denger gak sih... Saya gak laperr " Bentak afkan dengan raut wajah penuh emosi.


Fidira terdiam, baru kali ini ia melihat afkan semarah ini hanya karena makanan. Bahkan ponsel yg di pecahkan nya beberapa waktu lalu tidak membuat afkan semarah ini.


"Iya pak bos" Tidak ingin berdebat fidira memilih pergi membawa kotak makanan tersebut.


"Sensitif banget" Gumam fidira saat keluar ruangan dengan kesal.


Di kantin...


"Kita pesen es jeruk aja... Gue lagi punya bekal ni" Fidira menunjukan kotak bekal.


"Dari sahila lagi? " Ian menyelidik


"Enggak,,,kali ini dari mertua gua" Fidira tersenyum.

__ADS_1


"Beneran? " Ian memastikan


"Iyaa... Percaya deh" Fidira bersemangat.


"Yaudah gue pesenin dulu" Ian pergi memesan makanan dan fidira mencari tempat duduk.


Beberapa saat kemudian ian sudah datang dengan es jeruk yg di bawanya. Mereka segera menikmati makanan yang di bawa fidira tadi.


"Alhamdullillah... Kenyangg" Syukur fidira menyruput es jeruknya.


"Gila sih... Makanan buatan mertua lo enakkk banget" Puji ian juga menyruput es jeruk miliknya.


"Iya ya... Enak banget. Gini pak bos gak mau makan tau"


"Kenapa? "


"Ya gak tau masak tadi tak bilangi bagi 2 makan e... Malah ngamuk ngamuk" Cerita fidira kesal.


"Lagi bad mood kalee"


"Mungkin"


Drrttt drrttt


Ponsel fidira berdering...


"Siapa? " Tanya ian


"Hallo, assallamuallaikum maa? "


.........


"Pulang kerja aja ya ma"


........


"Enggak, langsung ke situ aja fidira, gak papa kok"


.......


"Okey byyee maa... Waallaikumssallam"


Fidira menutup sambungan telponnya.


"Kenapa? " Tanya ian kepo


"Ihhh kok kepo" Canda fidira tertawa lepas


"Seriuss! "


"Iya iya... Gue disuruh kesana... gak tau suruh ngapain" Fidira mengangkat kedua bahunya.

__ADS_1


"O"


***


"Assallamuallaikum" Fidira masuk ke rumah super mewah kediaman papa dan mama mertuanya.


"Waallaikumssallam,Eh menantu papa dateng, sedirian? " Tanya papa indra menyalami fidira.


"Iya pa... Afkan lagi sibuk" Bohong fidira padahal dia tidak tau sama sekali afkan dimana. Fidira menuju dapur dengan langkah pelan, sejujurnya dia masih mengingat ingat jalan menuju dapur rumah besar itu.


Karena ingatannya lumayan baik beberapa saat kemudian fidira telah menemuka sosok ibu ibu parubaya yg masih awet muda sedang menggunakan clemek dan bertarung dengan banyak sayuran disana.


"Assallamualaikum maa" Fidira menghampiri mama nanda yg tengah sibuk memotong sayuran.


"Waallaikumsallam sayangg... Udah pulang kerjanya? " Mama nanda menyalimi fidira.


"Iya langsung kesini aku tadi maa" Jelas fidira menebar pandangan keseluruh dapur. Fidira terlihat kagum dengan keestetikan konsep dan tatanan yg rapi. Membuat dapur terlihat begitu elegan.


"Afkan ikut? " Tanya mama nanda membuat lamunan fidira buyar.


"Enggak ma fidira sendiri" Ucap fidira melepas dan menaruh tasnya diatas nakas dapur.


"Naik motor kamu? "


"Iya, hmm... Mama masak apa sih? " Tanya fidira mengalihkan pembicaraan karena ia tau nanti pasti akan menenyakan dimana afkan.


"Mama masak tumis kangkung sama perkedel ni... Nanti kamu bawa ya buat makan di sana"


"Oke,, sini fidira bantuin, yaa mungkin malah ngrepotin"


"Nggak papa sama belajar masak juga kan" Mama nanda dan fidira memasak barsama dengan canda tawa.


***


Pukul 18.00 malam


Afkan mondar mandir di teras rumahnya sambil bersedekap dada, dari pancaran wajahnya terlihat begitu khawatir.


Afkan bolak balik menelpon seseorang, namun tidak ada balasan apapun.


"Kamu kemana sih fii? " Gumamnya "apa saya terlalu kasar sama kamu?" Gumamnya dengan nada gelisah.


"Dari tadi kok nggak pulang pulang sih? " Kesalnya terus memandang pintu gerbang yg tertutup.


Breuummm


Suara motor fidira terdengar dari kejauhan, ekspresi afkan terlihat jauh lebih lega. Afkan segera memasang wajah datarnya,agar tidak ketahuan bahwa ia menghawatirkan fidira.Fidira memarkirkan motor nya dan menuju pintu masuk rumah.


Afkan memandangi fidira dengan wajah datarnya, terlihat fidira tersenyum manis padanya.


"Assallamuallaikum" Salam fidira tersenyum manis.

__ADS_1


"Waallaikumsallam, ngapain cengar cengir? " Sewot afkan


__ADS_2