Perjanjian Cinta

Perjanjian Cinta
35


__ADS_3

***


Malam pun tiba semua tamu undangan telah hadir. Baik undangan dari keluarga afkan maupun fidira.


Tamu undangan fidira penuh dengan teman teman sekolah nya dan kebanyakan laki laki. Dan tamu undangan afkan penuh dengan rekan bisnis nya. Dan juga semua orang kantor diundang tidak terkecuali ob sekalipun.


Semua tamu undangan terpesona dengan tema pernikahan yg sangat mewah tersebut.


Makanan makanan mahal tersedia, lampu hias kelap kelip berada di setiap meja. Bunga warna warni terpasang indah di sana.


Rombongan jojo, elma, rafa dan nando telah datang. Mereka sangat terkejut dengan kemewahan dekorasi tersebut.


"Gila!! Sultan beneran fidira" Ucap jojo semangat


"Iya... Semewah ini cuma buat nikah! " Ucap rafa ternganga


"Beruntung fidira! " Sahut nando


"Kelihatan nya bahagia dalam nya belum tentu" Sahut elma


"Masut nya? " Tanya rafa, jojo dan nando bingung.


"Masuk yukk! " Ajak elma mengalihkan perhatian.


***


"Itu ian kan? " Tanya jojo menunjuk salah satu meja. Terlihat seorang laki laki duduk sendiri dengan meminum minuman berakohol


"Samperin yukk! " Ajak nando


Merekapun menghapiri ian.


"Sendirian aja bang? " Tanya elma membuat ian menoleh.


"Kalian!? Apa kabar? Duduk sini aja! Tanya ian tersenyum


"Tumbe minum lo? " Tanya nando membuat ian tersentak.


"Hm.. Pengen aja" Ucap ian berusaha tersenyum.


***


Mc telah memulai acara, sambutan sambutan telah di bacakan. Sekarang waktu nya pengantin memasuki pelaminan.


Fidira berjalan di samping afkan. Semua pandangan ter arah pada sepasang pengantin malam ini.


Fidira terlihat sangat cantik malam ini, berbalut gaun putih panjang nan mewah, behijab dengan mahkota kecil di atas kepalanya, dengan make up yg tidak terlalu tebal membuat penampilan nya jadi pusat perhatian malam ini.


Tidak kalah dari fidira, afkan pun terlihat begitu mempesona para wanita undangan. Dengan memakai setelan jas hitam dan kemeja putih membuat penampilannya semakin berdamage.


Melihat afkan dan fidira berjalan menuju pelaminan seketika air mata ian jatuh begitu saja.


"Lo gak papa kan? " Tanya elma menepuk bahu ian.


"Eng-gak, gue gak papa" Ucap ian mengapus air matanya.


"Yg sabar yan! " Jelas elma, diangguki oleh ian.


*sakitt!! Hati gue fi!* batin ian


***


Semua acara acara berjalan lancar, waktu menyalami dan berfoto tiba. Teman teman afkan dan fidira mengantri untuk berfoto.


"Selamat bro!"


"Gak nyangka, lo nikah juga"


"Harus bergerak cepat ni yaaa! "


"Gue patah hati afkan! "


"Cantik.. Jagain babang afkan ya..! Banyak yg suka soalnya! "


Begitulah goda dari para teman dan sahabat afkan. Fidira hanya tersenyum kikuk.


"Yaampun jadi yg tadi siang suami lo fi!?" Ucap dena dan ami saat bersalaman.


"Hm" Ucap fidira tersenyum kikuk


"Hampir gua embat lo bang! " Ucap dena membuat afkan melotot.


"Selamat yaaa! " Ucap ami dan dena semangat. Fidira hanya mengangguk.


"Hai fi! " Ucap seorang laki laki.


"Hallo! " Ucap fidira canggung


"Selamat ya! Apa kabar? " Ucap laki laki tersebut


"Hm.. Baik" Jawab fidira singkat


"Selamat mas, anda pantas mendapakan fidira! " Ucap laki laki tersebut pada afkan lalu pergi.


Afkan menoleh pada fidira.

__ADS_1


"Kenapa? " Tanya afkan


"Gak papa" Jawab fidira sambil menatap laki laki tersebut.


"Kok canggung gitu? Biasanya bar bar kalo sama temen! " Tanya afkan heran


"Dia beda" Jawab fidira singkat.


Tiba tiba


"HAI FIII! " teriak satu rombongan laki laki yg cukup banyak"


"HAIIIII GESSS! apa kabar? " Ucap fidira memgahambur pelukan pada rombongan tersebut.


"Lo cantik banget! Kita lama gak gila bareng lo" Ucap rano salah satu rombongan.


"Iyaa... Terakhir sebelum lo pergi ke korea! " Sahut nino sahabat fidira.


"Iya, iya biasalah kita sibuk semua kan? Untung kalian datang, gue kangen! " Ucap fidira


"Jangan kangen sama kita. Inget!! Lo udah punya pasangan" Ucap made serius


"Awokawok" Teriak satu rombongan tersebut tak terkecuali fidira. Afkan hanya heran dengan kedekatan fidira dan teman teman laki nya tersebut.


"Mas afkan hati hati ya...! Fidira agak liar! " Ucap made menyalami fidira. Afkan hanya tersenyum.


"Percaya deh mas, saya yg udah pengalaman sama dia! " Sahut rano


"Apaan lo! Ngungkit ngungkit aja" Ucap fidira


"Huuu" Ejek made dan nino


Rombongan para karyawan kantor datang dan menyalami termasuk sahila.


Sahila menatap sinis fidira lalu pergi.


Rombongan jojo dan kawan kawan datang.


"Fidira!! " Teriak jojo dari jauh


"Haiii! " Jawab fidira berhambur peluk dengan jojo.


"Selamat ya! " Ucap elma dan nando


"Selamat fi! Gue patah hati ni! " Rengek rafa.


"Uhhh lo patah hati? Sini gua peluk, emmm" Fidira memeluk rafa dengan erat hingga tercekik.


"Kan nggak gitu juga fi" Ucap rafa memanyunkan bibirnya.


"Iaannn!! " Ucap fidira memeluk ian.


"Gak usah lebay deh!! " Ian meregangkan pelukannya.


"Lo habis minum? " Tanya fidira serius.


"Emm eng- gak " Jawab ian ragu


"Ngapain lo minum? Gak biasa nya! " Bentak fidira


"Dikit doank fi! " Jelas ian menggenggam tangan fidira.


"Tpi itu bahaya tau gak? Gue khawatir kalo lo kenapa napa? " Jelas fidira tampak khawatir.


"Iya.. Ini yg terakhir. Janji? " Ucap ian menujukan 2 jarinya.


"Mas potograper... Fotoinkita yg banyak ya! " Pinta fidira.


***


Acara pun selesai, fidira cepat cepat mengganti bajunya.


Brukkk


Fidira merebahkan dirinya diatas kasur.


"Yaallah capek banget!! " Ucap fidira mengeluh dan tertidur.


Ceklek pintu kamar terbuka.


"Udah tidur aja! Mau di ajak rundingan juga" Ucap afkan yg baru masuk.


***


Keesokan harinya.


Fidira perlahan mengerjabkan matanya. Ia meraih ponselnya yg berada di atas meja.


"Omaigat!! Gimana ini gesss??!! " Seru fidira ketika melihat jam di ponselnya menunjukan pukul 09.56 pagi.


Fidira melihat seluruh ruangan nya, ia merasa heran.


"Gua dimana? DIMANA GUA GESSS?" Teriak fidira seperti orang gila.


"Berisik tau!" Suara seseorang dari arah kamar mandi.

__ADS_1


"Pak bos? Ngapain? " Tanya fidira cengo


"Cepet! Siap siap... Lalu kita pindah! " Jelas afkan menyisir rambutnya.


"Mau kemana? " Tanya fidira merebshkan kembali tubuhnya.


"Rumah.... Kita! " Jawab afkan


"Kita?... Hmm yaampun pak bos saya itu ngekos... Nggak mungkin rumah saya, saya gendong" Ucap fidira tertawa.


"Kamu gila? " Umpat afkan


"Nggak gila gila banget sih! Dikit doank" Ucap fidira masuk kamar mandi.


5mnt kemudian fidira sudah keluar kamar mandi dengan celana jeans dan kaos polos pendek nya.


Fidira menyisir rambutnya di depan cermin. Afkan hanya memandang fidira dari belakang.


*cantik*batin afkan


Fidira membuka pintu.


"Mau kemana? " Tanya afkan.


"Kerja, pak bos gak kerja. Udah telat ni! " Jelas fidira terburu buru.


"Tadi kan saya bilang kita pindah hari ini! " Jelas afkan memghampiri fidira


"Saya gak mau pindah pak bos... Saya punya kos an. Hm bentar deh ada apa sih?" Jelas fidira kesal


"Kamu lupa siapa saya?" Tanya afkan balik


"Pak bos ya pak bos saya... Yg nyebelin banget!,tukang ancem dan gak mau rugi" Jelas fidira tanpa dosa


" Saya suami kamu! " Jelas afkan mendekat pada fidira.


"Hm... Suami? " Tanya fidira bego, diangguki oleh afkan.


"Kapan? " Tanya fidira


"Kemarin! " Jawab afkan


"Kok bisa? "


"Ikut aja! Banyak tanya! " Afkan menarik tangan fidira. Fidira hanya ikut karena masih loading.


Di parkiran.


"Stop! Pak bos... Motor saya mana? Dan saya di mana? " Tanya fidira kebingungan.


"Kita di hotel" Jelas afkan


"Ooo... Yaudah anterin saya ke kos an! " Ucap fidira masuk mobil.


Di jalan.


"Pak bos ini bukan arah kos an saya? Harusnya kan ke kanan! " Omel fidira


"Udah diem dulu! " Jelas afkan


Beberapa menit kemudian mobil afkan terparkir di halaman rumah berlantai 2,sederhana namun elegant.


"Rumah siapa ini? Gede banget" Oceh fidira


"Turun!! " Ucap afkan.


Fidira mengikuti afkan, fidira terpana melihat semua dekorasi rumah yg elegant ini.


Saat afkan akan membuka pintu.


"Pak bos! Salam dulu kali... Rumah orang ini! " Bentak fidira


"Iya iya.... Assalammualaikum! " Ucap afkan membuka pintu.


"Gak ada orang deh kayak nya? " Ucap fidira


" Emang" Ucap afkan


"Lah ngapain ke rumah kosong pak bos... Kurang kerjaan aja! " Kesal fidira


"Nggak usah sok polos deh! Sana kamar kamu, kamar saya di atas" Ucap afkan dingin.


"Hah? Jadi ini.... " Tanya fidira


"Ya... Ini rumah kita, oiya ini... " Afkan memberi selembar kertas.


Fidira membaca dengan teliti... Seketika matanya melotot.


"Pulpen mana pulpen? " Tanya fidira, menyambar bolpoin yg di pegang afkan. Fidira menuliskan sesuatu.


"Gimana? Deal? " Tanya fidira memberikan kertas tersebut.


Afkan membaca nya, Ia pun setuju.


"Okey deal! 1 tahun" Ucap afkan menyalami fidira

__ADS_1


__ADS_2