Perjanjian Cinta

Perjanjian Cinta
33


__ADS_3

***


Hari pernikahan pun tiba sudah banyak orang berada di rumah fidira walaupun masih pagi. Afkan dan ian sudah bangun dari subuh. Sedangkan fidira masih tepar di alam mimpinya.


Tok tok tok


"Fi.. Bangun!! Udah jam 6 siap siap! " Teriak bu tria


Fidira tidak bergeming.


Doarr doarr doarr


Ketukan pintu bu tria mengagetkan semua orang.


"Masyaallah!! " Ucap ian terkejut


"Huufff!! " Helaan nafas afkan terkejut


"Iyaaaa!! " Seru fidira beranjak bangun.


Terlihat fidira keluar kamar menuju kamar mandi.


"Calon nya baru bangun ni!! " Sindir ian.


"Bacod!! Lo!! " Fidira menatap ian sinis.


"Eh ngomong apa tadi? " Tanya bu tria yg tiba tiba datang.


"Eng-gak buk! " Ucap fidira panik. Sedangkan ian tertawa tebahak bahak.


Afkan hanya tersenyum seraya menggelang.


"Jangan ngomong gitu!! " Ucap bu tria sempari menapuk pelan mulut fidira. Sambil pergi


"Iyaa... Maaf" Ucap fidira sembari memanyunkan bibirnya.


‌"Awas lo!! " Tunjuk fidira kepada ian dengan tatapan sadis. Lalu berjalan kembali.


"Awokawok" Ejek ian


Pukul 08.30 pagi


Semua orang sudah siap di ruang tamu. Perasaan afkan mulai dag dig dug. Terlihat afkan sangat gugup.


"Udah tenang aja!! Cuma sebentar kok! " Bisik pak indra kapada afkan.


Afkan hanya mengangguk dan menghela nafas kasar.


Sampai sekarang fidira masih berada di kamarnya untuk make over. Seperti biasa fidira agak ribet dan selalu menolak untuk di beri riasan untuk wajahnya. Harus memaksanya sampai ia benar benar mau.


Pukul 08.50


"Tolong panggilkan mempelai wanita nya! " Ucap pak penghulu


Tanpa basa basi ian berdiri dan menuju kamar fidira.


Ceklek


Fidira menoleh.


"Waww!! Fidira! " Ucap ian terpesona dengan kecantikan fidira.

__ADS_1


"Lo ngapain? " Tanya fidira sedikit malu


"Gila lo cakep bener! " Ucap ian


"Gak usah lebay! " Kesal fidira


"Cepet!! Keluar!! Udah di panggil lo" Ucap ian tersadar.


"Iyaaa" Fidira mencubit hidung ian.


Akhirnya fidira keluar bersama ian. Pandangan seluruh tamu berpusat pada fidira. Afkan pun ikut terpukau dengan kecantikan fidira hari ini.


Fidira memakai baju yg dibeli nya bersama afkan. Terlihat pas dan anggun di pakai fidira.


Fidira berusaha tenang dan duduk di samping afkan. Afkan semakin di buat gugup. Sedangkan fidira santai dan selow.


"Sudah siap mas? " Tanya pak penghulu kepada afkan. Afkan hanya mengangguk.


Kakak kandung laki laki fidira yg bernama anggara membacakan kalimat pernikahan. (Gak tau namanya gess😂maklum!)


"Bissmillahirahmannirahim, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara afkan indra bin bpk indra dengan adik saya fidira seftiana binti bpk surya almarhum. Dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang 50jt rupiah di bayar tunai"


"Saya terima nikah dan kawinnya fidira seftiana binti bpk surya almarhum. Dengan mas kawin tersebut di bayar tunai! " Ucap afkan dengan lantang dan jelas.


"Para saksi sah? " Tanya pak penghulu


"Sah!!" Ucap para saksi


Seketika air mata ian dan fidira terjatuh bersamaan. Ian segera menghapus air matanya. Begitpun dengan fidira.


"Alhamdullillah" Ucap semua orang bahagia.


"Mbk fidira silahkan dicium tangan mas afkan, hormatilah suamimu dan jalankan kewajiban mu sebagai istri dengan ikhlas! " Jelas pak penghulu.


***


Beberapa saat kemudian semua sudah ganti baju. Bersiap untuk pergi ke jakarta melakukan resepsi pernikahan.


"Yan lo naik mobil aja! " Ucap fidira


" Lah motor gue gimana? " Tanya ian


"Yaelah santai kale, melati!! " Panggil fidira


"Opo mbk? " Jawab melati mendekat


"Kamu bawa en motor nya ian ya! Sama dion aja! Ian biar ikut mobil kasian capek" Jelas fidira


"Siap mbk. Tpi di seleh ngendi engko lk ws sampek? " Tanya melati


"Ikut ae mobil mobil e! " Ucap fidira


"Siap" Ucap melati


"Ini kunci nya melati! " Ucap ian mberikan kunci.


"Oke bang ian! " Ucap melati tersenyum manis.


"Ehem" Deheman seseorang membuat fidira, ian, dan melati.


"Mulai deket ni!! " Sindir silva menghampiri mereka

__ADS_1


" Eh apaan sih? " Ucap melati salting


"Hah? " Bingun ian dan fidira


"Ayokk!! " Ajak seseorang dari belakang membuat semua menoleh.


"Ehemm... Di cari in sang suami ni yaa? " Ejek silva


"Mau kemana ? " Tanya fidira pada afkan.


" Di suruh berangkat duluan" Jelas afkan


"Tpi... " Ucapan fidira berhenti karena melati dan silva memotongnya.


"Sama suami harus menurut!! " Ejek melati dan silva


"Asem lo!! " Kesal fidira memukul silva dan melati


"Ayok cepet!! " Ucap afkan dingin.


"Iya! Duluan gess! Yan ati ati. Dan melati jangan ngebut ngebut! " Ucap fidira


"Siap bos! " Ucap ian dan melati


"Yaallah kompak lagi!! " Kesal silva


"Sabar kale lo bentar lagi juga di halalin sama verel " Ejek melati


"Gue duluan" Pamit fidira


***


Di perjalanan


seperti biasa tidak ada percakapan hanha keheningan yg terjadi. Seperti biasa fidira hanya tidur di dalam mobil.


Sesampainya di jakarta lebih tepatnya di hotel tempat berlangsung nya resepsi pernikahan.


"Fi udah sampek! " Ucap afkan


Seperti biasa fidira tidak bergeming.


Karena kesal afkan meninggalkan fidira di dalam mobil.


***


1 jam kemudian


Fidira masih pulas di dalam mobil afkan.


Sampai akhirnya fidira bangun.


"Emmm" Gumam fidira yg masih mengumpulkan nyawa.


"Wahh ditinggal gua" Ucap fidira saat melihat sekeliling nya tidak ada afkan.


Fidira segera keluar dari mobil,untung saja afkan tidak menguncinya.


"Waduhh gila pak boss! Gue kemana ni? " Gumam fidira


Fidira mengambil ponsel nya dari saku celana nya.

__ADS_1


"Apes banget gua! Lowbat lagi... Asemm!! Au ah bodo! " Gumam


__ADS_2