Perjanjian Cinta

Perjanjian Cinta
eps.24


__ADS_3

"Papa sama mama kesini, tau alamat nya dari siapa?" tanya fidira sopan


"Temen kamu ian, dia tau banyak tentang kamu" jawab mama afkan seraya tersenyum


"Oiya ibu sama ayah kamu di mana?"tanya papa afkan


"Hmm..ibu tadi keluar kalo ayah udah nggak ada" jawab fidira seraya tersenyum


"Ohh maaf" jawab papa afkan merasa bersalah


"Nggak papa kok paaa" jawab fidira


Ditengah perbincangan mereka ada seorang ibu paru baya yg masuk ke dalam


"Ibukk!!"fidira yg kaget langsung berdiri


" siapa ini? Ada tamu ya?" tanya ibu fidira sambil bersalaman


"I-iya ini pak afkan bos fidira, ini ibu dan ayah nya pak bos dan dia ian" fidira mengenalkan mereka kepada ibu nya.


"Oo iya...saya ibu tria ibu nya fidira" jawab tria seraya tersenyum


"Saya indra papa nya afkan dan ini istri saya nanda" kata papa afkan kepada ibu tria.


*ooo papa nya pak bos namanya indra gue baru tau sekarang. Dasar bege* petik dalam hati fidira.


"Buk bisa kami bicara sebentar?" tanya pak indra kepada bu tria.


*perasaan gua kok jadi nggak enak gini* batin fidira


"Iya pak soal apa? Silahkan bicara nggak usah sungkan sungkan" jelas bu tria


"Gini buk...saya sebagai papa nya afkan ingin anak ibu fidira menjadi pendamping hidup anak saya yaitu afkan dan menjadi menantu saya" jelas papa indra


"Apa!!!???" teriak fidira dan ian yg kaget tidak percaya bahkan melati dan silva juga ikut berteriak dengan membawa minuman. Sementara keluarga afkan dan ibu tria bingung melihat ke shok an mereka berempat.


Melati segera menaruh minuman yg di bawanya di meja tamu. "Mbk fidira udah mau nikah?" tanya melati yg tidak percaya


Belum sempat ada yg sempat menjawab tiba tiba afkan berdiri afkan mendekat ke arah fidira.


"Fi..maaf in aku ya kemarin aku sempat khilaf..bikin marah kamu. Maaf in aku ya?" pinta afkan yg berlutut di hadapan fidira sambil memegang kedua tangan fidira.

__ADS_1


*ni pak bos otak nya kegeser pa gimana sih?* batin fidira


"Tolong maaf kan afkan ya fi?" pinta mama nanda


Fidira hanya mengangguk karena bingung harus bicara apa.


"Terima kasih fidira kamu sudah mau memaafkan nya" ucap mama nanda


"Hufff.... fi...?" panggil afkan dengan menghela hafas dalam


"Hmm?" jawab fidira cuek dan membuang muka


"Aku ingin kamu....berada di hidupku,menjalani hidup bersama dalam suka maupun duka,aku ingin kamu menjadi penyemangat di hidupku. Aku ingin kamu menjadi ibu dari anak anak ku. Fi......will you marry me?" ucap afkan membuat fidira melongo dan tidak bisa berucap.


Sedangkan melati dan silva berteriak histeris "what!!! So sweet!!"


Sedangkan ian menatap dengan perasaan campur aduk. Fidira menoleh kepada ian tatapan mata mereka bertemu. Ian tersenyum dan mengangguk pada fidira. Fidira terdiam sampai samoai suara afkan membuyarkan lamunannya.


"Will you marry me fidira seftiana?" kata kata itu kembali terucap dari mulut afkan dengan tatapan serius.


"Gimana fi?" tanya ibu tria menatap fidira sambil tersenyum.


"Hmmm eeeemm giamana ya?" ucap fidira bingung dan melepas tangan afkan.


"Enggak paaa, papa nggak boleh ngomong kayak gitu! Yaa?? Papa pasti sembuh, kalo papa ngomong gitu papa kapan sembuhnya?" ucap fidira hingga tanpa fidira sadari air mata nya mengalir begitu saja.


"Jaga afkan ya nak!! Untuk papa demi papa. Bersumpahlah!" pinta papa indra menaruh tangan fidira diatas kepalanya.


"Tap-tapi..." belum sampai fidira menjawab afkan sudah memeluknya. Semua orang sontak kaget,tidak terkecuali fidira.


Terdengar bisikan afkan. "Terima dulu kita pikirkan yg lain belakangan!" lalu afkan melepas pelukannya. Fidira menatap afkan lekat, afkan hanya mengangguk kecil.


Fidira kembali menoleh pada ian seperti berharap sesuatu darinya. Namun ian hanya tersenyum dan mengangguk.


"Fii??" tanya mama nanda kepada fidira dengan tatapan berharap.


"Tap-pi fidira nggak bisa masak" jawab an fidira membuat semua orang tersenyum.


"Nggak perlu sayang nanti mama kasih asiten rumah buat kalian. Dan mama pasti ajarin kamu masak. Ya?" ucap mama nanda seraya tersenyum.


Fidira hanya mengangguk kecil untuk jawaban. Semua orang tersenyum ibu tria dan mama nanda saling berpelukan, papa indra memeluka afkan dengan bangga.

__ADS_1


Dan di sisi kebahagiaan terlihat ian yg mata nya sudah berkaca kaca namun berusaha untuk tersenyum.


Silva dan melati memeluk fidira erat "selamat ya fi bentar lagi jadi istri sultan" goda silva


"Selamat mbak, bangga deh calon nya ganteng" ucap melati


Fidira tersenyum lalu menghampiri ian. Tiba tiba ian memeluknya dengan erat. "Selamat keboo,,, duluan aja nggak nunggin gua?" ian melepas pelukan nya. Fidira menatap ian lalu fidira kembali memelukanya "sorry " gumam fidira lirih. Fidira melepas pelukan nya dan tersenyum ian pun sama.


"Ciee calon bu bos gue" goda ian kepada fidira.


"Ihhh apaan sih?" kesal fidira menendang kaki ian.


"Ehhh nanti kalo udah halal,sikap nya di jaga ya. Dan penampilan nya juga!" suruh ian dengan senyum yg terlihat terpaksa.


"Emang kanapa?" tanya fidira sewot


"Ya ampun nggak peka aja, kalo dandanan lo kayak gini terus pak bos nanti berpaling lo!, Liat!! Cuma pakek kaos item, celana diatas lutut, ngiket rambut modal madil, dan sikapnya kayak preman. Bisa bisa pak bos berpaling beneran lo!" goda ian mendapat tatapan tajam dari fidira.


"Kalo dia berpaling gua akan balik ke elo" ucap fidira seraya mencubit pipi ian.


Ian yg mendengarnya diam lalu tersenyum. Terlihat afkan yg sedari tadi hanya diam cuek. Fidira memandang afkan dengan tatapan sadis begitu pun dengan afkan menatap fidira dengan tatapan yg serius.


***


Hari berganti malam keluarga afkan memutuskan untuk pulang. Sebelumnya fidira meminta agar ian tinggal di rumahnya malam ini.


"Pak indra saya di sini dulu aja, masih ada urusan sama fidira." ucap ian meminta izin


"Iya..tpi kamu pulang pakek apa?" tanya pak indra pada ian


"Besok bareng fidira aja. Katanya dia mau ke jakarta" jelas ian


"Iya paa besok lusa saya kerja udah lumayan lama ambil cuti" ucap fidira lalu diangguk i oleh pak indra


"Baiklah sayang mama,papa sama afkan pulang dulu ya. Jaga diri baik baik." pinta mama nanda sambil mengelus rambut fidira. Fidira pun mengangguk.


"Baik bu,kami pamit dulu ya bu tria. Jaga menantu ku baik baik!" pinta bu nanda seraya tersenyum.


****


Setelah kepergian keluarga afkan fidira segera menarik tangan ian

__ADS_1


sampai sini dulu ya dahh:))


__ADS_2