
***
Pukul 18.00 fidira mencari cari makanan di dapur, fidira membuka kulkas menemukan sebungkus roti.
Fidira pun memakan roti tanpa selai, dirasa cukup fidira memutuskan untuk mandi.
"Lah kamar mandi nya di mana? " Gumam nya
"PAK BOSSS! KAMAR MANDINYA DI MANA? " teriak fidira tanpa dosa.
"Kamu bisa gak sih nggak teriak teriak gitu? " Ucap afkan kesal.
"Yaa biar denger pak bos, sayakan nggak tau pak bos ada di mana! " Ucap fidira santai.
"Lain kali jangan teriak teriak! " Ucap afkan mrmberi peringatan.
"Nggak janji! "Ucap fidira memasukan roti kembali ke kulkas.
" Kamu makan apa? " Tanya afkan
"Roti" Jelas fidira
"Yg di kulkas" Tanya afkan membuat fidira mengangguk.
"Itu kan roti 1 minggu yg lalu! " Jelas afkan.
"Gak papa lah" Ucap fidira santai
"Kalo kamu sakit perut nanti gimana? " Tanya afkan serius
"Udah deh, saya mau mandi dimana kamar mandinya? " Ucap fidira
"Itu samping tempat cuci piring" Tunjuk afkan, fidira langsung masuk ke kamar mandi.
Belum ada 1 menit fidira sudah keluar membuat afkan melotot.
"Udah selesai? " Tanya afkan heran
"Ya kali... Saya tanya... Nggak ada apa wc nya yg biasa? " Tanya fidira
"Masutnya? " Tanya afkan
"Wc yg bukan duduk" Jelas fidira
"Nggak ada" Ucap afkan singkat.
Fidira masuk ke kamar mandi lagi 5mnt kemudian, fidira sudah selesai mandi.
Fidira berjalan keluar rumah.
"Mau kemana? " Tanya afkan
"Ke pom depan" Jelas fidira menaiki motornya.
"Beli bensin? " Tanya afkan menaikan sebelah alisnya.
__ADS_1
"Berak! " Ucap fidira lalu pergi.
"Hah?" Heran afkan masih di depan pintu.
Pukul 20.00 fidira belum juga kembali, afkan mulai khawatir. Ia mengambil ponselnya belum sampai afkan menekan nomer fidira, suara motor fidira pun terdengar. Afkan bergegas keluar rumah.
"Kok lama? " Tanya afkan
"Hmm? " Tanya balik fidira bingung
"Emang antri ya di wc nya? " Tanya afkan serius
"Apaan sih pak bos serius banget!? " Ucap fidira heran
"Katanya berak kenapa sampai malem gini? " Bentak afkan.
"Perut saya mules pak bos, jadi bolak balik! " Jelas fidira membuat afkan masuk ke rumah.
"Yah cuek! Aneh emang" Gumam fidira.
Pukul 23.30 fidira menggeliat di kasurnya, ia merasakan hal yg tidak enak di dalam perutnya.
Buru buru fidira menyalakan motornya lalu pergi. Afkan yg sedari tadi belum tidur melihat fidira keluar rumah dengan motornya.
"Apa apaan sih dia? " Gumam afkan kesal.
Pukul 24.30 dini hari fidira kembali ke rumah, sesampainya di dalam rumah terlihat afkan yg sedang duduk di sofa.
"Dari mana aja? " Tanya dingin afkan
"Udah jawab aja! Nggak usah banyak bacod! " Umpat afkan seketika membuat fidira marah.
"Gue! Gue dari pom! " Jelas fidira yg sudah tidak bisa menahan emosinya.
"Kanapa jam segini ke pom, kan bisa besok? Atau kamu ke club malam?" Tanya afkan dengan nada tinggi.
"Lo tanya kenapa? Okey, gue berak disana! Gue mules gara gara makan roti tadi. Puas lo! Dan buat yg club malem, mungkin nggak lo suruh aja gue bakal pulang malem tiap hari! " Jelas fidira lalu pergi ke kamarnya.
Brakkk
Dengan keras fidira menutup pintunya.
*apa gue kelewatan nuduh dia?* batin afkan
***
Pukul 10.00 pagi fidira baru bangun dari tidurnya, karena semalam dia tidak bisa tidur karena perutnya terus mulas.
Fidira menuju kamar mandi tanpa peduli pada sekitarnya. 5 mnt kemudian fidira keluar kamar mandi, dengan langkah pelan fidira kembali ke kamarnya.
"Pagi non" Suara seseorang menghentikan langkahnya, membuat fidira menoleh.
"Maaf siapa ya? " Tanya fidira bingung melihat ibu ibu paruhbaya di hadapannya.
"Saya bi inah non! Asisten rumah tangga di sini! Saya datang pagi dan pulang jam 8 malem.Non mau makan? " Tanya bi inah
__ADS_1
"Ooo... Hmm... Iya buk siapin dulu aja! " Ucap fidira tersenyum
"Jangan panggil buk! Bi inah aja! " Ucap bi inah
"O... Iya.. Bi inah" Jawab fidira ragu
"Permisi non! " Pamit bi inah
Fidira segera merapikan rambutnya dan keluar. Terlihat sepiring nasi goreng di atas meja makan. Fidira memgangkat piring tersebut dan mengembalikan sedikit nasi goreng tersebut.
"Eh non kok di balikin? " Tanya bi inah dari belakang
"Ini bi kebanyakan" Ucap fidira
"Gak papa atuh non... Biar sehat" Ucap bi inah mengambilkan nasi goreng lagi.
"Bi... Fidira nanti gak habis, jadi lebih baik di makan nanti aja. Dari pada sia sia kan sayang! " Ucap fidira lembut.
"Yaudah silahkan di makan non, bibi beres beres dulu! " Pamit bi inah, dianggukki oleh fidira.
Setelah makan fidira merebahkan tubuhnya di sofa depan tv, karena tidak ada siaran tv yg menarik, fidira membuka laptop nya, lalu mengerjakan beberapa pekerjaan nya.
Pukul 12.30 siang fidira baru selesai mengerjakan pekerjaan nya, Fidira segera masuk ke kamarnya.
Afkan baru datang entah dari mana, melihat sekeliling ruang tamu ia tidak mendapati sosok fidira.
"Bi, fidira belum bangun? " Tanya afkan pada bi inah
"Udah den, baru aja masuk kamar" Jelas bi inah
"Yaudh bik" Ucap afkan
Tok tok tok
Afkan mengetuk pintu fidira namun tidak ada jawaban.
Tok tok tok
Tidak ada jawaban
Afkan membuka pintu kamar fidira karena tidak di kunci. Terlihat fidira sedang menjalan kan ibadah sholat zduhur, melihat itu afkan mengurungkan niatnya, Dan kembali ke kamarnya.
Pukul 15.30 sore fidira baru keluar kamarnya.
"Makan makan makan" Gumam fidira memegangi perutnya yg sudah keroncongan.
"Mau makan non? " Tanya bi inah muncul tiba tiba membuat fidira terkejut.
"Hm.. Hm... Iya bi... Hehe udah laper" Ucap fidira cengengesan
"Bibi siapkan ya non" Pamit bi inah.
Fidira mengikuti bi inah menuju meja makan. Afkan juga baru turun dari kamarnya duduk di meja makan.
Tidak ada percakapan antara fidira dan afkan. Afkan sibuk dengan ponselnya dan fidira sibuk mengumpulkan nyawa nya yg masih kemana mana.
__ADS_1