Perjanjian Cinta

Perjanjian Cinta
66


__ADS_3

Fidira segera masuk ke dalam mobil untuk mengakhiri masa galau afkan dan mungkin bisa menghiburnya walau mungkin gak akan bisa.


Afkan tersentak langsung memalingkan pandangan nya ke luar jendela. Fidira sedikit bingung memulai pembicaraan dari mana.


Hufff lo bisa fidira hibur dia!! Pekiknya dalam hati menyemangati dirinya.


"Hmm... Pak bos bisa nggak anterin saya? " Tanyanya sok bodo amat.


Afkan terdiam


Malah dicuekin ni batin fidira mencebikan bibirnya.


"Pak bos? Bisa gak? " Tanya fidira sedikit memaksa.


Afkan masih diam namun tiba tiba mobil melaju meninggalkan parkiran kantor. Fidira segera memasang sabuk pengamannya dan langsung membuka jendela mobil.


Aduh gue bilang mau kemana ya, bego lo fi.. Lo kan nggak ada tujuan pikirnya cuma basa basi doank memutar otak.


"Kemana? " Tanya afkan membuka pembicaraan.

__ADS_1


Fidira melirik afkan, memejamkan mata nya sejenak untuk mencari ide. Beberapa detik kemudian fidira tengah tersenyum lebar membuat afkan bingung sendiri.


"Ke-itu.. Ke toko buku ya... Ke toko buku.. " Fidira menggaruk rambutnya yg tidak gatal.


Afkan menaikan sebelah alisnya "toko? Buku?" ia sedikit merasa heran, Mengapa seorang fidira repot repot ke toko buku.


"I-ya.. Buku toko... Yg deket deket aja plus murah. Okeyy? " Fidira tersenyum bodoh.


Afkan mempercepat laju mobilnya menuju toko buku terdekat. Selama perjalanan tidak ada perbincangan, hening, sepi, sunyi dan krik krik. Masing - masing sibuk dengan pikirannya sendiri.


Tanpa di sadari mobil afkan telah terparkir di depan sebuah toko buku yang sangat besar sangking besarnya fidira sampai melongo.


"Nggak keluar? " Tanya afkan membuyarkan pikiran negatif fidira tentang dompetnya yg bakal kosong.


"Ah... A.. Ja-di... Jadi donk" Fidira segera melepas sabuk pengaman nya dan segera keluar.


Fidira mendongak memperhatikan betapa elegannya bangunan yg berada tepat di depannya, fidira tersenyum senang ia segera masuk tanpa memikirkan apapun.Sangking senangnya ia sampai lupa dengan seseorang yg mengantarnya.


"Kebiasaan" Gumam afkan keluar dari mobil dan mengikuti fidira. Karena jika di biarkan fidira bisa hilang dan malah merepotkan nya.

__ADS_1


Baru kali ini fidira pergi ke toko sebesar itu, fidira terus menyinggung senyumnya selama berjalan melihat lihat buku.


Afkan yg berjalan mengekori fidira sedikit heran kenapa fidira terus tersenyum dengan berjalan.


Brukk


Fidira berhenti tiba tiba, membuat afkan menabrak tubuh bagian belakangnya.


"Kamu udah gila? " Kesal afkan mundur satu langkah di belakang fidira.


Tanpa menjawabnya fidira berbelok ke bagian buku novel. Mau tidak mau afkan harus mengikutinya. Fidira dengan cepat mengambil keranjang dan memilih semua novel romansa yg terpajang di sana.


Namun saat ingin mengambil buku yg berada di rak atas, fidira tidak dapat menggapainya walau ia sudah berjinjit sampai mau manjat rak nya.


"Susahnya jadi orang pendek" Keluhnya menatap buku yg di inginkanya berada di rak paling atas.


"Lagian buat rak tinggi banget, juga bukunya di taruh sana lagi. Nggak ada tangga apa kursi gitu apa? " Fidira mengomel tanpa henti hentinya, menyalahkan semua apa yg ada di sana.


Tanpa bertanya afkan mengambil novel yg di inginkan fidira. Fidira tersenyum senang, namun apalah dayanya. Sempat di buat senang dengan aksi afkan barusan, ternyata novel itu bukan untuk fidira melainkan untuk afkan sendiri.

__ADS_1


Baru aja mesem mas udah di buat manyun aja! Dasarr batin fidira dengan malas menyeret keranjangnya, mengekori afkan yg sudah melenggang pergi meninggalkannya sendiri.


__ADS_2