Perjanjian Cinta

Perjanjian Cinta
49


__ADS_3

"Ya habisnya kamu lucu meragainnya, emang saya gitu?" jelas afkan tersenyum tipis.


"Yee..saya ini hanya mengungkap fakta sebenarnya" jelas fidira.


"Oo" dingin afkan


"Tu tu kan jadi cuek lagi...kebiasaan!" ucap fidira menunjuk wajah afkan yg mulai datar.


"Hm..emang sih mood saya sering..yaa berubah ubah" jelas afkan


"Yaa...emang sih... Saya juga iya...kadang bawaannya pengen marah mulu,kadang juga pengen ketawa" jelas fidira sambil terus berjalan dan menatap ke depan.


"Emang manusia susah di tebak!" sahut afkan.


"Hmm...tpi gini pak bos...saya saranin..kalo sikap pak bos lebih perhatian dan manis itu bakal uuhhh yg nemplok itu cewek cewek banyak" jelas fidira panjang lebar.


"Tpi pak bos juga harus cuek cuek gimana gitu...masutnya tu...cuek dingin nya tu sama orang lain. Tpi buat cewek yg pak bos suka atau pacar gitu...sikapnya harus manis pokok nya sampek diabetes" panjang lebar fidira bercerita. Afkan yg mendengar hanya tersenyum melihat ekspresi ekspresi fidira.


"Kasian kalo sampek diabetes!" jawab afkan menanggapi.


"Yaa..yg diabetes tu hatinya donk...coba kalo pak bos tiap hari senyum kayak gini. Di jamin hati bi inah leleh" ucap fidira yakin.


"Kalo hati kamu?" tanya afkan spontan membuat fidira tersentak dan menghentikan langkahnya.


"Kok berhenti?" tanya afkan


"Gak papa!" jawab singkat fidira melanjutkan jalannya.


"Hmm, saya cuma bercanda..gak usah baper" goda afkan


"Ehh...siapa juga yg baper...saya mah udah kebal sama gombalan receh para cowok" ucap fidira songong


Tidak terasa sang surya mulai memancarkan sinarnya. Para penghuni rumah juga sudah mulai melakukan aktivitas pagi. Seperti menyiram tanaman,membeli sayur dan berolahraga.


"Aduh...pengantin baru mesra banget!" goda ibu ibu yg sedang membeli sayur.


"Jadi pengen!" sahut abang tukang sayur.


"Aduh...pasangan muda bikin iri" heboh para ibu ibu.


"Heee" hanya cengiran yg di kembangkan oleh fidira. Sedangkan afkan hanya tersenyum kikuk.


"Assalammuallaikum" tariak heboh fidira masuk ke dalam rumah dan merebahkan tubuhnya ke sofa. Di ikuti afkan dari belakang.


"Waallaikumssalam" sahut bi inah dari dapur.


"Huff...capek juga ni kaki,ngantuk lagi!" keluh fidira berbaring di sofa.


Sedangkan afkan hanya diam bermain ponselnya di sebrang sofa fidira.


"Ini non...den...minumnya" ucap bi inah membawa dua gelas air putih.


"Iya bi makasih" jawab afkan tanpa menoleh sedikit pun. Sedangkan fidira tidak menjawab.


Bi inah hanya heran dengan pasangan baru ini yg tidak terlihat seperti pasangan pada umumnya.


Beberapa saat kemudian afkan menutup ponselnya dan meneguk air putih yg tadi di sajikan.


Drrtttt drrtttt


Ponsel fidira berdering dalam genggaman tangannya,namun tidak ada tanda tanda jawaban dari fidira.


"Fi...hp kamu bunyi tu!" ucap afkan membangunkan fidira.


"Fi...fi..." ucap afkan menggoyang pelan kaki fidira.


"FIDIRA!!" bentak afkan mencubit hidung fidira. Membuat fidira dan bi inah yg berada di dapur kaget tidak kepalang.


"I-ya...pak boss....siap..huaaahhh" jawab fidira menguap.


"Jorok kamu!" ucap afkan meninggalkan fidira.


Fidira mulai mengecek ponselnya ada 23 pesan masuk dan 1 panggilan tak terjawab.


"Yaampun hampir aja gue lupa!" gumam fidira bergegas menuju kamarnya.


Pukul 07.00 pagi


Fidira keluar kamar dengan pakaian rapi. Biasa dengan jeans hitam,kaos putih pendek dan hoodie kuning yg masih di tentengnya.


"Sarapan dulu non!" panggil bi inah menyiapkan sarapan.


"Eh...gak bi...nanti aja!" jawab fidira terburu buru memakai sepatu nya.


"Mau kemana? Kok buru buru non" tanya bi inah


"Ada urusan bentar...yaudah fidira pergi dulu...assalammuallaikum!" pamit fidira keluar rumah.


"Waallaikumssalam" jawab bi inah dan afkan yg sedari tadi berada di meja makan.


"Kira kira non fidira kemana ya den?" tanya bi inah pada afkan.


"Gak tau" singkat afkan menghabiskan sarapan nya lalu pergi ke atas.

__ADS_1


***


Pukul 12.30 siang


Afkan turun dari kamarnya,terlihat bi inah menyiapkan makan siang.


"Fidira belum pulang bi?" tanyanya duduk di kursi meja makan.


"Belum den" jelas bi inah.


"Hm"


"Katanya tadi bentar..tpi kok lama ya den?" tanya bi inah


"Hm..gak tau"jawab afkan singkat.


*ini pada kenapa sih?* batin bi inah.


Di tempat lain....


"Meja nomer 5..belum di buatin!" ucap fidira terburu buru.


"Makan siang rame juga..baru sehari ni" jelas rafa sedikit keteteran.


"Alhamdullillah donk..semoga tiap hari kek gini" syukur fidira membawa pergi sebuah nampan yg berisi 2 gelas minuman.


"Cepet!! Gess...nambah terus!" ucap ian yg baru masuk ke area dapur membawa nampan.


"Semangat" teriak elma yg sibuk mencuci piring dan gelas yg kosong yg menumpuk.


"Fokus fokus" sahut nando yg sibuk meracik kopi.


Pukul 18.00 malam


Afkan turun untuk makan malam,terlihat makanan telah siap di meja makan.


"Den..bibi pulang dulu ya!" suara bi inah dari dapur


"Iya bi..udah di jemput kan?" tanya afkan


"Udah den...oiya non fidira belum pulang lo!" lapor bi inah


"Hah? Dia belum pulang?" tanya afkan kaget.


"Iya..emang den afkan nggak di kabarin?...mending di telpon atuhh...bibi pamit dulu. Assalammuallaikum!" pamit bi inah.


"Waallaikumssalam" jawab afkan menganggukan kepalanya.


"Dia kemana sih?" gumam afkan mulai membuka ponselnya.


Tut...


Tut...


"ALLO?" teriak seseorang dari sebrang sambungan telepon.


"Kamu di mana?" tanya afkan


"Ini pak bos...saya....eh...IYA BENTARR!!" sahut fidira yg tiba tiba berteriak pada seseorang.


"Fi? Kok rame kayaknya?" tanya afkan menyelidik.


"Hmm..nanti aja pak bos...saya pulang malem. beyye!!" jelas fidira terburu buru.


Tut


"Malah di matiin"gumam kesal afkan menuju meja makannya.


Pukul 22.00 malam


Afkan mondar mandir tidak jelas di ruang tamu. Berkali kali ia menelpon dan mengirim banyak pesan pada fidira namun tidak ada jawaban.


" kemana sih?" kesalnya keluar rumah berdiri di ambang pintu.


Beberapa saat kemudian terdengar suara motor fidira dari kejauhan.


"Eh...tu dia!" gumam nya masuk ke dalam rumah.


Breuummm


Motor fidira terparkir di garasi rumahnya.


"Assalammuallaikum" ucap fidira nyelonong masuk.


"Waallaikumssalam" jawab afkan berdiri dihadapan fidira.


"Hm?" tanya heran fidira


"Kemana aja?" dingin afkan


"Ada deh..." santai fidira beranjak menuju kamarnya. Namun tangan fidira sudah tahan oleh afkan.


"Apaan?" gerutu fidira.

__ADS_1


"Jawab dulu! Kamu punya hp buat apa sih?!" tanya afkan.


"Hehe...batrai lobat" ringis fidira menunjukan ponselnya yg mati total.


"Kemana?" tanya afkan dingin


"Ada deh...kalo mau tau..cek instagram aku ya...fidira_yoi...follow juga..khusus pak bos langsung tak follback ni!!" jawab fidira panjang lebar.


"Huff"


"Udah? Kalo udah boleh kan saya pergi bobok?" tanya fidira menunjukan wajah sok imut nya.


"Serah deh" ucap afkan meninggalkan fidira menuju kamarnya.


"Yahh...yg nutup pintu gue ni" gumam fidira sembari menutup pintu.


Di kamar afkan hanya memikirkan kata kata fidira. Ia ingin tau apa yg dilakukan fidira seharian ini.


"Dowload enggak dowload enggak" gumam afkan menatap layar ponselnya yg masuk ke situs playstore.


"Dowload aja deh" gumam nya menekan tombol hijau untuk mendowload instagram.


Yaa emang selama ini afkan nggak pernah punya sosial media...dia lebih tertutup orangnya.


"Namain apa ya?" gumamnya


"Ahhkkk...masa gini doank bingung sih gue!" kesal nya mengacak acak rambutnya.


15mnt kemudian....


Afkan sudah membuat akun instagram nya,dan mulai mencari nama akun fidira.


"Hmm?...dia ngapain di sini?" gumamnya menatap uanggahan foto fidira bersama ian,jojo,elma,rafa dan nando saling merangkul di sebuah kafe,dengan caption 'tanpamu hidup ini terasa b aja😂. Semangat buat kedepannya💪'


Afkan semakin tertarik dengan berbagai unggahan fidira di akun instagram nya.


Tanpa di sadari bibir afkan tersenyum simpul melihat salah satu unggahan fidira saat bersamanya dan ian di bandara singapura. Dengan caption 'my friend and dangerous bos😂canda ahh...my good boss😋'


"Ada ada deh dia?"gumamnya dengan senyuman mengembang.


Cukup lama afkan bermain sosial media,mata afkan pun mulai lelah menatap layar ponselnya. Tanpa di sadari afkan tertidur dengan layar ponsel yg masih menyala dalam genggamannya.


***


"Pagiiii" teriak fidira duduk di meja makan.


"Pagi juga non" balas bi inah menyiapkan makanan.


"Bibi masak apa?" tanya fidira


"Masak ikan lele goreng" jawab bi inah.


"Hmm...gass yukkk!!" semangat fidira mengambil nasi.


Afkan baru turun dan duduk di meja makan. Tanpa menyapa afkan langsung mengambil nasi.


"Bi kok ikan lele?" tanya afkan


"Bibi bingung den mau masak apa?" jelas bi inah.


"Yaudah deh,buatin kopi aja!" suruh afkan mengembalikan nasi yg di ambilnya tadi.


"Iya den" jawab bi inah.


"Bii...masakan nya enak banget!! Besok masak ikan lele lagi ya!??" teriak fidira hanya heboh.


"Hm" bi inah hanya tersenyum menanggapi.


"Besok ganti bi menunya, jangan masak ikan lele lagi!" sahut afkan dingin.


"Why?... Enak lo" gerutu fidira menatap afkan.


"Ck" datar afkan.


"Gak percaya... Coba in deh!" ucap fidira menyodorkan sesendok ikan lele plus nasi miliknya.


"Nggak kamu aja!" tolak afkan menggeleng.


"Coba dulu!!...katanya kalo nggak kenal kan nggak sayang. Ye kan?" fidira terkekeh


"Gak!" dingin afkan


"Ayolah pak boss! Sesuap aja! Ni..tak suapin...udah disuapin cewek cantik kok gak mau?" goda fidira menaik turunkan alisnya.


"Ke PD an kamu!" ucap afkan melahab suapan fidira.


"Gimana? Enak kan?"


"Biasa aja!" jawab afkan singkat.


"Gak usah naif deh...kalo enak bilang aja!" fidira tersenyum sinis.


"Maksa banget" gumam afkan.

__ADS_1


"Gak maksa sih... Jujur ni gak enak beneran pakek banget?" panjang lebar fidira menikmati sarapannya.


__ADS_2