Perjanjian Cinta

Perjanjian Cinta
eps.21


__ADS_3

Ian terus menghubungi fidira, saat pukul 10.00 wib. Ian lagi lagi menelpon fidira.


Tut...


Tu..**


"Hallo?"


"Hallo,fi lo kenapa sih di telpon nggak di angkat? Dan lo gak masuk kerja apa? " Tanya ian panik


"Hmm, maaf ya,,, hehe gua tu baru bangun tidur" Jawab fidira santai


" Lo baru bangun?! gila apa lo? " Tanya ian yg nggak abis pikir fidira baru bangun tidur.


" Biasa aja, nggak gila gila banget wkwkwk" Jawab fidira cekakak an


"Lo nggak kerja apa? Kebo banget sih lo...parah deh!!! " Jawab ian


"Enggak" Jawab fidira santai


"Lo kenapa? Sakit? Gue ke kos an lo ya? " Tanya ian panik


"Nggak usah, we nglejing engko? " Tolak fidira


"Nyp nglejing? " Tanya ian


" Aku ki nk sidoarjo lo,makane mbangkong" Jawab fidira santai


"Hah?? Lo di sidoarjo?? Kapan? " Tanya ian kaget


"Tadi malem,,, jam 8 malem berangkat" jawab fidira


"Sendiri? "Tanya ian


"Iya lah, naik motor kok" Jawab fidira


"Lo berani banget cewek malem malem pulang jauh? " Tanya ian kesal


"Udah deh, gua gpp kok jam 3 pagi dah sampek, udah ya mau live streaming ni, nonton ya. Byee" Tutup fidira


Tutt...


"Gila tu fidira, pulang kok nggak bilang bilang. Kan gue juga mau ikut, hufff" Petik ian kesal


Dari tadi ian terus bergumam kesal, sampai sampai afkan mendengar nya.


"Kenapa kamu? " Tanya afkan


"Nggak papa pak, hehe cuma lagi kesel aja" Jawab ian agak ragu


"Oiya kamu tau fidira di mana? " Tanya afkan


" Hmm fi-fidira katanya sih pulang kampung pak"jawab ian ragu


"Emang rumah nya di mana? " Tanya afkan serius


"Di sidoarjo pak" Jawab ian singkat


"Yaudah makasih ya"

__ADS_1


"E-emm pak, emang fidira udah izin? " Tanya ian ragu


"Udah kok" Jawab afkan singka


t


"Baik pak, terima kasih" Jawab ian lalu pergi


***


Sudah tiga hari fidira tidak masuk kerja, membuat ian heran. Karena penasaran ian menelpon fidira


Tutt


"Hallo"


"Tumben ngangkat nya cepet? Biasanya kan lemot, haha" Goda ian


"Nggak usah bertele tele!!! Gass apa gue tutup ni? Sibuk gue" Jawab fidira kesal


"Kok marah sih? Gue cuma mau tanya lo kok belum masuk kerja? " Tanya ian serius


"Ooo i-ituuu.... " Jawab fidira ragu


"Itu apa? Pasti bengong" Tebak ian


"Gu-gue kayak nya udah nggak kerja lagi" Jawab fidira ragu


"Whattt?? Lo berhenti? Apa lo di pecat? " Ian syok mendengar kabar itu


"I-iya gu-gue hmmm ngundurin diri" Jawab fidira ragu karena ia tau ian pasti marah dan kecewa


"E-enggak kok, sorry ya, please!! " Pinta fidira merasa bersalah dengan ian


"Aaaa dasar lo, ngundurin diri nggak ngajak ngajak! " Jawab ian


"Hmm?! Lah lo kanapa jadi ikut ikutan... stres ya lo? " Tanya fidira kaget karena ian berkata seperti itu


"Enggak sih canda doank hehe" Canda ian


"Dasarr!!! Yaudah repot gua, dirumah malah disuruh suruh sama ibu gue. Nyesel gue pulang" Curhat fidira pasrah


"Yahhh ada yg nyesel, nanti lo nyesel lagi kalo temen lo yg ganteng ini bakal ninggalin lo" Canda ian dengan tertawa


"Gua begal lo, haha" Fidira juga ikut tertawa


"Yaudah, jangan terlalu kebo di sana, ibu mu nanti marah marah. Daaaa.... Sayang,, haha" Canda ian


"Mana ada kesempatan ngebo di sini, byeee.... Zeyeng.... iiuhhh hahaha" Jawab fidira dengan tertawa


Tuuuutttt


Panggilan di akhiri.


****


Sudah seminggu fidira pulang kampung, ian yg bekerja merasa sepi tanpa kehadiran fidira di kantor, ian lebih sering melamun, jarang ke kantin, dantak bersemangat. Namun suatu hari...


Afkan tiba tiba datang ke ruangan ian, semua orang yg berada di ruangan itu merasa terkejut karena jarang sekali afkan datang ke ruangan tersebut. Afkan lansung menuju meja ian yg berada di lorong 8, tanpa menghiraukan tatapan tatapan para karyawan.

__ADS_1


"Ian saya ingin bicara sama kamu!! Ikut saya" Pinta afkan kepada ian, ian hanya mengangguk dan langsung mengikuti afkan.


Sampai lah mereka di ruangan afkan.


"Ada apa pak? " Tanya ian heran


"Kamu tau dimana fidira? " Tanya afkan


"Fidira pulang kampung pak" Jawab ian


"Dimana rumah nya? " Tanya afkan


"Sidoarjo pak" Jawab ian singkat


"Sidoarjo mana? " Tanya afkan sambil duduk di kursi kerjanya


"Nggak tau pak pas nya"


"Kamu kan temen deket nya masa nggak tau" Tanya afkan


"Kalo pas nya saya nggak tau pak, dan.. Kenapa pak afkan nggak liat di data diri fidira kan pasti ada" Protes ian


"Hmmm iya ya... Bener kamu, bantu saya cari ya? " Pinta afkan agak nglejing


"Siap bos" Jawab ian sigap


Ian dan afkan terus mencari dokumen data fidira, Ian merasa heran kenapa afkan sangat ingin bertemu fidira. Karena rasa penasaran nya ian memberanikan diri untuk bertanya.


"Maaf pak, sepertinya bapak sangat membutuhkan alamat itu? " Tanya ian dengan sedikit ragu


" Apa fidira sudah bercerita sesuatu ke kamu? Tentang masalahnya? " Tanya afkan tanpa mengalihkan perhatiannya mencari dokumen.


"Apakah tentang masalah pak afkan dan fidira? " Tanya ian


"Iya,apa kamu sudah tau? " Jawab afkan


"I-ya pak, fidira sudah cerita ke saya,,,,,, ketemu!!! Ini pak dokumen nya" Ian sudah menemukan dokumen yg berisi data diri fidira.


"Iya terima kasih,kamu boleh kembali bekerja sekarang" Jawab afkan


"Siap pak!! " Jawab ian merasa bingung karena afkan tidak jadi cerita, ian pun pergi keluar.


***


Beberapa hari kemudian afkan kembali menemui ian di ruangan nya. Meminta ian untuk ke ruangannya.


"Ada apa pak? " Tanya ian bingung


"Besok saya mau ke rumah fidira, kamu temenin saya ya? " Pinta afkan


JANGAN LUPA


LIKE


VOTE


AND


KOMENN

__ADS_1


__ADS_2