Perjanjian Cinta

Perjanjian Cinta
eps.26


__ADS_3

***


Keesokan harinya fidira masuk kerja seperti biasa karena keterangan mengundurkan diri nya belum ada tanggapan dari afkan.


*selamat datang di pekerjaan membosankan* batin fidira menghela nafas kasar.


Fidira langsung menuju ruangan nya. Terlihat di meja kerjanya banyak tumpukan kertas.


"Wahhhh!! Gila ni, banyak banget asem!!" ucap fidira seraya menggebrak tumpukan buku.


" ya itu tugas kamu yg tertunda seminggu yg lalu" terdengar suara dari dalam ruangan afkan.


Fidira yg mendengar nya bergegas membuka pintu ruangan afkan. Tapi...


Brukkk


Fidira menabrak afkan yg juga ingin keluar ruangan.


"Aduhhh!!! Pak bos kok keluar sih?" tanya fidira kesal karena kepalanya membentur dada afkan.


"Heh...masak saya nggak boleh keluar sih? Harus nya yg bilang aduh!! Tu saya bukan kamu. Dada saya kan sakit kamu bentur pakek kepala." jelas afkan yg tidak terima.


"Ya bilang aja!" jawab fidira cuek lalu sambil bersedekap di dada.


"Bilang apa?" tanya afkan bingung dengan sikap fidira.


"Katanya tadi mau bilang aduh!! Sakitt!! Dada sayaa!! ,huufff" ucap fidira lalu pergi ke meja kerjanya. Afkan hanya menggelang gelengkan kepala nya atas sikap fidira.


Fidira mulai mengerjakan semua pekerjaan nya satu per satu. Ia memutuskan untuk lembur hari ini. Fidira sampai melewatkan makan siang nya tdi,syukur lah ian membawakan bakso ke ruangan nya.


Jam pulang karyawan telah tiba. Fidira segera Mengirim pesan pada ian.


'Yan gua lembur dulu an aja! 😪' pesan dari fidira.


Ting


Bunyi ponsel ian lalu membuka pesan singkat dari fidira.


"Tersiksa banget ni bocah kayak nya" gumam ian seraya tersenyum.


'Oke semangat fidira, bentar lagi jadi nyonya bos lo. Semangat😘' pesan singkat ian


Ting


Fidira segera membuka ponsel nya.


"Ngajak war ni bocah, hufff" kesal fidira sambil mengirim emot marah pada ian.


"Kamu nggak pulang?" tanya seseorang di ambang pintu ruangan afkan.


" gimana mau pulang tugas nya banyak banget" ucap fidira dengan kesal dengan melanjutkan pekerjaan nya.


" udah besok aja, kamu boleh pulang" ucap afkan lalu pergi.


"Hufff besok besok numpuk terus donkk, hari ini aja belum kelar apa lagi besok? Udah ah lembur aja. Sekali kali " gumam fidira seraya mengerjakan tugas tugas nya.


Fidira bekerja sampai larut malam, fidira sampai melewatkan makan malam nya. Tidak terasa fidira tertidur dengan lelap di meja kerjanya.


Ceklek


Pintu ruangan fidira terbuka ada seseorang masuk ke sana namun fidira tetap tidur dengan posisi duduk sedari tadi.


"Ck ,menyusakan" gumam afkan mendekat ke meja fidira. Lalu menatapnya, tidak terasa terukir sedikit senyuman di wajahnya.


"Kata nya mau lembur jam 9 aja udah molor." guamam nya sambil melepas jas nya dan memakaikan pada fidira.


***

__ADS_1


Keesokan paginya fidira mengerjap kan mata perlahan lalu membuka matanya.


" huaaahhh,,, gua di mana?" gumam fidira sambil mengucek matanya.


"Kebo banget kamu ternyata" ucap seseorang dari arah belakang. Fidira terkejut lalu menoleh.


"Pak bos!? " lalu fidira melihat sekelilingnya.


*perasaan gue tadi malem ketiduran di meja gue deh, kok berubah jadi sofa* batin fidira dengan menggaruk garuk kepalanya.


"Kok bangong? masih ngumpulin nyawa? Atau bingung kok kursi nya berubah jadi sofa?" tanya afkan dengan tetap menatap layar laptopnya.


" apaan sih? Masa saya tadi malem terbang sih?" tanya fidira seperti orang bego. Afkan hanya tersenyum lalu menggeleng.


"Whattt!!!???" teriak fidira setelah membuka ponsel nya dan melihat jam yg sudah menunjukkan pukul 07:25 pagi. Fidira langsung bangkit dari sofa masih menggunakan jas afkan tanpa pamin ia berlari ke arah pintu.


Brukk


Fidira menabrak kaca yg ada di samping pintu keluar ruangan.


"Aduhhh!!! Nyawa gue belum ngumpul semua" ucap fidira sambil menggosok jidat nya lalu keluar.


"Aneh" gumam afkan seraya tersenyum.


Sedangkan fidira bergegas turun dengan jas yg masih menempel di badan nya, rambut yg tidak teratur, dan wajah kusutnya. Banyak para karyawan yg melihat fidira dengan heran. Namun fidira tidak peduli.sampai suara yg tidak asing baginya memanggil.


" fi, lo mau kemana?" tanya ian berbisik


Fidira menarik ian ke parkiran.


"Apa? Gua nggak denger" ucap fidira


"Lo mau kemana? Dan ini jas siapa? Nggak biasa lo pakek jas" selidik ian


Fidira menatap diri nya yg memakai jas


"Hah!? Ini Jas siapa ya? Kok bisa nempel?" tanya fidira panik


"Tadi pagi? Hmm...yaaampun!!!" teriak fidira sambil melepas jas nya.


"Kenapa? Shok gitu, oiya dan wajah lo kusut banget, nggak mamdi ya lo?" tanya ian dengan meledek.


" udah deh pulang dulu gua" ucap fidira sambil Memakai helm dan langsung pergi.


"Kok aneh sih?" gumam ian menatap kepergian fidira.


Sampai di kos an nya fidira segera membersihkan diri dan bersiap kembali ke kantor karena tas nya disana. Saat akan menaiki motornya terdengar bunyi pesan.


Ting


Pak bos


' jangan lupa jas saya'


Fidira menghela nafas kasar lalu kembali mengambil jas yg di taruh di kursi computernya tadi,tanpa ingin membalas pesan afkan.


Fidira masuk ke ruangan dengan membawa jas afkan tadi, dan tanpa basa basi fidira masuk ke ruangan afkan terlihat afkan sedang menatap layar laptop nya.


"Pak bos makasih ya" ucap fidira lalu meletakkan jas di sofa. Tanpa mengharap jawaban dari afkan fidira bergegas pergi. Tapi...


" mau kemana?" tanya seseorang dari belakang. Lalu fidira menoleh


"Kerja lah bos, masih numpuk banyak" jawab fidira.


" hmmm" afkan mendekat kepada fidira.


"Oiya jadi gimana acara lamaran nya nanti?" tanya afkan dingin

__ADS_1


"Siapa yg mau nikah?" tanya fidira polos


"Kamu pikun apa gimana sih?" tanya afkan mulai kesal


"Nggak!! emang nggak tau siapa yg mau lamaran atau pun nikah" jawab fidira yg juga mulai kesal.


"Papa minta pernikahan kita diadain minggu depan" jelas afkan


"Saya nggak nikah kok" jelas fidira sambil memainkan kuku kuku nya.


"Kamu tu..." ucapan afkan terhenti karena fidira lebih dulu memotongnya.


"Yg mau nikah tu pak bos ya? Bukan saya! Jadi pikir sendiri aja" jelas fidira sambil menunjuk afkan,lalu pergi.


Fidira kembali bekerja dengan kesal begitu pun dengan afkan yg kembali bekerja dengan kesal.


***


Fidira bekerja seperti biasa, tidak ada percakapan dengan afkan sejak terkahir kali mereka bertengkar.


Saat jam makan siang...


"Fii lo kpn nikah nya?" tanya ian dengan berbisik.


Fidira menatap ian tajam. Ian langsung terdiam. Mereka duduk di pojok langganan mereka.


"Ni gua traktir air putih buat lo, biar gk gampang marah! " Ucap ian menyodorkan air mineral sambil tersenyum manis.


"Gue tau lo bujuk gue supaya gk marah sama lo! Makanya lo pakek jurus kegantengan lo, yg bisa bikin gua leleh! Euhh!! " Ucap fidira sambil memukul pundak ian pelan.


"Kalo tau gak usah nanya" Ucap ian tertawa


"Nraktir kok cuma air doank? " Tanya fidira menggebrek air mineral.


"Katanya lo orang sehat, jadi air yg sehat" Jelas ian membuat fidira mengangguk dan meminum air tersebut.


Tiba tiba...


Brukkk


Semua mata orang kantin tertuju pada sumber suara.Seseorang menggebrak meja fidira dan ian, sampai membuat fidira tersedak.


Uhuk.. Uhuk..


"Eh fi..? " Tanya ian sambil menepuk punggung fidira.


"Lo apa apa an sih? " Tanya ian kesal kepada cewek yg terkenal sombong yaitu sahila bendahara kantor.


"Eh lo yg apa apa an? Gak usah belain cewek rendahan yg ngembat dua cowok sekali gus" Jawab sahila dengan menunjuk wajah fidira.


"Masud lo!? " Tanya ian dengan tangan mengepal


"Di bayar berapa lo sama pak afkan? Sampek lo rela tidur di kantor sama dia?" Ucap sahila dengan senyum sinis nya.


Fidira yg dari tadi diam, sudah tidak dapat menahan emosi, fidira menggebrak meja lalu mengambil air meneral yg diminumnya, menyiramkannya kepada sahila dengan kasar.


"Aaaaaa.... " Teriak sahila sambil mengepalkan tangan kuat.


Hallo gess


Happy reading ya.


Tolong dukung karya pertama aku ini.


Vote


Like

__ADS_1


Comment


Kasih masukan buat karya ku semoga bisa kadi lebih baik.😊


__ADS_2