
Mereka menggelar pesta sesederhana mungkin hanya menaruh beberapa balon untuk tempat foto agar lebih estetik. Mereka menikmati pesta bersama dengan canda tawa, bahkan afkan yg jarang sekali tersenyum dapat menyinggung senyuman malam itu. makan, bernyanyi, dan mengambil banyak foto adalah kegiatan wajib yg mereka lakukan.
***
Tok tok tok
"Iya dengan siapa? " Tanya bi inah yg mendapati seseorang dengan jaket merah khas kurir pengirim paket.
"Apa ini benar rumahnya mbk fidira seftiana? " Tanyanya
"Iya... Ada apa mas? "
"Ini ada paket buat mbk fidira. Tolong tanda tangan di sini! " Kurir menyerahkan sebuah kertas kecil pada bi inah.
"Terima kasih.. Saya permisi dulu" Kurir itu pun pergi setelah memberi sebuah kotak pada bi inah.
Bi inah menaruh kotak tersebut di atas meja komputer fidira.
***
Fidira baru pulang dari kantor dengan langkah malasnya menuju kamar. Tanpa aba aba fidira merebahkan tubuhnya di ranjang dan langsung tertidur.
Pukul 18.30 malam
Afkan menuruni tangga menuju meja makan untuk makan malam.
"Malam den" Sapa bi inah menyiapkan makanan.
"Malam bi... " Jawabnya.
__ADS_1
"Malam semua" Suara serak khas bangun tidur terdengar.
"Malam non... Baru bangun tidur ya? " Tanya bi inah.
"Hm" Fidira duduk dengan malas dan menenggelamkan wajahnya.
"Kamu belum mandi? " Tanya afkan tiba tiba.
Fidira menggeleng
"Non jangan malam malam mandinya! Dingin lo" Saran bi inah.
"Iya bi.. "
"Cepet mandi sana! " Suruh afkan
"Nanti" Tolak fidira
"Iya gak papa" Santai fidira yg malah mengambil makanan.
"Mandi dulu fi! Jorok! "
"Iya iya! " Fidira pun bangkit dan melakukan aktifitas mandinya.
"Gitu aja ribet banget! " Gumam afkan kesal.
Beberapa menit kemudian fidira telah kembali dengan wajah yg lebih segar dan membawa sebuah kantung kresek.
"Ni pak bos" Fidira menyerahkan kantung kresek tersebut.
__ADS_1
"Apa? " Tanpa menerima afkan hanya melanjutkan makannya.
"Serah deh" Fidira menggeletakan katung tersebut di atas meja makan dan duduk mengambil makanan.
"Oiya non.. Tadi ada kurir yg ngirim paket buat non... Bibi taruh di meja komputer" Jelas bi inah.
"Paket? Dari siapa bi? " Fidira bertanya tanya.
"Gak tau non.. Orangnya gak ngomong"
"Hm.. Yaudah makasih bi, tak liat e dulu" fidira meninggalkan makanannya.
Afkan membuka kantung kresek yg di berikan fidira, afkan membulatkan matanya saat melihat sebuah boox ponsel baru dan juga...1 cup ice cream vanilla yg kelihatannya sudah mencair. Afkan hanya tersenyum tipis akan hal itu.
Fidira kembali dengan membawa paket yg di jelaskan bi inah tadi.
"Ini kan bi?" tanyanya menunjukan kotak paket.
"Iya non"
"Hmm kita lihat...nama pengirim gak ada....tanpa identitas gini ya?" gumam fidira melihat semua sisi paket
"Langsung buka aja!" sahut afkan yg sedari tadi memperhatikan.
"Iya juga sih...tpi kalo isi nya boom gimana?" tanya fidira
"Biarin!"
"Oke kita buka...eh bentar live ig dulu...unbooxing ni gesss!" fidira menyalakan live ig nya.
__ADS_1
"Ribet banget" gumam afkan sedangkan bi inah hanya tersenyum.
"Oke..gess jumpa lagi sama gue...kali gue bakal cerita sama kalian...gue tadi baru dapet paket dari orang tak dikenal ya gess....kelihatan mencuriga kan sekali...nah maka dari itu gue ajakin kalian buat buka barengan. Ini real ya gess bukan settingan ni...." fidira ngomong tanpa henti hentinya di depan ponselnya dengan berusaha membuka kotak paket tersebut.