Perjanjian Cinta

Perjanjian Cinta
46


__ADS_3

Afkan menghentikan langkahnya.....begitu pula dengan fidira.


"Udah ngomelnya?...kapan kita belanjanya?" ucap afkan menatap fidira.


"Haisss!!! Iya iya" ucap fidira mulai membuka ponselnya.


Fidira berjalan kembali meninggalkan afkan, fidira mulai mencari pedagang yg akan di tujunya.


"Pak...berapa bawang ni?" tanya fidira pada seorang pedagang.


"25000 per kg nya mbk" jawab pedagang.


"25rb...nggak nggak nggak...23rb saya ambil" ucap fidira.


"Yahh mbk...masih pagi lo ini" ucap pedagang memelas.


"23rb saya ambil kalo nggak boleh saya pergi ni?" ancam fidira.


"Yaa..buat mbknya mah..23 aja...tpi belanja banyak kan?" tanya pedagang dengan senyuman.


"Tenang pak! Stock lagi krisis ni...tpi...diskon ya?" ucap fidira menaik turunkan alisnya.


"Siap mbk..masalah diskon mah gampang!" ucap pedagang bersemangat.


Fidira memilih dan menyebut bahan bahan yg di carinya, terkadang fidira juga terlihat memarahi pedagang tersebut namun si pedagang malah tertawa tebahak bahak dengan fidira.


Afkan yg sedari tadi menunggu di belakang,tersenyum melihat bar bar nya fidira dalam tawar menawar.


"Semua...95.500 mbk" ucap pedagang memberi nota.


"Okey bentar..." ucap fidira menoleh ke kanan dan kiri dan juga berputar ke belakang.


"Pak bos bayar! 95.500" ucap fidira pada afkan.


Afkan merogoh saku celananya dan memberi sebuah dompet tebal pada fidira.


"Hm?" tanya fidira bingung.


"Bawa aja dulu! Beli semua yg di perluin!" ucap afkan memberi sebuah dompet.


"Enggak enggak..." tolak fidira angkat tangan.


"Yaelah gitu doank...ini cepet deh!! Liat orang nya nungguin tu!" ucap afkan menujuk dengan dagu nya.


"Pak bos aja deh!! Please!!" ucap fidira


"Ekhem...debat dulu ya mbk nya? Sikat aja mbk..udah di kasih gitu!" sindir pedagang menahan tawa melihat afkan dan fidira yg berbisik.


"Huff!!" fidira mengambil dompet afkan,dan mengambil 1 lembar uang seratus ribu.


"Ni...kembalinya permen aja!" ucap kesal fidira pada sang pedagang.


"Terima kasih" ucap pedagang memberi sekumpulan permen dengan menahan tawa.


"Hmm" ucap fidira mengambil belanjaannya lalu pergi.


Fidira kembali berjalan dengan menggenggam dompet afkan yg sangat tebal. Di ikuti afkan di belakang nya dengan membawa beberapa belanjaan.


Sampai akhirnya fidira berhenti di penjual ayam.


"Udah mau habis aja bang?" tanya fidira tiba tiba membuat pedagang ayam kaget.


"Gak usah sok kaget lah bang!" ucap fidira menaik turunkan alisnya.


"Yaampun neng...lama gak ketemu! Berapa kilo?" ucap pedagang bersemangat.


"Berapa pak bos?" tanya fidira berbisik pada afkan.


"Terserah!" jawab afkan singkat


"Hmm...3kg aja bang! Diskon ya?" ucap fidira tersenyum.


"Siap neng" ucap pedagang langsung memotong ayam.


"Cekernya abis bang?" tanya fidira


"Ada tinggal dikit" jelas pedagang.


"Bawain sekalian bang!" suruh fidira diangguki oleh pedagang.


"Udah ganti lagi neng?" tanya pedagang tiba tiba.


"Apanya?" tanya fidira heran.


Pedagang menunjuk afkan dengan dagunya.


"Hm?" tanya fidira yg masih bingung.


"Sama ganteng nya sih! Pinter carinya neng" ucap pedagang membuat fidira dan afkan melotot.


"Apaan sih bang... Gak jelas" Ucap fidira melirik tajam penjual.


"Yg mas satu nya kemarin baru kesini neng! Kasian lo sendiri! " Ucap pedagang memberi sekantung kresek ayam.


"Gak usah ngaco bang.... Udah berapa ni? " Tanya fidira.


"115.000rb neng" Ucap pedagang.


Terlihat fidira membolak balik dompet afkan.


"Gak ada receh pa gimana ni? " Gumam fidira mengambil 2 lembar uang seratus ribuan.


"Yaelah neng.. Yg pas aja napa? Biasanya bayar pakek koin banyak sekarung lagi bawanya.... sekarang merah gini" Ucap pedagang memelas.

__ADS_1


"Yaelah bang kalo ada udah tak kasih dari tadi!" Jelas fidira.


"Yaa... Emang keliatan tebel nya neng! " Ucap pedagang memberi uang kembalian.


"Oke... Trimakasih bang! " Ucap fidira berlalu pergi di ikuti afkan dari belakang.


"Sama sama neng ati ati... Jangan sampai lepas! " Teriak pedagang ayam membuat orang orang di sekitarnya menoleh.


***


Di mobil....


Fidira mengecek ponsel nya...


"Udah jam 07.13 aja" Gumam nya mematikan ponselnya.


"Kamu yg lama... Debat segala" Ucap afkan fokus menyetir.


"Yaelah.. Pakbos... Kalo nggak nawar ngapain juga ke sini" Ucap fidira


"Kata nya mau memberi penghasilan ke pedagang kecil, eh malah di porotin" Sidir afkan membuat fidira berfikir sejenak lalu tertawa.


"Iya juga sih... Wkwkwkw... Sebenernya kangen debat aja" Ucap fidira cengengesan.


"Oiya... Ni pak bos dompetnya... Hampir aja saya khilaf" Ucap fidira memberi donpet afkan.


"Khilaf? " Tanya afkan sembari memasukan dompetnya ke saku.


"Saya saranin ya bos... Bawa cash nya itu dikit aja! Jangan se atm di borong di dompet gitu. Kasian dompetnya tahan napas... Pasti sesek! " Ucap fidira panjang lebar.


"Mana merah semua lagi" Tambah lirih fidira.


"Yaaa... Itu bukanya se atm saya borong... Tpi pas lagi ngambil aja! " Ucap santai afkan.


"Copet pasti suka itu mah! " Ucap fidira menyenderkan kepala nya ke kursi.


***


Di garasi...


"Eh fi bantuin! " Ucap afkan membuka bagasi mobilnya.


"Iyeee" Ucap fidira menghampiri.


Mereka masuk kedalam rumah dengan membawa banyak kantung belanjaan.


Mereka menata dan menempatkan bahan bahan sesuai tempat nya, terlihat sangat kompak.


15mnt kemudian...


"Yeayyy selesai! " Ucap senang fidira.


Kreukkk kreukkk


Bunyi lirih terdengar dari perut fidira.


"Mau makan apa? " Tanya afkan membuat kopi.


"Hm............. Hmm... " Ucap fidira berfikir.


"Apa? " Tanya afkan memberi segelas kopi di hadapan fidira.


"Terserah... Yg penting enak! " Ucap fidira mulai menyruput kopi.


"Aaa... Panas panas! " Teriak heboh fidira mengagetkan afkan.


"Makanya hati hati" Ucap afkan mengelap bibir fidira dengan tisu.


Sekian detik tatapan lekat mereka bertemu.


Deg deg deg


Jantung afkan berdebar kencang.


*mati gue* batin afkan


"Ekhem... Hmm... " Suara dehem an fidira memecah keheningan.


"Kamu sih!!! tau kopi panas langsung nyruput aja! " Ucap afkan menjauh dari fidira.


"Iya..... Lagian buat kopi panas banget! Nggak di kasih air dingin apa!? " Omel fidira yg tak mau di salahkan malah nyalahin yg buat 😅.


"Udah di buatin... Nyalahin lagi" Ucap afkan sembari mengupas bawang.


"Hmm... Iya iya" Fidira bersedekap menenggelamkan kepalanya di meja.


Afkan sibuk memasak sedangkan fidira........ Hm...... Sibuk.... Biasalah... Tidur.


"Fi... Fi... Bantuin! " Pinta afkan yg terlihat repot.


Namun tidak ada jawaban dari fidira.


"Fi... Fi... Kamu nga-pain.. " Ucap afkan terhenti ketika melihat fidira tertidur.


"Kebiasaan! " Gumam afkan mengahampiri fidira.


Braakk


Suara gebrakan keras terdengar.


"Astagfirullahhallazim! " Teriak fidira yg reflek langsung memeluk afkan erat.


Deg deg deg

__ADS_1


*kok jadi gue yg baper* batin afkan kesal sendiri.


"Kam-u kenapa? " Tanya afkan sedikit gugup.


"Yaallah... Aduh... Maap moon maap pak bos.... Saya gk bermaksut! " Ucap fidira melepas pelukannya.


"Kamu kenapa sih? " Tanya afkan kembali ke dapur.


"Saya kaget pak boss... Ada suara keras banget deket banget sama saya! " Ucap fidira meminum air. Afkan hanya diam melanjutkan memasaknya.


"Mau di bantuin? " Tawar fidira mendekat pada afkan.


"Udah telat... Mau selesai! " Ucap dingin afkan.


"Alhamdullillah" Ucap fidira bersyukur.


"Kok gitu?" Tanya afkan heran.


"Hehe... Saya bersyukur karena udah jadi... Biar saya gak usah bantu" Ucap fidira cengengesan.


"Hm... Siapin piring nya! " Suruh afkan.


"Siap bos" Fidira segera menyiapkan piring sedangkan afkan membawa masakannya ke meja makan.


"Wahh!!... Sambal goreng tempe kering.... Hmmm... Pasti enak! " Ucap heboh fidira mengambil nasi dan masakan afkan sedikit.


"Kok sedikit? " Tanya afkan mengambil nasi.


......................


"Ini seporsi saya bos" Jelas fidira setelah berdoa.


"Tpi tadi malem di rumah papa kamu makan banyak? " Tanya afkan menyelidik.


"Yaa... Itu kan kelaperan pakek banget! Coba bayangin makan siang aja cuma roti doank... Ya kali kenyang" Jelas fidira mengunyah makanan.


"Hm" Ucap afkan yg juga menikmati makanannya.


***


Pukul 07.45 pagi.


Afkan bergegas masuk ke dalam mobilnya dengan jas yg masih di tentengnya.


Tok tok tok


Seseorang mengetuk kaca mobil afkan.


"Apa?" tanya afkan membuka kaca mobilnya.


"Itu rumahnya gak di kunci?" tanya fidira menunjuk pintu rumah.


Afkan bergegas mengunci pintu.


Tin tin..


Suara klakson motor dari depan gerbang mengagetkan afkan dan fidira.


Terlihat motor sport hijau terparkir bersama pemiliknya di depan gerbang.


"Haaa....tunggu bentar!" teriak fidira melambaikan tangan.


Fidira bergegas mengambil helm yg tergantung di spion motor KLX nya yg terparkir di sebelah mobil afkan.


"Saya berangkat dulu pak bos...assalammuallaikum! Byee!" ucap fidira tersenyum melambaikan tangan.


"Waallaikum-ssallam" jawab afkan sedikit heran.


***


Brummm


Suara motor sport menepi di depan ruko.


"Nah..!! Yg di tunggu dateng ni" ucap jojo bersemangat.


"Hai gesss!!" ucap fidira heboh memeluk teman teman nya.


"Aaaku kangen!!" ucap manja rafa.


"Cinta nya akuu" ucap fidira manja


"Mulai! Mulai!" sahut nando bete.


"Haiss..kalian!" ucap elma manyun.


"Gimana udah siap?" sahut ian bersemangat.


"Okey...kita siap" jawab mereka kompak.


"Kita mulai!!" ajak fidira bersemangat memasuki ruko kosong tersebut.


***


Di kantor...


"Pak hari ini ada meeting" ucap salah satu karyawan.


"Hah? Hari ini? Perasaan gak ada jadwal?" tanya afkan


"Iya pak...karena kemarin yg sudah di tunda" jelas karyawan.


"Aduh!! Lupa lagi....hmm kamu ganti in fidira hari ini...sama siapa sahila ganti in ian di meeting nanti" ucap afkan agak bingung.

__ADS_1


"Tpi pak...proposal nya di bawa bu fidira" jelas karyawan membuat afkan bertambah pusing.


"Aduh....hmm yaudah nanti saya kabarin" ucap afkan diangguki oleh keryawan lalu pergi.


__ADS_2