
"Enggak" Jawab dingin afkan.
"Afkan kamu masih tetap sama seperti dulu, dingin dan cuek. Bagaimana bisa fidira yg cantik ini bisa suka sama kamu? " Goda papa indra membuat afkan tersentak.
*sebenernya kagak suka pak* batin fidira memanyunkan bibirnya.
Afkan hanya melirik fidira sekilas yg terlihat manyun.
"Fi... Apa afkan di rumah cuek dan dingin seperti ini? " Tanya papa indra kepada fidira.
"Hm.. Iya sih paa... Kadang ngeselin juga" Ucap fidira menghayati membuat afkan menoleh padanya, fidira melirik dengan senyuman.
"Afkan kamu harus rubah sikap kamu! Kamu harus sering sering luangkan waktu buat istri mu. Jika kamu cuek seperti bisa jadi dia akan meninggalkan mu" Ucap papa indra panjang lebar.
*sebenernya iya* batin fidira tersenyum tipis.
" Kok ngomongnya gitu sih pa" Omel mama nanda
"Yaa,, papa cuma ngasih peringatan maa. Oiya kalian nginep aja ya!?" Ucap papa indra santai.
"Tap...." ucap afkan dan fidira sudah di potong oleh papa indra.
"Nggak boleh nolak!" ucap tegas papa indra
"Papa apaan sih!?" ucap kesal afkan.
"Maaf,tidak menerima protes" ucap papa indra menghayati.
"Maaf pak mobilnya mogok" ucap seseorang membuat semua orang menoleh.
"Tolong panggilkan montir ya pak asep!" ucap papa indra pada pak asep seorang sopir.
"Siap pak" ucap pak asep pergi dari ruang tengah
"Mobil nya bermasalah pa?" tanya fidira yg agak kepo.
"Iya...tadi siang rewel terus" ucap papa indra.
"Hmm...boleh liat gak pa?" tanya fidira bersemangat
"Hm? Boleh...tpi kenapa kamu mau ke sana?" tanya papa indra bingung.
"Hm..siapa tau bisa bantu" ucap fidira bangkit. "Permisi!" ucap fidira melambaikan tangan lalu berlari ke luar.
"Hmm?" ucap papa indra bingung
"Emang fidira udah tau mobil papa dimana?" tanya mama nanda yg heran
"Oiya,fidira belum tau kan garasi kita di mana!?" ucap papa indra tepok jidat.
Afkan tiba tiba bangkit dan berlalu dari ruang tengah.
Di tempat lain
Terlihat seorang gadis berjalan tanpa arah di halaman yg cukup luas,ia menoleh kekiri dan kekanan.
"Yaampun..gara gara bosen gua jadi ilang kan!?" ucap fidira menghentak hentakkan kakinya.
"Ni orang buat rumah apa istana negara sih? Gede banget!!" ucap fidira heran melihat bangunan yg sangat megah tersebut.
Tanpa di sadari ada sepasang mata yg memperhatikannya dari ambang pintu dengan senyum tipis yg terukir.
"Mau ngapain?" tanya seseorang membuat fidira menoleh ke arah suara.
"Hehe..." ucap fidira mendekat sembari menggaruk garuk kepala nya yg tidak gatal.
"Makanya jangan sok tau!" ucap afkan dingin.
"Haelah pak bos...nama nya bersemangat mau bantuin orang masa gak boleh?" protes manyun fidira.
"Mau bantu apa bosen?" tanya afkan menatap fidira.
"Haaa...tau aja!! Dua duanya sih" ucap fidira tersenyum kaku.
"Garasinya di halaman depan!" ucap afkan
"Lah...ini halaman depan kan? Tadi kita kayak lewat sini!" tanya fidira bingung
"Ini halaman samping!" ucap afkan lalu pergi.
"Gitu tu...tinggal mulu" manyun fidira mengikuti afkan.
Fidira mengikuti afkan dari belakang melewati banyaknya ruangan,sampai akhirnya langkah afkan terhenti di halaman yg sangat luas,membuat fidira melongo.
"Wahh ni rumah gila sih!" ucap fidira ternganga.
"Jadi bantuin gak?" tanya afkan melanjutkan langkanya.
Di ikuti fidira dari belakang sambil melihat pemandangan yg sangat menajubkan, banyak bunga bunga warna warni yg di tanam di pekarangan serta pohon buah yg rindang membuat fidira heran serta tersenyum senang.
"Gak usah gitu liatnya!" ucap afkan membuyarkan lamunannya.
"Hah?....hee.. Abis nya ni rumah estetik banget....aaakkkuu sukaa!" ucap fidira manja di akhir kalimat.
"Gak usah gitu!! Jadi bantuin gak!?" ucap afkan melirik fidira.
"Hehe...ngeri ya?...okey let's go!!" ucap fidira berjalan meninggalkan afkan.
Terlihat pria paruh baya yg sedang membukan bagian depan mobil.
"Pak asep!" panggil fidira sok kenal
"Iya non ada apa?" tanya pak asep menoleh
__ADS_1
"Boleh bantu gak?" tanya fidira mendekat.
"Emang non bisa? Pak asep aja nggak bisa!" ucap pak asep heran
"Yaa...tak liat e dulu!" ucap fidira melihat bagian depan mobil yg telah terbuka.
"Oo...itu nya...peralatannya mana pak?" tanya fidira.
"Bentar non saya ambilin di belakang" ucap pak asep pergi mengambil peralatan.
Fidira melepas jaket hoodie nya dan meletakkannya di tugu taman,menyisakan kaos kuning lengan pendek seketiak(kayak baju basket gitulah😅) dan mengikat asal rambutnya di atas(kayak orang mau mandi ngiketnya😆).
"Ini non" ucap pak asep memberi sekotak perlatan.
"Makasih" ucap fidira senyum menerima kotak perkakas.
Fidira mulai melakukan tugas nya memperbaiki mobil papa indra,sedangkan pak asep hanya berdiri melongo melihat fidira yg lihai memperbaikinya,kadang juga membantu fidira yg sedikit kesusahan.
"Lho pak asep...kok menantu saya yg di suruh memperbaiki? Tadi kan saya nyuruh buat telpon montir!" ucap seseorang dari belakang membuat fidira menoleh.
"Maaf pak...saya sudah telpon montir tpi bisanya datang besok" ucap pak asep menunduk.
"Hmm...gak papa kok paa...ini bukan salah mang asep..fidira sendiri yg mau" ucap fidira tersenyum menunjukan kunci inggris yg di bawanya.
"Ya tapi tetep aja..kamu kan cewek...gak seharusnya kamu kerjain beginian!" ucap lembut papa indra
"Kenapa? Cewek harus bisa donk paa bukan cowok aja! Cewek juga harus mandiri kan?" ucap fidira lembut
"Beruntung sekali afkan mendapatkan gadis seperti kamu nak...liat cemong semua wajah kamu! Udah udah kamu ganti baju ini udah mau magrib!" ucap papa indra memgusap pipi fidira yg terkena oli.
"Iya pa..bentar lagi selesai kayaknya"ucap fidira melanjutkan aktivitasnya.
" coba di cek pak!" ucap fidira kepada pak asep.
Bruemm
"Akhirnya!!" ucap fidira mengelap keringat di dahinya.
"Wahh...memang hebat menantu papa" ucap papa indra menepuk bahu fidira.
"Papa bisa aja!" ucap fidira tersenyum memasukan perkakas ke dalam kotak.
"Cepet kamu masuk ya...udah magrib! Papa masuk dulu!" pamit papa indra diangguki oleh fidira.
Setelah fidira memasukan semua perkakas dan memberikanya pada pak asep,fidira mengambil hoodie nya lalu masuk ke dalam.
"Yg mana lagi ne...ruangannya?" gumam fidira bingung
Fidira mulai merogoh ponselnya,dan mercari nama seseorang. Belum sempat menekan tomboh telpon ada suara yg mengagetkanya...
"Mau kemana?" suara yg tak asing membuat fidira menoleh.
"Yaampun pak bos....ini kamar mandinya mana coba!" ucap fidira mendekat pada afkan.
"Mau makan donkk!!!.....ya mau mandi donk liat...muka saya cemong semua" ucap fidira kesal.
"Hm.." ucap afkan lalu pergi.
"Malah di tinggal" gumam fidira mengikuti afkan.
Afkan berhenti di depan pintu kamar lalu masuk.
"Disana kamar mandinya!" ucap afkan menujuk sebuah pintu.
Fidira masih sibuk dengan pikiranya saat melihat kamar yg begitu elegant bernuansa putih dengan barang barang yg tersusun rapi.
"Jadi mandi gak?" ucap afkan membuyarkan lamunan fidira.
"Hah?...apa? Dimana?" ucap fidira yg masih gak konek.
"Kamu kenapa sih?" tanya afkan heran
"Hee..ini kamar bagus banget pak bos"ucap fidira cengengesan.
"Udah cepet!! Saya tungguin..nanti kamu ilang lagi" ucap afkan duduk di samping ranjang.
"Iyee" ucap malas fidira.
Fidira mulai melakukan aktivitasnya.
5mnt kemudian....
"Pak boss!!" teriak fidira lirih (teriak tpi lirih😒😅)
Tidak ada jawaban dari afkan yg asik dengan ponselnya.
"Pak bosss!!! Pak bosss!!" ucap fidira sedikit keras.
"Hm?" ucap afkan yg melihat fidira mengeluarkan kepalnya sedikit dari balik pintu.
"Punya kaos gak?" tanya fidira
"Kaos?" tanya afkan memaikan salah satu alisnya.
"Baju deh...punya saya basah...kesiram aerr" jelas fidira.
Afkan bangkit dan berdiri di depan lemari.
"Yaelah..lama banget ambil baju doankk....keburu masuk angin guaaa" teriak fidira.
"Ni..." ucap afkan sembari melempar sebuah kain ke kepala fidira.
"Dasar!!" ucap fidira menutup pintu.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian fidira keluar dengan kimono handuk sepaha dengan rambut terurai yg masih basah.
"Handuk ada gak?" tanya fidira berdiri di depan cermin besar.
"Hm?" ucap afkan menoleh ke arah fidira yg berdiri di depan cermin,membuat afkan tidak berkedip.
"Handuk,ada gak?" ucap kembali fidira namun tidak ada jawaban dari afkan.
"Hei...pak bosss!!" teriak fidira mendekat membuyarkan lamunan afkan.
"Hah?" tanya afkan cengo.
"Handuk....ada enggak?" ucap fidira sedikit emosi.
"Hm? Handuk?" ucap afkan buru buru membuka lemari menenangkan kegugupannya.
"Ada gak?" tanya fidira heran karena sudah lama menunggu.
"Hmm...ini" ucap afkan berusaha untuk sedatar mungkin.
"Gitu donk!!" ucap fidira merebut handuk dengan kasar.
Tanpa di sadari,,,,,sedari tadi afkan menonton aktivitas fidira tanpa berkedip.
Mulai dari menggosok rambutnya dengan handuk hingga membungkus rambutnya dengan handuk.
Fidira melakukan aktivitasnya dengan bernyanyi juga berjoget joget tidak jelas,membuat afkan senyum senyum sendiri.
Setelah selesai melakukan aktivitasnya fidira berjalan mendekat pada afkan,,,, membuat afkan salting.
"Kam-mu mau ngapain?" tanya afkan yg sedikit panik
"Hm?" ucap fidira duduk di samping afkan,dan mendekat membuat afkan salting sendiri.
"Kam-u ngapain deket deket?" ucap afkan mulai panik.
"Ngambil ini" ucap fidira menunjukan ponselnya.
"Huff" afkan menghembuskan nafas lega.
"Ihh,,,,pak bos kenapa sih? Wajah nya merah gitu!" ucap fidira bangkit dan keluar kamar.
"Emang nya merah beneran ya?" ucap afkan memegangi wajahnya sembari melihat cermin.
Di tempat lain.
Fidira berjalan tanpa arah mengelilingi rumah besar bernuansa putih tersebut.
"Pasti gue bakal ilang lagi" gumam fidira memainkan ponselnya.
Sampai akhirnya fidira menemukan tangga.
"Naik...enggak...naik..enggak...naik donk!!" ucap fidira menaiki tangga dengan senyuman.
Fidira semakin tabjuk dengan dekorasi interior rumah elegant nan mewah tersebut. Dengan senyuman yg mengembang,fidira berkeliling dan melihat lihat setiap sudut rumah tersebut. Namun fidira tidak masuk ataupun membuka ruangan yg ia lewati,hanya cuek aja.
Hingga langkah nya terhenti di balkon yg luas. Menikmati indahnya suasana malam,sepoi sepoi angin malam membuat malam lebih indah.
"Nikmat mana yg engkau dustakan!!" teriak senang fidira.
Diatas balkon fidira mengambil banyak foto dan vidio. Dan juga live di akun instagramnya.
15mnt melakukan siaran langsung di ig,suara dering telpon masuk di ponsel fidira.
"Hallo?" ucap fidira santai.
"Kamu di mana?" tanya seseorang dari sebrang telpon.
"Nggak tau ni? Yg pasti saya tadi naik tangga pak bos" ucap fidira sedikit bingung.
"Cepet kembali ke ruangan tadi!" ucap afkan tegas.
" nggak tau jalan nya...lupa tau!!.....eh bentar.....itu......" ucapan fidira menggantung.
"Hm?"
"WOY!!! JANGAN KABUR LO!!"" ucap fidira berteriak membuat afkan kaget.
"Fi...hallo fi??" tanya afkan dari sebrang telpon namun fidira tidak menjawab.
Bruukkk
Braakkk
Suara orang berkelahi terekam jelas dalam telpon fidira yg masih tersambung.
"Fi hallo....fi?" tanya afkan panik...namun tidak ada jawaban dari fidira.
Tanpa memutuskan sambungan telponnya afkan secepatnya berlari ke lantai atas,mencari setiap sudut ruangan namun fidira tidak ada.
Sampai langkahnya terhenti melihat ponsel fidira yg tergeletak di lantai. Afkan segera mengambilnya dan melihat kanan dan kiri. Sampai pandangan nya terhenti melihat fidira yg sedang memgangi perutnya di pinggir balkon dengan posisi duduk pasrah.
"Fi kamu kenapa?" tanya afkan panik menghampiri fidira.
"Aduh!!" Ucap fidira yg terlihat kesakitan.
"Kamu kenapa? Apa yg sakit?" tanya afkan panik memegangi tangan fidira.
"Au...dasar!!!...nggak ada akhlak" ucap fidira kesal.
"Siapa sih? Kamu kenapa coba?" ucap afkan menarik fidira untuk berdiri.
"Au...aaaa...sakit pak bos!!" ucap fidira meringis menahan sakit.
__ADS_1