
Fidira diam tidak begeming.
"Cepet ahh" Teriak afkan sambil menarik paksa fidira. Sampai akhirnya...
"Yahhh tumpah" Kesal fidira karena es coklat nya tumpah di baju afkan.
"Pak bos sih narik narik, trus gimana? " Tanya fidira agak bego
"Ahhh" Teriak afkan frustasi lalu pergi ke kamar mandi bawah. Fidira hanya mengikuti dari belakang sambil membawa jas yg dulu di taruh di sofa. Sanpai sekarang pun masih disana.
Semua pandangan mata melihat afkan bingung apalagi di ikuti fidira di belakang nya menuju toilet.
Di toilet.
Afkan melepas jas nya dan membersihkan dengan tisu. Fidira hanya menunggu di depan pintu.
Tok tok tok
"Pak boss... Pak bosss!! " Fidira berteriak dari luar. Tpi tidak ada jawaban.
Tok tok tok
"Pakkk boossss!! " Seru fidira sambil menggedor pintu. Tpi...
"Ups!! Maaf" Ucap fidira karena saat mengetuk pintu afkan sudah membuka namun pukulannya mengenai dada afkan.
"Apa!? " Tanya afkan ketus
"Ni... Siapa tau butuh" Jawab fidira sambil memberi jas. Afkan tidak menjawab namun langsung memakai jas itu.
"Cepet! Ikut saya! " Ajak afkan yg langsung meninggalkan fidira. Fidira menghela nafas kasar tpi mengikuti afkan.
Tidak luput dari pandangan mata para karyawan termasuk sahila menatap fidira sinis. Saat berpas pas an dengan ian, fidira dan ian tersenyum lalu melakukan toss singkat.
Sampainya di parkiran.
"Masuk!! " Suara afkan menyuruh fidira
"Hmm, naik motor ajalah ya? " Pinta fidira dengan wajah manis nya.
"Masuk!! " Bentak afkan
"Hais, asem! " Gumam fidira dengan masuk ke dalam mobil.
Tidak ada percakapan, hanya keneningan yg terjadi. Sampai akhirnya mobil berhenti di depan sebuah butik mewah dan terkenal. Mereka pun keluar.
Tiba tiba afkan menggandeng tangan fidira.
"Eh eh apaan ini? " Fidira menunjuk tangan afkan.
"Nggak usah GR deh, bisa ilang nanti kamu! " Jelas afkan
"Nggak usah lebay kali! Lepasin! " Ucap fidira meronta ronta.Afkan melepas tangan fidira meninggalkan nya.
"Hais ni orang" Gumam fidira lalu mengukuti afkan.
Mereka pun masuk, butik tersebut terlihat ramai dengan orang orang kaya. Fidira hanya memasang wajah lemes nya karena bosan.
"Mau cari apa pak? " Tanya seorang karyawan.
"Baju buat ijab khabul" Jawab afkan singkat.
__ADS_1
"Calon wanita nya yg mana pak? Biar saya sesuaikan" Jelas karyawan tersebut.
"Ini" Jawab afkan sambil menarik fidira.
Entah kenapa para pengunjung melihat fidira sinis.
"Baik mas mbk ikut saya! " Jelas karyawan tersebut.
Di perjalanan banyak pengunjung yg melihat mereka sinis terutama kepada fidira. Namun fidira mah kuat mental dia tidak bergeming hanya mengikuti perintah afkan.
"Silahkan di lihat lihat dulu mbk mas! " Jelas karyawan dan diangguk i oleh fidira dan afkan. Tpi fidira hanya berleyeh leyeh di tembok tidak memilih apapun.
"Gimana? Yg mana? Cepet ah! " Jelas afkan
"Pilih aja sendiri, yg nikah kan bukan saya" Jelas fidira masih berleyeh leyeh.
"Cepet!! " Bentak afkan membuat fidira hanya tersenyum kecut.
Fidira hanya melihat lihat, begitu pun dengan afkan.
"Nggak ada selera, terlalu ribet pak bos. Pulang aja yukk" Jelas fidira merengek
"Pilih satu ah" Jelas afkan
Fidira mengambil satu baju dengan asal, tanpa melihat baju.
"Ini aja! " Jelas fidira memberikan baju
"Coba dulu! " Ucap afkan membuat fidira kesal
"Mbk tolong cari in yg pas! " Ucap afkan kpd karyawan.
Mereka pun mencoba baju, baju yg di pilih fidira secara asal tadi ternyata pas di tubuhnya. Afkan pun sama.
"Pak bos gimana? Udah ini aja ya? " Pinta fidira memperlihatkan baju nya. Afkan hanya merespon dengan anggukan.
Ada kaca besar di sana fidira dan afkan berdiri di depan kaca bersama. Sampai pertanyaan terlontar dari mulut fidira..
"Kita jadi nikah beneran ni pak bos? " Tanya fidira pasrah dengan menatap diri nya dikaca.
Afkan sontak langsung menoleh pada fidira yg masih mentap lurus ke arah kaca. Afkan mengambil nafas dalam.
"Ya mau gimana lagi? Maaf in saya kamu jadi terpaksa" Jelas afkan dengan pasrah
"Mungkin udah takdir, huff!! " Pasrah fidira menghepaskan dirinya ke sofa.
"Emang kenapa nanya gitu? " Tanya afkan sembari duduk di samping fidira.
"Yaa saya sebenernya belum siap nikah. Saya masih pengen bebas. Dan ditambah nikahnya sama pak boss, yg galak dan gk seru! " Jwb fidira tanpa dosa.
"Galak? Kamu bilang!? Banyak kali cewek yg ngantri sama saya! " Jawab afkan menyombongkan diri.
"Yg gak antri malah kejebak ya? " Tanya fidira menyindir.
"Gak usah nyindir deh!! " Jwb afkan lesu.
"Pak boss please!! Jangan nikah in saya! " Pinta fidira dengan mata terpejam.
"Bukan selera kali! Gak usah GR kita nggak akan jadi suami istri beneran kok! " Jawab afkan beranjak untuk ganti pakaian.
***
__ADS_1
Di perjalanan pulang
"Langsung pulang? " Tanya afkan memecah keheningan.
"Ke kantor lah! " Jawab fidira yg masih memandang keluar jendela yg terbuka.
"Kan udah jam pulang!? " Tanya afkan heran
"Motor saya bang bang sayang! " Ketus fidira
Tanpa menjawab afkan melajukan mobilnya menuju kantor.
***
Hari hari telah berlalu pernikahan fidira tinggal 3 hari lagi. Fidira tetap biasa dengan wajah wajah bosan nya setiap hari.
"Fi!! " Suara yg membuyarkan lamunannya.
"Apa yan? " Tanya fidira cengo
"Besok jalan yukk? Pakek hoodi yg cauple kemaren! " Ajak ian sembari duduk di kursi depan meja kerja fidira.
"Boleh" Jawab fidira singkat
"Kok nggak bersemangat gitu sih? " Tanya ian heran, fidira hanya menggeleng pelan.
"Yaudah kalo lo nggak bersemangat gak usah jalan besok! " Jelas ian menggoda fidira.
"Ngambekk!! " Ketus fidira
"Iya lah, sebenernya gue ada supres buat lo, sebelum lo nikah" Jelas ian
"Kasih supres kok bilang bilang" Jawab fidira cuek.
"Mau gak? " Tanya ian
"Iyaaa mas e!! " Jelas fidira dengan senyum manisnya.
"Pagi sampek malem ya? " Pinta ian
"Lama bener!? Kpn gua tidurnya? " Jelas fidira
"Alah cuma sekali ini doank seterus nya nggak bisa kan lo udah jadi milik orang" Penjelasan ian
"Yaaa... Jam 9 ya? " Pinta fidira merengek
"Oke, gue cabut dulu! Kerja yg bener oke?! " Ucap ian seraya tersenyum dan mengacak pucuk rambut fidira.
*bakal kangen sikap lo yg gemes gua fi* batin ian lalu pergi.
Beberapa saat kemudian.
"Gimana? Yg mau kamu undang udah beres? Udah kamu tulis" Tanya afkan
"Udah" Jawab fidira singkat sambil memberi buku daftar. Tanpa berlama lama afkan pergi.
***
Tiiinnn
tolong bantu pemula ini gess☺
__ADS_1