
"Hm" afkan pun masuk di ikuti oleh fidira dari belakang.
"Waaahhh ini kamar gila sih parah...estetik banget" senang fidira Menatap ruangan yg bernuansa putih dan rapi di depan matanya.
"Saya bersih bersih dulu" ucap afkan masuk ke sebuah ruangan yaitu kamar mandi.
"Serahhh" jawab fidira berguling guling di atas kasur empuk milik afkan.
"Yaampun ini kasur empuk banget...beda kayak di kamar gue...dasarrr pilih kasih emang. Nelantarin gue" gumam fidira memeluk bantal empuk bernuansa putih itu.
Fidira melihat lihat seluruh isi ruangan tersebut dengan sedikit heran.
"Ac...ada...tv ada...computer laptop ada...sopa ada...semua ada....tpi kok gak ada tanda tanda kenangan di sini" gumam fidira menunjuk satu persatu barang yg di tunjuknya.
Fidira mulai beranjak turun dari kasur,rasa ingin tahunya mulai berkobar. Satu persatu pajangan dilihatnya hingga suara yg tak asing baginya membuatnya tersentak.
"Ngapain?"
"Hm?...udah?" tanya fidira balik.
"Hm" afkan membuka lemari pakaian nya.
Fidira bergegas masuk ke kamar mandi.Beberapa detik kemudian.....
"Pak boss... Pakboss" Panggil lirih fidira dari balik pintu kamar mandi.
"Hm? "
"Sini dehhh! "
"Ada apa? " Tanya afkan mendekat.
"Sini sini" Fidira menarik tangan afkan masuk ke kamar mandi.
"Ini air nya mana? " Tanya fidira menunjuk seluruh ruangan kamar mandi yg cukup besar.
__ADS_1
"Katanya kuliah di korea beginian aja gak tau" Sindir afkan.
"Iya juga sih.... Hehe... Yahh namanya udah lupa" Elak fidira sedikit songong padahal gk tau sama sekali.
afkan memencet suatu tombol yg berada di dekat fidira.
Byuurrrr
Air keluar tepat di atas fidira.
"Awaaubb" Fidira tersentak kaget.
"Matiin... Pakbosss! " Fidira meronta ronta.
Afkan kembali menekan tombol yg sama, airpun berhenti keluar.
"Yah yah... Sengaja ni... Aaaa.... Ambilin baju ganti! " Fidira berteriak
" Hm"
"Itu jadi jawaban apa sih... Iya apa enggak? Ya kalee cuma hm" Gumam fidira mengomel sendiri.
Pukul 18.00 sore
"Bi panggilin afkan sama fidira ya... Kita makan bareng! " Ucap mama nanda menyiapkan makanan.
"Iya nyonya" Bi inah berlalu ke atas.
"Paa... Sini kita makan sekalian" Teriak mama nanda dari dapur.
"Siap my love" Jawab semangat papa indra.
"Apaan sih paaa... Inget umur" Ucap mama nanda tersipu.
"Walau umur udah tinggi romantis tetep oke lah maa" Papa indra terkekeh.
__ADS_1
Tok tok tok
"Den non... Ayo makan udah di tungguin" Suara bi inah dari luar kamar afkan.
"Tu.. Udah cepetan" suara fidira memaksa
"Jangan... Nanti bauu" tolak afkan
Suara lirih pertengkaran terdengar dari dalam kamar afkan.
"Den non?" Panggil bi inah kembali.
"Iyaa biii... " Suara teriakan fidira.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka.
"Ayo kita makan bi! " Ajak fidira bersemangat.
Seketika mata bi inah melotot melihat penampilan fidira.
"Non... Ini kenapa baju-nya kok kegedean? " Tanya bi inah heran melihat fidira yg memakai kaos dan celana selutut milik afkan yg kebesaran bangetm
"Hm?.... Udah gak papa... Itu gak penting lebih baik kita makan" Fidira turun ke bawah duluan.
"Den? " Bi inah bertanya pada afkan yg baru keluar.
"Biarin bi dia yg maksa" Jawab afkan mengikuti fidira.
"Heuumm bauanya..." teriak fidira menuju meja makan.
"Sini say-ang... Hmm? Baju kamu ini... Kenapa? " Mama nanda memegang baju yg di kenakan fidira.
"Euumm... Gak papa sih maa... Apasih yg salah? "
__ADS_1