
"Enggak paaa, papa nggak boleh ngomong kayak gitu! Yaa?? Papa pasti sembuh, kalo papa ngomong gitu papa kapan sembuhnya?" ucap fidira hingga tanpa fidira sadari air mata nya mengalir begitu saja.
"Jaga afkan ya nak!! Untuk papa demi papa. Bersumpahlah!" pinta papa indra menaruh tangan fidira diatas kepalanya.
"Tap-tapi..." belum sampai fidira menjawab afkan sudah memeluknya. Semua orang sontak kaget,tidak terkecuali fidira.
Terdengar bisikan afkan. "Terima dulu kita pikirkan yg lain belakangan!" lalu afkan melepas pelukannya. Fidira menatap afkan lekat, afkan hanya mengangguk kecil.
Fidira kembali menoleh pada ian seperti berharap sesuatu darinya. Namun ian hanya tersenyum dan mengangguk.
"Fii??" tanya mama nanda kepada fidira dengan tatapan berharap.
"Tap-pi fidira nggak bisa masak" jawab an fidira membuat semua orang tersenyum.
"Nggak perlu sayang nanti mama kasih asiten rumah buat kalian. Dan mama pasti ajarin kamu masak. Ya?" ucap mama nanda seraya tersenyum.
Fidira hanya mengangguk kecil untuk jawaban. Semua orang tersenyum ibu tria dan mama nanda saling berpelukan, papa indra memeluka afkan dengan bangga.
Dan di sisi kebahagiaan terlihat ian yg mata nya sudah berkaca kaca namun berusaha untuk tersenyum.
Silva dan melati memeluk fidira erat "selamat ya fi bentar lagi jadi istri sultan" goda silva
"Selamat mbak, bangga deh calon nya ganteng" ucap melati
Fidira tersenyum lalu menghampiri ian. Tiba tiba ian memeluknya dengan erat. "Selamat keboo,,, duluan aja nggak nunggin gua?" ian melepas pelukan nya. Fidira menatap ian lalu fidira kembali memelukanya "sorry " gumam fidira lirih. Fidira melepas pelukan nya dan tersenyum ian pun sama.
"Ciee calon bu bos gue" goda ian kepada fidira.
"Ihhh apaan sih?" kesal fidira menendang kaki ian.
"Ehhh nanti kalo udah halal,sikap nya di jaga ya. Dan penampilan nya juga!" suruh ian dengan senyum yg terlihat terpaksa.
"Emang kanapa?" tanya fidira sewot
"Ya ampun nggak peka aja, kalo dandanan lo kayak gini terus pak bos nanti berpaling lo!, Liat!! Cuma pakek kaos item, celana diatas lutut, ngiket rambut modal madil, dan sikapnya kayak preman. Bisa bisa pak bos berpaling beneran lo!" goda ian mendapat tatapan tajam dari fidira.
"Kalo dia berpaling gua akan balik ke elo" ucap fidira seraya mencubit pipi ian.
Ian yg mendengarnya diam lalu tersenyum. Terlihat afkan yg sedari tadi hanya diam cuek. Fidira memandang afkan dengan tatapan sadis begitu pun dengan afkan menatap fidira dengan tatapan yg serius.
***
Hari berganti malam keluarga afkan memutuskan untuk pulang. Sebelumnya fidira meminta agar ian tinggal di rumahnya malam ini.
"Pak indra saya di sini dulu aja, masih ada urusan sama fidira." ucap ian meminta izin
"Iya..tpi kamu pulang pakek apa?" tanya pak indra pada ian
"Besok bareng fidira aja. Katanya dia mau ke jakarta" jelas ian
__ADS_1
"Iya paa besok lusa saya kerja udah lumayan lama ambil cuti" ucap fidira lalu diangguk i oleh pak indra
"Baiklah sayang mama,papa sama afkan pulang dulu ya. Jaga diri baik baik." pinta mama nanda sambil mengelus rambut fidira. Fidira pun mengangguk.
"Baik bu,kami pamit dulu ya bu tria. Jaga menantu ku baik baik!" pinta bu nanda seraya tersenyum.
****
Setelah kepergian keluarga afkan fidira segera menarik tangan ian"Mau nga-ngapain ke rumah fidira pak?" tanya ian sontak kaget
"Ada urusan, besok kita beeangkat jam 7 pagi. Saya jemput di depan kantor. Kamu harus sudah siap." jawab afkan
"Siap pak, ada lagi?" tanya ian
"Enggak sekarang kamu boleh pergi, dan ingat jangan bari tau fidira!!" pinta afkan tegas
"Siap pak, permisi" jawab ian singkat dan segera keluar ruangan.
*ngapain ya? Pak bos cari fidira, nggak boleh bilang bilang lagi. Perasaan gua nggak enak ni* gumam ian dalam hati sambil menggaruk garuk kepala nya yg tidak gatal.
**
Pagi pun tiba, ian sudah berada di depan kantor, Afkan pun datang. Ian kaget melihat kedatangan afkan bersama dengan papa dan mama nya.
"Masuk" suara afkan dari dalam mobil.
Mereka berangkat ke sidoarjo rumah fidira. Selama perjalanan tidak banyak yg di bicarakan, hanya berbicara tentang fidira.
"Iya buk" jawab ian sambil tersenyum kikuk
"Ian kamu kata afkan udah kenal fidira lama, fidira tu orang nya kayak apa sih?" tanya papa afkan
"Menurut saya ya pak, fidira itu cewek baik,lucu,berprinsip,membela kebenaran dan pantang menyerah,pemberani,yaa walau kadang nyebelin, tapi marah sama dia lama lama tu nggak bisa. Bawaan nya pengen nanya mulu dan yg paling saya suka tu cantik nya alami tanpa make up,tomboy lagi. Huhhh" jawab ian menghayati sambil membayangkan wajah fidira
"Kamu terlalu bodoh afkan sudah mendapatkan gadis yg baik,malah kamu sia siain." kata papa afkan sambil menghela hafas kasar.
" afkan khilaf paa" jawab afkan singkat sambil terus mengemudi.
"Trus kita kemana ini? Masuk jalan mana?" tanya afkan setelah tiba di sidoarjo
"Kayak nya jalan depan ini deh, kita coba dulu aja pak!" jawab ian yakin
Afkan melajukan mobil nya pelan pelan memasuki suatu jalan yg cukup lebar, lumayan banyak kendaraan berlalu lalang. Ian terfokus dengan rumah berwarna hijau pandan yg berada di kiri jalan.
"Pak pak stop!! Disini" pinta ian mengagetkan afkan
" aduh!!!! Ngagetin aja kamu, ngapain disini?" tanya afkan geram
"Hehe maaf pak, kayak nya ini rumah nya deh. Liat tu fidira nongkrong di depan rumah" jelas ian dengan menunjuk rumah berwarna hijau pandan.
__ADS_1
afkan langsung memakirkan mobilnya di halaman rumah fidira yg cukup luas itu. Terlihat fidira asik nongkrong bersama kawan kawan nya.
Dengan iseng afkan memencet bel
mobil nya.
Tiiinnnn (anggep aja suara bel mobil😅)
"Busettt ni orang ngapain sih?" teriak fidira dengan mengelus-elus dada nya yg hampir jantungan.
"Gila, kripik gua sampek tumpah" gumam silva teman fidira
"Siapa sih?" tanya melati adik fidira
Afkan dan ian yg melihat kekaget an mereka tertawa tebahak bahak.
"Kalian!! Ini rumah orang lo yg sopan donkk.Udah udah ayok turun!!" ajak papa afkan
Afkan dan ian pun keluar mobil, fidira masih berdiri dengan kedua teman ngobrolnya itu. Saat fidira melihat
Ternyata afkan dan ian yg turun, fidira hanya bisa ternganga melihat mereka.
"Buset itu cowok ganteng banget" jelas silva melihat afkan tidak berkedip
"I-itu siapa ? Ganteng bener" jelas melati adik fidira
Afkan dan ian mendekat, fidira tidak percaya ian dan bos nya datang ke rumahnya. Lalu di ikuti papa dan mama afkan.
*Mampus gua*petik fidira dalam hati
"Assalammualaikum" salam ian dengan tersenyum manis dan mengedipkan satu mata nya kepada fidira.
"Walaikumsallam mas ganteng" jawab silva dan melati kompak
Fidira yg kaget langsung mendekat kepada ian dan afkan dengan tatapan sadis "kalian kenapa kesini sih?" bisik fidira kepada afkan dan ian.
Tidak berselang lama terdengar suara salam "assalammualaikum" salam papa dan mama afkan.
"Wa-allaikum-salam" jawab fidira terbata dengan tersenyum kikuk.lalu bersalaman.
"Mari masuk,pa ma" ajak fidira
Fidira menghembuskan nafas kasar "Hufffttt, masuk!!" perintah fidira yg kesal tanpa suara kepada ian dan afkan.
"Galak bener lu fi" sahut ian menggoda lalu mengikuti fidira masuk .
silva dan melati segera menyusul ke dalam. Fidira mengedipkan salah satu mata nya kepada melati. Melati yg melihat menggangguk dan masuk kedalam.
sampai sini dulu ya
__ADS_1
thanks
oh ya jangan lupa dukung author oke