
adalah sosok yg tidak suka memperlihatkan kesedihannya, maka dari itu sebelum mertuanya melihat ia segera menghapur air matanya yg sempat jatuh dan berusaha untuk tersenyum.
Flasback off
***
Tok tok tok
Suara ketukan dari luar kamar fidira, fidira dengan malas membuka pintu kamarnya. Terdapat seorang laki laki tinggi yg berdiri di depan pintu.
"Hm? " Fidira mengeluarkan suaranya dengan sangat malas.
Afkan memberi sebuah kertas seperti undangan kepada fidira. Fidira menerima kertas tersebut dan membacanya sekilas.
Fidira memberi kembali undangan pada afkan "maap pak bos, saya besok gak bisa. Ada kerjaan" Jelasnya
Afkan menatap fidira tajam juga menirima undangan yg di berikan fidira. " Acara apa? " Tanyanya dengan wajah datar.
"Besok malem saya kerja jadi fotografer di orang nikahan juga,ini adalah consumer pertama saya" Jelas fidira mulai bersemangat.
Tanpa berkata apa apa, afkan pergi begitu saja. Fidira pun juga kembali menutup pintu kamarnya.
__ADS_1
***
Pukul 19.00 malam di sebuah hotel.
Afkan berada di sebuah pesta mewah sedang berbincang bincang dengan rekan rekan bisnisnya.
"Lo sendiri af... Istri lo gak ikut? " Tanya elo teman baik afkan dan juga pengantin malam ini.
Afkan hanya tersenyum tipis dan meneguk bir yg di bawanya.
"Af... Malah diem? Istri lo mana... Gue kan pengen tau, wanita mana sih yg bisa luluhin hati es balok ini? " Ester tertawa ia adalah pengantin wanita malam ini yaitu istri elo.
Afkan terdiam sejenak "dia nggak ikut" Jawabnya dingin
Pasangan pengantin baru itu saling melempar pandangan.
"Bentar bentar... Lo masih cuek sampek sekarang? " Elo terheran heran dengan sikap sahabatnya ini.
Afkan hanya terdiam tanpa ekspresi.
"Kalo gue jadi istri lo... Udah tinggal lo af... Untungnya si elo sweet banget... Jadi betah deh" Ester menggandeng lengan elo dengan hangat.
__ADS_1
Afkan yg melihat kekonyolan sahabatnya itu bergidik ngeri. Sahabat afkan itu sangat bucin dari semasa sekolah mereka.
"Permisi! Mas mbk... Bisa ambil foto sekarang? " Suara seorang perempuan dengan kamera yg tergantung di lehernya.
Ketiga sahabat itu menoleh, afkan terkejut saat melihat seorang fotografer di hadapan nya itu. Ternyata fidira menjadi fotografer di pesta sahabatnya malam ini.
Fidira juga terkejut mendapati afkan yg berada di pesta itu dengan membawa segelas bir di tangannya. Afkan dan fidira saling menatap, seakan akan bertanya dalam tatapan mereka.
Pasangan pengantin baru itu agak sedikit heran dengan kedua sosok yg saling pandang itu.
"Pak bos? " Fidira mengeluarkan suara dengan menunjuk afkan.
Fidira dengan tergesa gesa menaiki tangga kantor perusahaan yg menjulang tinggi itu. Ia berlari dengan mengomel, karena ruang rapat nya mendadak pindah dari lantai 2 ke lantai 6. Fidira ingin naik lift tapi ia sudah terlambat untuk meeting paginya.
Afkan melihat benda kecil melingkar di pergelangan tangannya. Ia begitu cemas karena fidira belum sampai di ruang meeting nya,semua file yg akan dipresentasikan ada di tangan fidira. Para investor sudah menunggu cukup lama untuk memulai meeting.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu dari luar dan munculah sosok yg di tunggunya yaitu fidira dengan nafas yg terengah-engah dan keringat yg mulai keluar.
Afkan segera menghampiri fidira dan mengambil file yg di bawa fidira. Afkan meminta fidira untuk beristirahat di kursinya dan mengambil alih profesi fidira sebagai penjelas konsep proyeknya.
__ADS_1