Pernikahan Wasiat

Pernikahan Wasiat
Kecurigaan Aeron


__ADS_3

Reina termenung memikirkan kejadian tadi. Aeron terlihat seperti tidak mengenali mereka. Bahkan dia menolak mengakui jika dirinya ada Aeron. Lalu, siapa dia jika bukan Aeron?


Ingatan Reina tertuju pada pembicaraan putrinya kemarin malam.


"Mama, pilihkan satu yang bau di antara 2 ini" ucap Geisha membuyarkan lamunan Reina.


Dia segera menghampiri putrinya, lalu memilihkan satu tas yang menurutnya cocok untuk Aeron.


"Ini saja sayang, lebih cocok untuk Aeron"


"Baiklah, aku akan ambil yang itu" ucap Geisha memberikan tas itu pada pramuniaga untuk di bawa ke kasir.


Setelah proses pembayaran selesai, mereka pun memutuskan untuk pulang.


"mama, tidak kah kita langsung ke rumah Aeron langsung?" tanya Geisha, dia tidak sabar ingin memberikan hadiah kelulusan ini pada Aeron.


"Untuk apa, bukan kah kita melihat Aeron di mall. Dia pasti belum pulang" balas Reina.


Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, Reno juga tadi menghubungi Reina, memberitahu bahwa putranya sedang rewel.


Saat ini putra Reina sedang tidak enak badan. Karena itulah dia tidak membawa putranya pergi.


Ingin sekali Reina menunda kepergian ini, namun Geisha bukanlah tipe anak yang suka melanggar janji. Jika itu sudah di sepakati, dan halangannya tidak terlalu besar. Maka, merek harus menepatinya.


"Ayo turun, segera cuci muka dan langsung tidur" perintah Reina.


Geisha mengangguk, lalu turun dari mobil masuk ke kamar nya.


Hadiah yang sudah di bungkus dengan sangat rapi di letakkan di atas meja belajar.


"Besok kita akan bertemu, aku yakin tadi itu bukan kak Aeron. Tapi, karena adik ku demam aku tidak bisa langsung menemui kamu my husband" ucap Geisha mengusap pelan bungkusan hadia.


Sementara Reina, dia juga langsung menuju ke kamarnya.


"Ceklek" suara pintu kamar terbuka lalu tertutup kembali.


"Apa dia masih rewel?"


Reina mengusap kening Revan untuk mengecek suhu tubuh bayi imut itu. Ternyata panasnya sudah turun.


"Baru beberapa menit yang lalu dia tidur nyenyak" jawab Reno.


"Bagus lah" desah lega Reina. Dia berlalu berganti pakaian dan bersiap untuk tidur.


Begitu juga dengan Reno yang saat itu masih memegangi laptop. Mereka berbaring di atas tempat tidur, dengan setengah melingkar tangan Reno memeluk tubuh istrinya.


"Bagaimana, apa barang yang Geisha cari ketemu?" tanya Reno mengulum senyum saat melihat wajah bete Reina. Reno sudah tahu bagaimana ending nya bila pergi berbelanja dengan Geisha.


Gadis 9 tahun itu sangat jeli, dia hanya akan membeli barang yang benar benar dia inginkan. Jika masih belum ketemu dengan barang yang dia pikirkan. Maka, teruk lah orang yang mengikutinya berbelanja.


Reina menceritakan semuanya pada suaminya, kemudian di juga menceritakan soal Aeron.


"Dia seperti bukan Aeron sayang" kata Reina.


"Benarkah, apa mereka kembar?" Reno memperbaiki posisinya, merasa tidak nyaman dengan posisi itu. Reno memutuskan untuk duduk, lalu di ikuti oleh Reina.


"Dia berkata, aku bukan Aeron!" tutur Reina.

__ADS_1


Reno mengusap dagu, otaknya bergerilya memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.


"Aku akan membicarakan dengan Abay. Ada yang tidak beres dengan semua ini"


Reina mengangguk, dia kembali berbaring dan memeluk suaminya yang masih duduk.


"Aku berharap tidak ada sesuatu yang membuat Nisa hancur terjadi" harap Reina.


...----------------...


Keesokan pagi nya, Geisha datang ke rumah Aeron di antar oleh supir. Kemudian setelah beberapa lama Reina dan Revan pun menyusul.


Nisa menggeleng ketika mendengar cerita Reina Sola anak nya yang tidak sabar ingin datang ke rumah Nisa dan menemui Aeron.


"Aku tidak habis pikir, anak seusia ini bisa menggila karena cinta" ungkap Reina tidak habis pikir pada putrinya.


"Mau bagaimana lagi, orang udah zaman nya begitu. Lagi pula lihat saja mama nya, agresif tapi jual mahal" sindir Nisa sambil tertawa lepas.


Reina hanya tersenyum malu mendengar ucapan Nisa sambil tangan nya meraih buah jeruk dan mengupasnya.


"Oh iya Nisa, semalam aku bertemu dengan Aeron di mall. Apa kamu juga ikut dengan nya?" tanya Reina.


Nisa mengerut, semalam Aeron tidak pergi keman mana. Dia bermain dengan Vans hingga pukul 9 malam lalu tidur setelahnya.


"Kamu salah lihat kalo, putra ku gak ke mana mana" jawab Nisa.


"Tapi aku beneran lihat dia Nisa, bahkan dia menabrak Geisha semalam"


Deg.


Ingatan Nisa langsung teringat pada mimpinya.


Deg.


Jantung Nisa semakin berdetak cepat, cerita Reina persis sama seperti yang ada di mimpinya. Aeron tidak mengenalinya.


"Nisa, apa kamu baik baik saja?" tanya Reina khawatir, wajah Nisa tiba-tiba terlihat pucat.


"Aku baik baik saja" jawab Nisa berbohong. Dia memang baik baik saja. Namun hatinya tidak baik baik saja. Perasaan nya kembali tidak menentu. Rasa rindu itu kembali melandanya.


Tidak tahan dengan rasa rindu yang semakin mendalam kepada Aeron. Nisa sampai berlari menghampiri Aeron yang tengah main game di kamar dengan di temani oleh Geisha.


"Aeron."


Nisa memeluk putranya kuat, perlakuan aneh nya membuat Reina terdiam.


Ada yang aneh dengan Nisa, dia tiba-tiba merasa rindu dengan Aeron.


"Nisa, ikut aku!"


Belum sempat Reina membawa Nisa pergi, wanita itu lebih dulu jatuh pingsan. Aeron berteriak histeris melihatnya.


Dengan cepat Reina mengangkat tubuh Nisa ke atas ranjang milik Aeron.


Reina hendak menghubungi Vans, namun Aeron menahannya.


"Kenapa kamu menahan mama ku? ayo ma hubungi uncle!" protes Geisha marah pada Aeron. Dia sangat khawatir pada Nisa, tapi Aeron malah melarang mamanya.

__ADS_1


"Tidak bi, jangan panggil papa!" cegah Aeron lagi.


Reina di buat bingung dengan sikap Aeron. Kemarin pura pura tidak kenal, sekarang malah tidak memperbolehkan memanggil Vans di saat keadaan Nisa seperti ini.


Reina penasaran, dia mengikuti apa yang Aeron minta.


Setelah memastikan Reina tidak menghubungi papi nya, Aeron mendekati Nisa.


Dengan penuh kasih sayang, Aeron mengusap wajah Nisa dengan air hangat yang dia minta pada art. Kemudian mendekatkan minta angin ke hidung Nisa agar segera sadar.


Setidaknya itu yang dia pelajari di internet cara menyadarkan orang yang sedang pingsan.


Aeron bukan lah anak yang bodoh, dia melihat adanya keanehan pada diri Nisa. Jadi, dia mencari tahu semuanya di internet.


Menurut kisah yang papi nya ceritakan, mama nya mengidap penyakit trauma melahirkan.


Namun, menurut analisa Aeron dari berbagai artikel. Tidak ada yang membuat seseorang trauma karena persalinan seperti yang mommy nya alami. Ini aneh dan mencurigakan.


"Aku ingin mommy sadar tanpa di bantu dokter" ujar Aeron.


Dia menoleh pada Reina yang terlihat bingung mendengar ucapannya. Aeron juga melirik Geisha sebentar.


"Aku tidak mencurigai papi, tapi aku mencurigai dokternya. Ini terlihat aneh!" ungkap Aeron menjelaskan. Tatapan matanya beralih pada dupa yang sempat Reina ambil dari kamar mommy nya.


Dengan sadis, Aeron membuang dupa itu ke tong sampah.


"Apa yang kamu lakukan?" pekik Reina hendak mengambil dupa itu lagi. Namun, Aeron menahannya.


"Aroma itu mengandung sesuatu yang bisa men sugesti kita. Sehingga kita bisa seperti terhipnotis dan melakukan apapun yang mereka katakan"


"Maksud kamu?"


Reina semakin bingung, dia tidak mengerti kemana arah pembicaraan Aeron. Anak ini pintar atau berhalusinasi.


"Aeron, apa kamu kebanyakan nonton film detektif!", seru Geisha.


"Kata dokter, ini tu obat bagi mommy mertua agar segera sadar. Tapi, kamu malah membuangnya" Geisha mengambil kembali dupa itu dan hendak menyalakannya.


Bruk..


Aeron merebut dupa itu, lalu melemparnya ke luar jendela.


Reina terkejut melihatnya, baru kali ini Aeron sangat aneh.


"Aku lebih sayang pada mommy, lebih di bandingkan kamu. Tapi, aku tahu apa yang harus aku buang!"


"Dupa itu membuat mommy ku lupa akan apa yang menyebabkannya pingsan. Aku berpikir ada sesuatu yang ingin seseorang mommy lupakan"


Deg


Reina tersentak mendengar penuturan Aeron. Dia baru sadar akan hal ini. Sejak dulu perasaan aneh dengan semua yang Nisa alami. Tapi, mereka tidak bertindak apa apa.


Reina merasa dirinya sangat bodoh,


"Kamu sangat pintar Aeron. Aunty setuju dengan mu. Lagi pula, Nisa hanya merasakan sakit di kepalanya, dan itu juga tidak menyebabkan hal yang berbahaya."


"Benar bi, aku juga udah Konsul dengan dokter di rumah sakit lain. Dia akan membantu ku menyelesaikan permasalahan mommy"

__ADS_1


Aeron menjelaskan dan memperkenalkan seorang dokter cantik yang dia kenal saat melakukan tanya jawab di sebuah aplikasi kedokteran yang bisa berkonsultasi.


__ADS_2