Petani Berkuasa

Petani Berkuasa
Pelarian


__ADS_3

Arthur berlari dengan cepat, melompat ke kudanya, memacunya kembali ke rumahnya, tanpa turun dari kudanya, dia memerintahkan semua orang di rumahnya untuk pergi.


Beberapa orang menurutinya tetapi ada beberapa juga yang ragu-ragu akibatnya mereka yang tertinggal habis dibunuh oleh pasukan prajurit dari pangeran pertama yang tidak menyisakan satu orangpun, semua dibunuh tanpa pengadilan.


Untungnya Arthur, kepala pelayan dan beberapa orang pelayan dan penjaga berhasil meloloskan diri, Arthur pergi ketempat keluarga isterinya untuk berpamitan dan menyuruh isterinya untuk menyembunyikan dirinya tetapi isterinya tidak menyetujui hal itu, memilih untuk pergi bersamanya.


Arthur dan isterinya yang dalam keadaan hamil muda melarikan diri menuju ke pantai, dengan menaiki sebuah kapal kecil mereka meninggalkan negara Sendawar.


Saat mereka ada di tengah lautan terjadilah badai yang membuat kapal mereka terdampar di sebuah pulau. Mereka membangun sebuah rumah di sana, untuk berapa saat mereka tinggal dengan damai sampai isterinya melahirkan Joan.


Pada suatu waktu, sekelompok pembunuh datang menyerang tempat kediaman mereka, untungnya mereka bisa mengatasi para pembunuh itu tetapi mereka sadar bahwa tempat tinggal mereka tidak lagi aman, maka mereka kembali berlayar dengan kapal yang ditinggalkan para pembunuh itu.


Sebelum itu ibu Joan meletakkan sebuah aray ilusi dan sebuah portal tranportasi yang akan berfungsi saat menyentuh keberadaan jiwa Joan yang utuh.


Isteri Arthur memiliki sebuah ilmu rahasia dari keluarganya yang bisa dipakai saat keadaan terdesak tetapi sayangnya itu hanya dipakai sekali saja.


Jadi dengan sangat terpaksa, sesudah berunding dengan suaminya, dia mempergunakan ilmunya untuk membuat klon dari tubuh Joan, membagi jiwa Joan yang membuat jiwa yang ada pada tubuh asli Joan mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan Joan mengalami keterbelakangan mental.


Dia membuka liontin itu, ternyata liontin itu juga bisa terbagi dua, menaruhnya satu pada tubuh Joan yang asli dan memberikan liontin yang lain pada klon Joan.


Jiwa yang ada pada klon lebih besar dari jiwa yang ada pada tubuh asli Joan. Jiwa ini akan kembali menyatu saat klon Joan mengalami kematian.


Ayah dan ibu Joan mengecup kening klon Joan, menempatkannya pada sebuah tabung khusus dan memberikan berapa instruksi kepada semacam energi yang ada dalam kapsul itu.

__ADS_1


Mereka memandang kembali kepada klon Joan, sambil menangis dia berkata kepada bayi yang di dalam tabung itu. Bayi Joan tersenyum manis kepada ayah ibunya tanpa menyadari bahwa mereka akan berpisah.


"Maafkan kami anakku, kamu harus berpisah dari kami. Jadilah kuat dan kembalilah kepada kami, semoga semua berjalan lancar sehingga kita bisa bertemu kembali ".


Menyentuh tabung itu kembali, sebelum dengan berat hati, dia memberikan perintah.


"Pergi".


"Buzz".


Tabung itu lenyap melalui lorong waktu ke dunia baru bagi Joan dimana dia akan belajar untuk menjadi kuat sebelum kembali kepada ayah dan ibunya.


Tabung dan ilmu yang dimiliki keluarganya itu diperoleh dari sebuah keberuntungan karena tanpa terduga suatu kali kakek dari ibu Joan menolong seorang asing yang terlempar ke jaman itu dari sebuah kekacauan di lorong spasial.


Beruntung bahwa tabung itu tidak pernah digunakan oleh generasi sebelumnya sehingga sungguh merupakan suatu berkah besar bagi ayah ibu Joan karena mereka bisa menggunakannya untuk anak mereka.


Dengan membawa tubuh anaknya yang asli tetapi dengan jiwa yang lebih lemah, mereka berlayar sampai tiba di Benua Etam, perjalanan itu tidak mudah karena mereka harus terus berpindah-pindah tempat karena pembunuh yang diperkerjakan oleh raja Sendawar ini cukup tangguh dan bisa melacak pergerakan mereka.


Cukup menyulitkan untuk berlari dalam kejaran musuh-musuh yang mengerikan itu dengan membawa bayi mereka. Itu sebabnya mereka berpikir untuk mencari orang yang mau menerima dan memelihara anak mereka tetapi itu bukan hal yang mudah karena bayi ini mengalami keterbelakangan mental. Siapa yang mau memelihara anak seperti itu.


Mereka tidak mau berbohong dalam hal ini karena takutnya orang yang akan diserahi anak bayi ini akan segera menelantarkan anak ini kalau mereka tahu kondisinya yang sesungguhnya. Jadi lebih baik berterus terang saja


Untunglah akhirnya mereka bertemu dengan bapak dan ibu Joko yang langsung jatuh hati saat melihat senyuman bayi itu. Mereka menyerahkan bayi mereka kepada bapak dan ibu Joko, berpesan bahwa namanya adalah Joan, juga meminta mereka untuk tidak melepaskan liontin dari leher anaknya karena itu jimat pusaka milik keluarga mereka.

__ADS_1


Bapak dan ibu Joko belum memiliki anak saat itu, melihat bayi Joan yang terlihat imut dan tersenyum lucu memberikan kehangatan di hati mereka. Saat ibu Joan dengan jujur mengatakan bahwa bayi Joan mungkin akan mengalami keterbelakangan mental, mereka tetap bersikeras untuk menerimanya, bahkan saat Arthur akan memberikan uang untuk biaya perawatan Joan, pak Joko dengan tegas menolaknya.


"Tidak perlu uang itu, kami akan merawat dan mencintai anak ini seperti anak kami sendiri. Kami percaya anak ini akan memberikan kami kebahagiaan".


Saat mendengar bagian cerita ini, hati Joan sangat tersentuh sehingga dia menangis mengingat kebaikan hati bapak dan ibu Joko yang sudah merawatnya dengan sepenuh hati.


"Ya, mereka adalah orang-orang yang sangat baik, beruntung kami menyerahkanmu kepada mereka".


"Ya ayah, itu benar sekali".


"Ya, kita akan mengunjungi mereka nanti".


Kata tuan Arthur, lalu dia melanjutkan ceritanya. Di tempat mereka bertemu dengan bapak dan ibu Joko yang kebetulan ada di pinggir danau di hutan Pinus di tempat Joan pernah hilang, ibu Joan menanamkan alat pemicu garis keturunan di dalam pohon-pohon Pinus di hutan itu yang akan bereaksi saat jiwa Joan yang utuh terdeteksi di area itu dan menghubungkan Joan dengan portal transportasi itu.


"Ah, jadi seperti itu".


Pikiran Joan jadi tercerahkan, itulah rupanya yang terjadi, untung dia mengalami kematian di dunianya yang sebelumnya. Kalau tidak jiwanya tidak akan kembali ke masa itu untuk bersatu kembali ditubuhnya yang asli. Tentu itu sebuah keberuntungan dibalik kemalangan. Sepertinya dia harus berterimakasih kepada teman yang sudah mengkhianati dan membunuhnya.


Setelah menyerahkan Joan kepada bapak dan ibu Joko, mereka kembali ke negara mereka di kerajaan Sendawar karena dia mau membersihkan namanya atas tuduhan palsu yang dialamatkan kepadanya.


Sesampainya mereka kembali ke kerajaan Sendawar, mereka bertemu kembali dengan kepala pelayan yang sudah membawa orang-orang yang bersamanya untuk membangun pemukiman di atas gunung di tempat yang tersembunyi dan memobilisasi orang-orang yang mengalami penindasan raja yang baru.


Selamat malam, mungkin berapa episode lagi cerita ini akan berakhir, kuakui tidak mudah untuk menambahkan episode meskipun cerita ini begitu sangat sederhana. Tgl 1 mau ikut tantangan menulis 2000 kata per hari, mungkin buat cerita yang baru. Mohon dukungannya ya. Masih cari idenya....

__ADS_1


Terimakasih untuk semua pembaca setia


__ADS_2