
Persoalan perompak sudah terselesaikan untuk kota pelabuhan Merak tetapi belum selesai bagi Joan, untuk mengamankan jalur laut bagi perdagangan antar pulau, dia perlu membersihkan semua perompak, tidak perlu semua cukup yang paling kuat saja, menurut Limo ada sekitar sepuluh kelompok perompak bajak laut di daerah itu.
Perompak bajak laut tengkorak hitam memang besar tetapi bukan yang terkuat, untuk urutan kekuatan itu mulai dari perompak bajak laut Naga lautan, Tengkorak hitam, Naga terbang, Hiu ganas, Harimau samudera, itu lima terbesar dan terkuat, untuk lima yang lain kekuatannya tidak sampai lima puluh persen dari Tengkorak hitam.
Joan meminta Li Mo untuk mengatur pertemuan bagi pimpinan ke sembilan kelompok perompak bajak laut itu di atas kapal milik mereka, di salah satu tempat di lepas pantai semenanjung Celebes.
Sementara itu pembangunan pemukiman untuk keluarga perompak bajak laut tengkorak hitam sedang dikerjakan oleh prajurit dan personil dari desa Genteng, mereka berkerja dengan semangat karena mereka merasa mendapatkan kehormatan untuk dapat mengambil bagian dalam pengembangan daerah kekuasaan Klan Blue Phoenix yang baru saja dideklarasikan oleh Joan.
Joan bertekad untuk menjadikan klan Blue Phoenix menjadi klan yang tersebar di seluruh dunia untuk mendatangkan manfaat kebaikan bagi masyarakat dimana klan Blue Phoenix ada.
Merekalah perintis dari klan Blue Phoenix, nama-nama mereka akan dikenang dalam sejarah pendirian klan Blue Phoenix yang akan dipelajari oleh anak cucu mereka di setiap pembelajaran tentang klan Blue Phoenix.
Li Mo mengirimkan undangan untuk ke sembilan pimpinan kelompok perompak bajak laut untuk hadir dalam pertemuan yang diberi tajuk: Menyatukan kekuatan bajak laut di semenanjung Celebes. Itu bukan sekedar undangan, Joan juga menyertakan satu batu roh bersama undangan itu sebagai tanda itikad baik mereka dan menjanjikan bahwa mereka akan mendapatkan lebih banyak lagi kalau pimpinan utama mereka hadir.
Untuk kepala perompak akan diberikan sepuluh batu roh, wakil ketua masing-masing akan dapat lima batu roh tetapi kalau mereka mengirim utusan yang kedudukannya dibawah wakil pimpinan, mereka tidak akan mendapatkan apa-apa
Tentu saja itu sangat menarik minat, juga keserakahan. Di semenanjung Celebes, kadang mereka mendapatkan jarahan batu roh tetapi itu sangat jarang sekali. Tambang batu roh terbesar ada di Benua Etam, tidak mudah untuk mendapatkan satu di daerah itu, maka tentu saja itu menjadi godaan terbesar bagi para pimpinan perompak itu.
Pada hari pertemuan itu, terlihat di lepas pantai semenanjung Celebes tampak sekitar lima puluh puluh kapal perompak dengan bendera kebesaran masing-masing berkibar dengan pongah di atas puncak tiang layar.
Joan cukup terkejut melihat ke lima puluh kapal itu, membuatnya bersyukur karena meringankan beban mereka untuk membuat kapal bagi kebutuhan mereka di kemudian hari.
Masing-masing pimpinan dari kesembilan perompak bajak laut di semenanjung Celebes mengirimkan kepala dan tiga orang wakil, juga ada yang mendadak menambah wakil menjelang pertemuan itu sehingga ada yang membawa sepuluh orang yang diklaim sebagai wakil kepala. Hal itu membuat kepala perompak yang jujur menjadi kesal tetapi siapa yang bisa disalahkan, perompak mana ada yang jujur sebenarnya tetapi kali itu mereka memang benar-benar jujur untuk wakil mereka.
__ADS_1
Joan tidak mempersoalkan hal itu, saat orang-orang itu masuk ke dalam kapal, mereka langsung mendapatkan batu roh sesuai dengan apa yang dijanjikan sebelumnya.
Semua pimpinan perompak itu masuk ke dalam ruang pertemuan dengan wajah gembira, tanpa perlu bersusah-susah ada batu roh yang mereka dapatkan, bukan hanya cuma satu tetapi ada berapa puluh yang mereka miliki sekarang, itu bisa digunakan untuk membeli kapal baru.
Duduk mengelilingi meja bundar, mereka melihat kursi pimpinan perompak Tengkorak hitam masih kosong tetapi mereka tidak mempedulikan hal itu karena di atas meja itu banyak makanan dan minuman mewah yang selama itu nyaris tidak mereka temui.
Li Mo, Pi Tu dan Wo Lu mengiringi Joan masuk ke dalam ruangan itu. Para pimpinan perompak itu mengernyitkan dahi saat melihat mereka masuk, mereka mengenal pimpinan perompak bajak laut tengkorak hitam tetapi siapa gadis yang mereka kawal itu, terlihat sikap mereka sangat menghormatinya. Sejak kapan pimpinan perompak Tengkorak hitam beralih ke orang lain, mereka belum pernah mendengar hal itu, apakah gadis itu sangat kuat sehingga bisa mengalahkan pimpinan perompak Tengkorak hitam untuk merebut kepimpinan nya.
Joan duduk di kursi utama sementara Li Mo dan lainnya berdiri di belakangnya, dari sikap mereka jelas terlihat siapa pemimpinnya sekarang.
Meskipun tidak mengenali Joan, mereka tetap berdiri sejenak dan memberikan penghormatan kepada Joan. Joan dan lainnya membalas penghormatan mereka dan mempersilahkan mereka untuk duduk kembali.
Li Mo kemudian memperkenalkan Joan kepada mereka.
"Ha ha ha, apa kalian sedang bercanda, sejak kapan kalian bisa tunduk pada orang lain".
Salah satu pimpinan perompak itu tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Li Mo.
Li Mo tidak marah mendengar perkataan itu, dia hanya tersenyum, itu berbeda dengan dirinya sebelumnya. Kalau itu masih dirinya yang dulu, dia pasti akan membunuh orang itu.
"Memang, itulah faktanya, saat ini kami sudah mengakui nona muda Joan menjadi pimpinan kami dan kami juga menawarkan kalian untuk bersatu dengan kami dibawah pimpinan nona kami".
"Brugh".
__ADS_1
Suara meja di pukul.
Kepala perompak Naga Lautan sangat marah mendengar perkataan Li Mo.
"Omong kosong apa ini, apa hakmu untuk membuat kami harus tunduk kepada kalian, kami perompak Naga Lautan adalah kekuatan terbesar di semenanjung Celebes. Kalianlah yang justru harus menundukkan diri pada kami".
'Tenang tuan-tuan, kalian tidak punya pilihan di sini, kami mengundang kalian hanya untuk menikmati makanan kami".
"Apa, kalian meracuni kami".
Semua orang itu menjadi ketakutan mendengar perkataan Li Mo.
"Tentu saja tidak, mengapa kami harus meracuni kalian, kami hanya mau kalian mendengarkan sedikit kata dari pimpinan kami saja".
"Sedikit kata".
"Apa itu ".
Joan berdiri melihat orang -orang itu satu persatu, ditatap seperti itu, bulu kuduk mereka serentak berdiri, entah kenapa pandangan nona muda itu membuat mereka memiliki rasa takut yang tidak bisa dijelaskan.
Mereka semua adalah pimpinan perompak yang terkenal kekejamannya, bagaimana mungkin mereka bisa merasa takut melihat tatapan gadis kecil ini. Mulutnya terbuka sedikit dan suara yang tidak akan pernah mereka lupakan, mengguncang kedalaman jiwa mereka.
"Get On".
__ADS_1
Orang-orang itu lenyap dari tempat duduknya masing-masing, itu tidak lama, tidak lebih dari sepuluh nafas saja, semua sudah kembali ke tempat duduk masing-masing seperti tidak ada sesuatu yang berubah. Hanya pandangan mereka yang kejam sebelumnya itu berubah menjadi lembut dan tenang.