
Jendral Loe Som Bong mengajukan permohonan yang tidak dimengerti oleh Kaisar, jadi dia menanyakan hal itu lebih jauh kepada jenderal Wong Nge Dan.
"Apa yang dimaksud oleh jenderal Loe, jendral Wong, aku sungguh tidak mengerti. Bukankah kita tidak punya wilayah militer di desa Genteng itu.".
"Benar Kaisar memang kita tidak memilikinya tetapi kita akan memilikinya".
"Tidak memiliki tetapi akan memiliki?".
Kaisar menjadi semakin tidak mengerti sehingga dia nyaris kehilangan kesabaran mendengar penjelasan jendral Wong yang dirasanya bertele-tele.
"Coba jelaskan secara ringkas dan gamblang apa maksud perkataanmu itu".
"Siap Kaisar maksudku kita memang tidak memiliki wilayah militer di sana tetapi ada hal yang menggembirakan bagi militer negara kita karena kita akan mendapatkan kekuatan tambahan".
"Desa Genteng ternyata berbatasan dengan garis pantai Kaisar, bahkan saat ini Badan Otorita Desa Genteng juga sudah membangun pelabuhan dan galangan kapal untuk membuat kapal-kapal perang untuk kejayaan militer kekaisaran Langit".
"Saat ini hambamu sudah membuat satu batalyon tersendiri di sana untuk militer angkatan laut. Itu sebabnya jendral Loe meminta tuan menetapkan titah untuk menempatkannya sebagai komandan maritim pertama di negara kita".
"Ha....".
Semua orang di ruangan itu mengangakan mulutnya karena terkejut, mereka seperti mendengarkan suara petir di siang bolong.
"Angkatan laut, negara Kekaisaran Langit memiliki angkatan laut. Oh Tuhan benar-benar bermurah hati pada kekaisaran kita. Sekarang aku dapat membanggakan diriku di depan leluhur".
"Jadi siapa utusan dari Badan Otorita Desa Genteng ini, apa yang kamu akan minta dariku untuk jasa besar mu".
Joan berdiri memberikan hormat kepada Kaisar dan berkata".
"Hambamu Joan paduka. Hanya meminta kemurahan hati Kaisar untuk membebaskan pangeran ke tiga sebab kami dapat membuktikan bahwa pangeran ke tiga tidak pernah punya maksud untuk memberontak kepada Kaisar ".
"Yang ke dua, Badan Otorita Desa Genteng memohon kepada Kaisar agar membatalkan dekrit untuk pemusnahan desa Genteng".
"Yang ketiga, kami mohon Kaisar dapat memberikan kami kewenangan untuk mengelola desa Genteng menjadi daerah otonomi Khusus tetapi untuk kota pelabuhan dan sepanjang garis pantai, kami persembahkan kepada Kaisar untuk menjadi wilayah militer".
Kaisar mendengarkan permintaan Joan sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dan mengelus jenggotnya. Hatinya sangat senang mengetahui bahwa perempuan pilihan anaknya adalah seorang gadis yang sangat bijaksana.
__ADS_1
Kaisar berdiri dari tempat duduknya dan berkata;
"Baiklah, karena Badan Otorita Desa Genteng sudah memberikan jasa besar bagi negara Kekaisaran Langit, maka aku akan memberikan apa yang kamu minta. Desa Genteng akan menjadi daerah otonomi khusus setingkat provinsi. Aku juga akan membebaskan pangeran ketiga dari penjara bawah tanah sekarang dan membatalkan dekrit untuk desa Genteng ".
"Terimakasih Kaisar, semoga Kaisar panjang umur ".
Joan menjawab Kaisar dengan gembira.
"Jendral Loe Som Bong "
Kaisar menyebutkan nama Loe Som Bong.
"Siap, hamba menerima perintah".
"Jendral Loe Som Bong telah berjasa membanggakan negara Kekaisaran Langit dengan membangun pasukan armada maritim maka terima titah Kaisar. Jendral Loe Som Bong akan menjadi Panglima pertama untuk armada Maritim kekaisaran Langit ".
"Siap, hamba jendral Loe Som Bong menerima perintah. Semoga Kaisar panjang umur ".
"Jendral Wong!".
Jendral Wong menjawab Kaisar.
"Jendral Wong Nge Dan telah berjasa besar bagi negara dengan membentuk pasukan prajurit angkatan laut dan membangun armada maritim, maka terima titah Kaisar. Jendral Besar Wong Nge Dan akan menerima penugasan untuk menjadi gubernur jenderal di wilayah baru antara di daerah pesisir pantai.
"Hamba jendral Wong Nge Dan siap menerima perintah Kaisar dan melaksanakannya ".
Jendral Wong Nge Dan memberi hormat kepada Kaisar.
"Nona muda Joan mewakili Badan Otorita Desa Genteng, sudah berjasa besar bagi negara dengan membuka daerah garis pantai yang baru, membangun pelabuhan dan membuat kapal-kapal bagi kekaisaran Langit. Jasa yang sangat besar bagi negara Kekaisaran Langit, maka dengan ini aku Kaisar Yu Kang Kang menganugerahkan gelar Puteri Agung dan aku akan menjodohkannya dengan salah satu puteraku".
Terkejut, Joan mau menyuarakan penolakannya tetapi Kaisar seolah tidak melihat keterkejutannya. Kaisar bangkit berdiri dan meninggalkan Balairung istana tanpa menunggu jawaban Joan.
Pangeran pertama yang melihat skenarionya ditulis ulang langsung menjadi cemas, meskipun Kaisar tidak menyebutkan namanya tetapi dia tahu bahwa dia sudah tidak bisa lagi menggunakan tipu muslihatnya untuk mempengaruhi Kaisar.
Dengan berita besar yang dibawa oleh jenderal Loe Som Bong dan jenderal Wong Nge Dan, rencananya sudah tidak mungkin dilanjutkan lagi apalagi dengan kesaksian mereka tentang pangeran ke tiga yang hilang ingatan, juga penyerangan yang diperintahkan olehnya untuk membunuh pangeran ketiga yang hilang ingatan.
__ADS_1
Meskipun Kaisar tidak menyebutkan apa-apa tentang hal itu tetapi pangeran pertama tahu,dia sudah selesai. Akan sangat beruntung baginya kalau pangeran ketiga tidak membunuhnya.
Pangeran pertama melihat ke arah jendral Loe Som Bong, dia mendengus dan kemudian berbalik meninggalkan ruangan itu.
Jendral Wong Nge Dan, Jendral Loe Som Bong menerima banyak ucapan selamat dari kolega dan menteri-menteri yang ada dalam ruangan itu. Sementara Joan berdiri dalam diam bersama Little Fox. Dia sedikit kuatir dengan perjodohan yang dipaksakan Kaisar. Ada juga satu dua menteri yang datang untuk memberikan Joan ucapan selamat yang dengan enggan diterimanya.
Meskipun semua berjalan dengan baik tetapi Joan agak keberatan dengan gelar Puteri Agung. Dia ingin tetap low profil tetapi dengan gelar itu, dia tahu dia akan sulit untuk membuat dirinya tidak terlihat.
Little Fox hanya senyum-senyum saja melihat kegugupan Joan. Dia sudah memiliki dugaan tentang apa yang direncanakan ayahnya.
Setelah selesai dengan basa-basi dan semua ucapan selamat itu, mereka meninggalkan tempat itu. Sesampainya di luar, Joan sudah ditunggu oleh seorang Kasim yang memintanya untuk menemui Kaisar
Jendral Wong dan jenderal Loe meninggalkan Joan dan Little Fox yang segera pergi bersama Kasim itu untuk menemui Kaisar di paviliun. Paviliun kecil itu terletak di tepi danau
Joan memandang pintu masuk paviliun itu dengan kagum, paviliun kecil itu terletak di pinggir danau buatan, rupanya dibuat keluarga kerajaan untuk bersantai menenangkan pikiran.
Ilustrasi paviliun
Kasim mempersilahkan Joan dan Little Fox untuk memasuki paviliun kecil tersebut.
Kaisar dan selir Ouyang sedang duduk di atas tilam tipis dengan meja pendek di hadapan mereka yang berisi kudapan dan buah potong yang segar.
Joan dan Little Fox memberikan hormat dan duduk di hadapan mereka.
Kaisar jauh terlihat lebih ramah dan juga lebih santai tanpa jubah kuning kebesarannya.
Dia mempersilahkan Joan untuk menyajikan teh. Untungnya Joan pernah mempelajari teknik penyajian teh waktu di dunianya dulu sehingga cara penyajiannya bisa memuaskan Kaisar yang mengambil kesimpulan bahwa Joan pasti juga berasal dari keluarga bangsawan.
Kaisar banyak menanyakan tentang keadaan desa Genteng dan apa yang mereka kerjakan di sana. Joan sedikit bertanya-tanya di dalam hatinya apa maksud Kaisar mengundangnya, apakah ia hanya bermaksud berbasa-basi ataukah ada maksud lain yang lebih penting yang belum diutarakannya.
Rupanya Joan harus menunggu sedikit lebih lama karena author mengantuk, sambung besok pagi ya mbak Yoni Hartati....
Selamat malam, istirahat yang baik, mimpi indah dan jangan lupa bahagia...
__ADS_1