Petani Berkuasa

Petani Berkuasa
Istirahat


__ADS_3

Setelah beberapa minggu di atas lautan dan mengalami badai hebat yang baru pertama kali mereka hadapi, Joan memutuskan untuk mereka beristirahat di pantai itu selama dua hari untuk melepaskan ketegangan dan kepenatan mereka.


Malam itu mereka mendirikan api unggun yang besar dan menghibur diri mereka dengan nyanyian, tarian dan berpesta, menunya bertambah dengan ikan bakar. Bagi prajurit yang biasa berperang, mereka biasanya hanya memakan roti keras dan dendeng daging kering tetapi selama mereka bertugas dibawah pengasuhan Badan Otorita Desa Genteng, mereka menikmati makanan yang biasanya hanya dapat dinikmati orang-orang kaya saja.


Juga dalam perjalanan pelayaran ini mereka tetap menikmati makanan mewah tanpa perlu menahan diri memikirkan berapa banyak uang yang harus mereka bayarkan, tentu saja mereka makan secukupnya saja karena mereka tahu perjalanan mereka masih sangat panjang.


Mo Yi membawa seorang pemburu yang kebetulan mereka temukan di dalam hutan, pemburu itu sedang melarikan diri dari binatang yang seharusnya dia buru. Dia sudah memasang jebakan, sayangnya jebakan itu tidak cukup kuat untuk menahan binatang harimau bertanduk banteng yang sangat ganas itu.


Malahan pemburu itu yang terluka parah, dia sudah terpojok dan putus harapan, bersiap untuk menghadapi kematiannya saat Mo Yi menemukannya. Mo Yi melemparkan pukulan dari jarak jauh ke punggung harimau bertanduk banteng itu.


Binatang buas yang terusik itu menoleh ke belakang untuk melihat pengganggunya, harimau itu membalikkan badannya, bersiap untuk menyerang Mo Yi. Mo Yi yang sudah bersiap, mengangkat pedangnya lalu menebaskan ke badan harimau itu. Meskipun jaraknya masih agak jauh tetapi aura pedang itu sudah cukup untuk membuat harimau itu terlempar menabrak dan mematahkan sebuah pohon yang cukup besar sepelukan orang dewasa.


Mo Yi kembali mendekati harimau itu sebelum binatang itu pulih dari keterkejutannya, dia menampar kepala harimau itu yang langsung menyebabkan binatang itu langsung terbunuh di tempat.


Pemburu itu melihat seluruh rangkaian peristiwa itu dengan takjub melihat kekuatan orang yang menolongnya. Tidak sampai sepuluh nafas sudah membuat binatang yang ganas itu mati terbunuh bahkan tanpa membuatnya terluka seolah penolongnya tahu bahwa dia memerlukan kulit binatang itu secara utuh.


Harimau bertanduk banteng itu sangat ganas, dia sudah semingguan ini mengejarnya, memasang jebakan itu dengan hati-hati karena jebakan itu berharga sangat mahal dan dia masih berhutang uang kepada pemilik toko yang sudah sangat mengenalnya sehingga berani untuk mengijinkan dia mengambil jebakan itu tanpa harus membayarnya terlebih dahulu.


Mendapatkan harimau bertanduk banteng ini merupakan mimpinya selama ini karena harga dari binatang ini sangat tinggi, kulitnya bisa dipakai menjadi jubah yang kebal senjata yang berharga seribu keping tembaga, tanduknya bisa dipakai membuat belati yang berharga tidak kurang dari sepuluh keping tembaga, belum lagi tulang dan dagingnya yang juga bernilai tinggi karena berkhasiat obat.


Memang itulah yang dibutuhkannya karena kulit binatang itu berharga sangat mahal jika tidak ada cacat pada kulitnya. Pemburu itu akan mengupas kulit binatang itu dengan hati-hati untuk melepaskan kulit binatang itu dari tubuhnya.


Pemburu itu memaksakan dirinya untuk berdiri dan memberikan hormat kepada Mo Yi.


"Terimakasih tuan atas pertolonganmu, aku Ji Gong pemburu dari desa di dekat sini. Boleh kutahu nama tuan yang mulia"

__ADS_1


Dipanggil dengan sebutan yang mulia, Mo Yi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ugh, jangan panggil aku yang mulia, aku hanya seorang pengawal saja, namaku Mo Yi dan aku bersama rombongan kami sedang berkemah di pinggir pantai tidak jauh dari sini".


"Bolehkah aku membawamu untuk bertemu dengan nona muda kami, ada berapa hal yang kami perlu tanyakan kepada mu".


Sambil mengatakan hal itu, Mo Yi memberikan sebuah pil pemulihan kepada pemburu itu, Ji Gong melihat pil ditangannya dan meskipun dia tidak tahu harga pil itu tetapi itu pasti pil yang berharga sangat mahal yang pasti akan menghasilkan banyak uang jika dia menjualnya.


Tanpa ragu-ragu, dia segera menelan pil itu, segera dia merasakan luka-lukanya pulih dengan cepat bahkan kulitnya yang robek pulih kembali seperti sediakala.


Ji Gong melihat kepada Mo Yi dengan ragu-ragu, dia melihat ke arah binatang yang sudah mati itu


"Tuan ....".


"Oh binatang itu milikmu, aku hanya membantu membunuhnya saja"


Ji Gong berterimakasih sambil berulang kali membungkukkan badannya, dia tidak menduga bahwa Mo Yi akan memberikan harimau bertanduk banteng itu kepadanya mengingat betapa berharganya binatang itu tetapi setelah memikirkannya, melihat kepada jubah yang dikenakan Mo Yi dan pil yang baru dikonsumsinya, dia tahu bahwa uang yang dihasilkan oleh penjualan binatang itu tidak berarti apa-apa baginya.


Pemburu itu mengikuti Mo Yi kembali ke perkemahan pasukan, Ji Gong terkejut melihat ratusan orang yang ada di perkemahan itu, prajurit yang sangat kuat.


"Nona muda, tuan muda, ini tuan Ji Gong seorang pemburu yang kutemukan di hutan, dia bisa memberikan informasi keadaan di sini".


Lapor Mo Yi sambil memperkenalkan Ji Gong kepada mereka berdua. Ji Gong segera memberikan penghormatan kepada mereka berdua.


"Tuan Ji Gong, ijinkan kami bertanya, dimana kota pelabuhan terdekat dari tempat ini dan apa nama dari pulau ini".

__ADS_1


Tanya Andi kepada Ji Gong.


"Ini pulau Borneo tuan muda, pelabuhan terdekat kira-kira seratus kilometer ke arah sana".


Kata Ji Gong sambil menunjukkan arah dengan tangannya.


"Wah, rupanya tanpa kita sadari, kita sudah sampai di pulau tujuan kita".


Kata Joan dengan gembira. Joan berterimakasih kepada Ji Gong dan memberikan sepuluh keping emas kepadanya.


Ji Gong memandang sepuluh keping emas dalam tangannya, dia tidak mempercayai keberuntungannya di hari ini, bukan hanya mendapatkan buruan yang begitu berharga tetapi juga mendapatkan hadiah yang nilainya berlipat kali lebih besar dari nilai buruannya.


"Terimakasih nona muda, terimakasih tuan muda, terimakasih tuan Mo Yi atas kebaikan kalian".


Kata Ji Gong sambil kembali memberikan penghormatan. Dia mengeluarkan tubuh harimau bertanduk banteng itu di hadapan mereka lalu berkata;


"Nona muda, binatang ini kuberikan saja untuk kalian, kulitnya bagus untuk dibuat jubah, ini tahan api juga senjata, tanduk dan tulangnya juga bisa dibuat senjata dan dagingnya memiliki khasiat obat ".


"Oh, tidak perlu tuan Ji Gong, terimakasih tapi bawalah buruanmu pulang ".


"Tidak nona, kalau tadi tuan Mo Yi tidak menolong maka dapat dipastikan aku lah yang akan jadi mayat sekarang. Tolong terimalah pemberianku yang tidak seberapa ini".


Joan melihat kepada tubuh harimau itu, mengganggukkan kepalanya, dia meminta seorang penjaga untuk membawa tubuh binatang itu ke belakang. Joan kemudian menambahkan lima keping emas lagi.


Tubuh Ji Gong bergetar, dia tidak menduga perbuatannya itu membuatnya mendapatkan lima keping emas lagi. Uang itu bukan hanya cukup untuk melunasi hutang-hutangnya tetapi juga bisa dia gunakan untuk membangun rumah dan membuka usaha. Ji Gong menyadari bahwa dia semakin tua, sudah tidak sekuat dulu lagi untuk berburu.

__ADS_1


Mo Yi mengantarkan Ji Gong keluar perkemahan, Ji Gong terus menerus mengucapkan terimakasih kepada Mo Yi. Kalau dia tidak bertemu dengan Mo Yi, dia tidak akan mungkin mendapatkan keberuntungan yang besar itu.


__ADS_2