
"Tuan, aku merindukan mu. Aku pikir aku tidak akan bertemu dengan tuan lagi".
Pemuda pimpinan organisasi Bayangan hitam itu menundukkan badannya untuk menunjukkan penghormatannya pada Master Lung.
"A Sen engkau terlihat lebih tinggi sedikit dari saat aku meninggalkanmu, bagaimana engkau tahu aku ada disini".
"Mulanya aku tidak tahu kalau tuan ada di tempat ini, kami mencari tuan selama berbulan-bulan tetapi jejak tuan lenyap di kota Krikilan dan tidak ada satupun dari orang kita yang pergi bersama tuan yang kembali, bahkan semua mata-mata yang kami utus juga menghilang".
"Tetapi berapa bulan lalu, kamu mendapatkan kabar dari berapa teman yang melihat kehadiran tuan pada pelelangan di desa Genteng. Mengingat pengalaman sebelumnya dimana kami kehilangan banyak orang, kami tidak berani lagi mengirim orang ke desa Genteng".
Dia terdiam sejenak memandang wajah Master Lung yang terlihat datar saja tidak menunjukkan reaksi yang berlebihan bahkan sedikit santai saat mendengar dia menceritakan hal itu.
A Sen meneruskan ceritanya...
" Bulan lalu kami mendapatkan berita tentang rencana penyerangan dari tentara kekaisaran Langit. Sebenarnya kami tidak mau melawan pemerintah yang berkuasa tetapi kami mendengar bahwa organisasi pembunuh Atap Langit juga terlibat dalam hal ini dan karena aku tahu mereka membawa empat ketua mereka yang berilmu setara dengan tuan, aku sedikit mengkuatirkanmu. Jadi aku membawa seluruh kekuatan kita untuk datang membantumu. Kebetulan kami bertemu dengan mereka di mulut lembah Harau ini".
"Bagaimana tuan bisa sampai di tempat ini dan mengapa tuan tidak pernah pulang atau memberikan kabar kepada ku agar aku tidak mengkuatirkanmu".
"Terimakasih A Sen karena engkau telah mengkuatirkanku tetapi ceritanya panjang sekali, nanti kalau kita sudah kembali ke desa, aku akan menceritakannya kepada mu".
Master Lung tahu bahwa pengalamannya yang akan diceritakan kepada A Sen ini pasti akan mengejutkannya.
Master Lung melanjutkan penuturannya.
"Engkau tidak perlu mengkuatirkanku, bahkan dengan semua anggota kita yang telah lenyap bersamaku juga dalam penyerbuan sebelumnya karena mereka semua ada bersamaku dan tidak ada seorangpun diantara kami yang terluka sedikitpun, semua kami sehat dan bahagia di sini".
"Bagaimana bisa tuan, aku tahu sulit bagimu untuk menundukkan diri kepada siapapun. Aku tidak mengerti mengapa engkau mau tinggal di sini, apakah tempat ini menjanjikan kehidupan yang lebih baik dari organisasi kita".
__ADS_1
"Tidak, aku mendapatkan lebih sedikit dari apa yang aku miliki di organisasi kita tetapi aku memang mendapatkan kehidupan yang lebih baik, lebih... lebih...apa ya .. lebih tenang, aku merasa mendapatkan kebebasan dalam jiwaku".
A Sen menyela kalimat Master Lung, dia masih sulit percaya bagaimana master Lung yang terkenal sangat angkuh dan sulit untuk menundukkan diri kepada siapapun termasuk Kaisar tetapi hari ini terlihat dari gaya bicara dan sikapnya terhadap Joan, dia memiliki sikap yang menghamba, mengakui Joan sebagai tuannya.
"Tetapi tuan aku tidak dapat mengerti mengapa tuan terlihat begitu rela untuk mengikuti bahkan menjadi bagian dari Badan Otorita Desa Genteng ini selagi dengan kekuatan tuan, tuan sebenarnya bisa menjadi tuan atas mereka".
"Hus, diam, kamu tidak akan mengerti kekuatan dashyat nona pertama desa Genteng, aku bahkan kita semua di benua tidak akan dapat menandingi kekuasaannya. Jangan kau pikir dia terlihat sangat lemah. Sebenarnya kekuatannya sangat mengerikan. Kita tunggu di sini, sebentar lagi kamu akan mengerti apa yang kumaksudkan".
tuan muda ketua organisasi pembunuh Bayangan hitam itu memang tidak mengerti mengapa master Lung yang dia tahu ilmu beladirinya sangat digdaya dan sedikit orang di benua Etam yang bisa menandinginya mau menyerahkan dirinya kepada Joan yang terlihat seperti gadis biasa.
Dia juga sangat terkejut saat mengetahui bahwa jendral Loe Som Bong yang dia tahu sangat arogan, juga sangat berkuasa di ibukota yang dia kenal sebagai tangan kanan pangeran pertama yang cukup disegani oleh para pejabat di kekaisaran Langit.
juga dia melihat wajah-wajah yang dia kenal sebagai pembunuh tingkat pertama dari organisasi pembunuh Atap Langit juga ada di sana dan seperti master Lung, mereka terlihat sangat menghargai dan menghormati nona muda pertama desa Genteng.
Tadi dia hanya sekilas saja melihat Joan sehingga dia sangat penasaran untuk bertemu lagi dengan Joan untuk melihat gadis seperti apa dia yang bisa menundukkan bahkan menguasai para ahli beladiri yang sangat berkuasa di negeri Kekaisaran Langit.
Tuan muda A Sen benar-benar tidak memahami bagaimana Joan bisa melakukan semua itu. Dia semakin penasaran untuk menunggu dan melihat apa yang akan dilakukan Joan dengan semua tawanan dari organisasi pembunuh Atap Langit yang pasti akan memilih mati daripada menundukkan diri kepada musuhnya apalagi mereka datang dengan kekuatan penuh bersama empat pemimpin utama mereka. Ini artinya markas mereka benar-benar kosong karena semua pemimpin mereka ikut dalam penyerbuan ke desa Genteng.
Tuan muda A Sen ingin bertanya lagi tetapi dia berdiri dengan segan karena melihat master Lung yang berdiri tegap sambil memandang di kejauhan melihat ke mulut terowongan. Itu juga yang dilakukan semua orang yang ada di sana, wajah mereka dipenuhi oleh kegembiraan seperti orang yang sedang menantikan hal yang menggembirakan bagi mereka.
Tidak lama kemudian terdengar suara bergemuruh dari ribuan derap kaki dari dua ribu laima ratus pasukan pembunuh organisasi Atap Langit yang bergema dari terowongan itu.
Ke dua ribu lima ratus orang itu berjalan dengan rapi mengikuti empat pemimpin mereka.
Mereka berdiri berhadapan dengan semua penjaga desa dan pasukan pembunuh bayaran Bayangan hitam. Berbaris dengan rapi, berbeda dengan saat mereka bertemu sebelumnya yang memasang wajah garang penuh dengan permusuhan dan keinginan untuk membunuh.
Saat itu pandangan mereka begitu sejuk, mereka memandang orang-orang diseberangnya dengan senyuman manis diwajahnya yang untuk berapa orang malah membuatnya tambah seram.
__ADS_1
Tidak lama kemudian dari mulut gua itu terlihat gadis muda yang menaiki tunggangan seekor macan putih berekor sembilan datang ke depan mereka. Macan putih itu melipat ke empat kakinya dan perempuan muda itu menurunkan kakinya dengan anggun dan melangkahkan kakinya ke arah mereka.
Tuan muda ketua organisasi pembunuh Bayangan hitam terus melihatnya tanpa memalingkan wajahnya sedikit pun. Dia perempuan muda berusia sekitar enam belas atau tujuh belas tahun.
Perempuan muda itu terus berjalan tanpa menoleh kepada tuan A Sen yang terus memperhatikannya dari samping, perempuan muda itu cantik tetapi bukan kecantikan yang memikat seperti yang dimiliki oleh perempuan cantik yang pernah dia lihat.
Rias wajahnya tipis saja yang justru bukan membuatnya terlihat buruk tetapi entah mengapa dirasakannya gadis itu begitu menawan sehingga dia terus menatapnya tanpa berkedip.
Joan berhenti tepat di hadapan barisan pasukan pembunuh organisasi Atap Langit dan mengatakan;
"Selamat datang saudara-saudaraku. Hari ini, kami menyambut kalian sebagai anggota keluarga baru keluarga besar desa Genteng. Kalian bisa memilih untuk menetap di desa ini bersama kami atau mau kembali ke markas besar kalian. Kami tidak akan menentukannya. Itu terserah pilihan kalian tetapi untuk saat ini, kami memerlukan bantuan saudara untuk menghadapi musuh yang akan datang, siapkah saudara-saudaraku untuk berjuang bersama kami".
"Siap nona muda, kami akan tetap tinggal di sini untuk berjuang bersama penduduk desa Genteng dan kami siap untuk mengorbankan nyawa kami bagi Badan Otorita Desa
Genteng".
Keempat pemimpin itu berteriak bersama dengan kompak seperti sudah latihan bersama terlebih dahulu.
Semua pasukan pembunuh Atap Langit mengangkat senjatanya ke udara secara serentak.
"Siap nona muda".
Tuan muda ketua organisasi pembunuh Bayangan hitam itu langsung mengangakan mulutnya seperti bola karena begitu terkejut dengan pemandangan yang ada di depannya. Bagaimana mungkin dia bisa mempercayai pemandangan seperti itu.
Belum ada setengah hari sejak pasukan pembunuh organisasi Atap Langit itu terlibat dalam pertempuran dengan mereka tetapi sekarang mereka menjanjikan kesetiaan mutlak kepada Badan Otorita Desa Genteng.
Sekarang dia menyadari bahwa benar yang dikatakan master Lung bahwa kekuasaan gadis muda dihadapannya itu benar-benar tidak terbayangkan. Dia tidak lagi meremehkan perempuan muda itu sebaliknya dia mulai memandangnya dengan perasaan memuja.
__ADS_1
Dimana Andi, tidak kah dia sadar ada kumbang yang sedang mengincar bunga kesayangannya...