Petani Berkuasa

Petani Berkuasa
Perkenalan..


__ADS_3

"Hmm"


Andi menatap wajah-wajah tamu undangan yang ada di bawah panggung itu dan sekilas dia melihat wajah-wajah yang dikenalnya yang sudah lama tidak bertemu dengannya. Dia tidak terus menatap mereka dan kembali mengarahkan tatapannya ke arah tamu undangan yang ada di depannya. Tidak, sebenarnya bukan ke arah mereka tetapi kepada perempuan yang duduk di depan di bawah panggung itu.


Perempuan itu adalah Joan, dia melihat ke wajah Andi untuk menenangkannya karena ini pengalaman baru bagi Andi untuk berbicara di hadapan banyak orang. Dia tidak terlalu suka berbicara banyak kepada orang yang tidak dikenalnya.


Andi mengangkat kepalanya kembali dan melihat ke arah tamu dan undangan, akhirnya dia membuka mulutnya.


"Selamat malam tamu dan undangan yang saya hormati, atas nama Badan Otorita Desa Genteng, saya menyambut kehadiran kalian dengan suka cita dan kami semua warga desa Genteng juga berterimakasih atas kehadiran kalian bersama kami untuk mengikuti pelelangan terbesar di kekaisaran Langit. Tentu saja ini bukan hanya yang pertama karena selanjutnya kami akan mengadakan pelelangan seperti ini secara berkala, mungkin enam bulan sekali".


Hening sejenak.


"Ehm" tenggorokan jadi kering.


"Malam ini saya ingin memperkenalkan beberapa orang kepada bapak, ibu, tamu undangan sekalian kepada beberapa orang di sini. Yang pertama tuan Joko dan isterinya yang merupakan tua-tua desa Genteng, mari berikan sambutan yang meriah bapak, ibu"


Tuan Joko dan isterinya berdiri dan membungkuk sedikit ke arah tamu dan undangan setelah itu duduk kembali.


Tamu dan undangan bertepuk tangan dan bersorak-sorai.


"Kedua dan merupakan orang yang bukan hanya membuat acara pelelangan ini ada tetapi juga sosok yang menjadi inspirasi untuk reformasi dan pembangunan desa Genteng, orang yang berhasil menjinakkan monster badak bercula tiga yang kita tahu bersama terkenal kekejamannya, bukan hanya berhasil ditaklukkannya tetapi juga berhasil ditangkarkan sehingga badak bercula tiga yang sangat dibutuhkan oleh orang-orang dunia persilatan dapat dilestarikan keberadaannya. Inilah nona Joan. Mari kembali berikan sambutan meriah".


Joan berdiri sejenak dan melambaikan tangannya dan kali ini tamu undangan bukan hanya bertepuk tangan tetapi juga bangkit berdiri dan bersorak-sorai.


"Baiklah, sekarang kami ingin menyambut tamu dan undangan yang ada, kami mohon agar kalian dapat memperkenalkan diri, tidak perlu nama, cukup sebutkan tempat asal kalian saja, silahkan dari pemilik token nomor satu dan seterusnya".

__ADS_1


Seorang tamu pemilik token nomor satu memperkenalkan dirinya.


"Kami pemegang token nomor satu dari perguruan Elang putih dari provinsi Kutai Timur. Terimakasih atas sambutan nya".


"Kami pemegang token nomor dua dari Sekte Langit Biru dari provinsi Gorontalo. Terimakasih atas sambutannya ".


"Kami pemegang token nomor tiga dari Klan Loe Ma Yan dari provinsi Papua barat ".


"Kami pemegang token nomor empat dari kerajaan kecil di selatan, kerajaan Meratus"


Demikianlah satu persatu pemegang token berdiri bergiliran dan memperkenalkan diri.


Little Fox memegang token bernomor seratus dua puluh lima karena kelompok nya datang diakhir pendaftaran.


Akhirnya seluruh pemegang token selesai memperkenalkan diri mereka dan ada seratus empat puluh lima pemegang token pelelangan.


"Baiklah acara perkenalan sudah selesai dan silahkan kalian dapat menikmati hidangan yang disediakan. Hidangan ini seluruhnya terbuat dari bahan makanan mistis premium, jadi bapak ibu akan dapat merasakan manfaatnya segera. Jangan terkejut kalau bapak ibu akan merasa panas dalam tubuh dan berkeringat deras karena makanan mistis ini dapat mengeluarkan racun dan kotoran dari badan bapak ibu, juga mungkin ada beberapa bapak ibu yang selama ini mengalami kemacetan dalam kultivasinya akan dapat menerobos setelah memakan makanan mistis kami. Bagi bapak ibu yang merasakan terobosan dapat berkultivasi dalam hall di tribun timur gedung ini dengan membayar sepuluh keping emas per orang. Yang mau membersihkan diri juga disediakan kamar mandi umum di sisi barat tribun dengan membayar dua keping emas saja".


Mendengar hal itu, kerumunan orang itu menjadi heboh, meskipun harus membayar lagi tetapi mereka tidak berkeberatan apalagi kesempatan melakukan terobosan dalam perjalanan beladiri mereka sudah ada di depan mata mereka.


Satu kesempatan yang selalu ditunggu oleh ahli beladiri adalah peningkatan dalam kultivasi mereka. Mereka menjadi lebih bersemangat lagi untuk mengikuti pelelangan.


Makanan yang disajikan ternyata hanya satu macam saja. Itu adalah bubur putih sederhana dengan telur mata sapi setengah matang dan irisan daun bawang.


Tamu-tamu sedikit mengernyitkan dahi melihat makanan yang sangat sederhana ini dan tidak dapat mempercayai bahwa ada manfaat yang besar seperti yang sudah disebutkan oleh pembawa acara.

__ADS_1


Andi yang selalu makan bubur tiap hari tidak pernah bosan untuk memakannya lagi sehingga dia mengambil mangkoknya lebih dahulu dari tamu lain.


Satu dua tamu mulai memakan buburnya. Tidak lama kemudian sudah terdengar erangan bahkan teriakan sukacita dari orang-orang yang merasakan khasiat dari semangkok bubur mistis itu.


Berapa orang berteriak minta tambah. Pembawa acara mengumumkan;


"Silahkan yang mau tambah bubur bisa mengantri di setiap pintu masuk dan membeli semangkuk bubur putih dengan harga seratus keping emas".


Waw itu semangkuk bubur dengan harga termahal di dunia tetapi tidak ada orang yang mempersoalkannya karena mereka sudah benar-benar merasakan dampaknya bagi tubuh mereka.


Little Fox juga merasakan tubuhnya menjadi hangat dan dia merasakan bahwa dia akan melakukan terobosan. Dia tidak ikut mengantri ke ruangan sebelah tetapi justru kembali ke bungalo tempatnya menginap karena ingin menghemat uangnya.


Untungnya tamu-tamu yang lain tidak memiliki ide yang sama dengannya, coba semua berpikiran sama dengan Little Fox pasti Joan tidak akan mendapatkan keuntungan dari mereka.


Jadi mereka berbondong-bondong mengantri dan membayar sepuluh keping emas untuk bisa berkultivasi di dalam hall yang dipisahkan antara ruang perempuan dan laki-laki.


Ada pemandangan spektakuler dalam hall, ratusan orang bersila dalam sikap lotus berkultivasi. Orang-orang dari seluruh sekte, klan, perguruan silat dan kerajaan-kerajaan, mereka duduk dengan rapi dan tenggelam dalam kultivasinya masing-masing.


Orang-orang yang membersihkan diri juga tampak mengantri di depan bilik-bilik kamar mandi karena kamar mandi umum itu tidak bisa menampung begitu banyaknya orang sehingga pada akhirnya banyak orang yang kembali ke tempat penginapan nya masing-masing.


Semua penduduk desa itu sangat senang melihat apa yang dilakukan oleh orang-orang itu dan mereka sudah dapat menghitung berapa bonus yang akan mereka terima setelah acara pelelangan dan deviden dari pembagian saham di akhir tahun.


Di tengah kehebohan dan kemeriahan itu. Diam-diam Joan, Andi dan keluarganya meninggalkan tempat itu kembali untuk beristirahat.


Malam masih panjang...

__ADS_1


__ADS_2