Petani Berkuasa

Petani Berkuasa
Pembunuh


__ADS_3

Malam itu berjalan damai seperti biasanya. Damai?


Kelihatannya begitu. Suara burung hantu menyapa dikejauhan mungkin melihat seekor tikus lewat dihadapannya.


Di malam yang sunyi itu tiba-tiba suara gemerisik dedaunan kering yang terinjak-injak kaki terdengar ramai oleh pengunjung yang tidak dikenal.


Berapa ratus orang muncul dalam kegelapan malam dengan maksud buruk, semuanya mengenakan topeng dengan ikat rambut berwarna biru.


Mereka segera menyerbu dan menyerang penjaga yang berjaga di pos penjagaan di depan gerbang, hanya ada berapa belas orang di sana, seorang menarik lonceng itu berkali-kali tanda adanya penyerangan.


"Tang Ting Tung"


Suara pedang bersilang berbenturan, penjaga-penjaga bayangan bermunculan dari atas pepohonan menghadang para penyerang. Beberapa belas orang sudah tergeletak karena terluka tetapi musuh terlihat tidak gentar.


Untungnya jalan masuk desa itu hanya satu, sekeliling desa sudah dipagari dan dikelilingi oleh mawar rambat yang berduri. Tidak mudah untuk orang melewatinya, belum lagi ada banyak ular yang sengaja dilepaskan oleh Joan di sana.


Jadi pasukan musuh tertahan di pintu gerbang. Andi, Little Fox dan master Lung masih dengan pakaian tidur tanpa berdandan lagi segera menyerbu ke dalam barisan pasukan musuh, Andi yang tiba terlebih dahulu karena dia tidak perlu lagi menata rambutnya yang pendek, Little Fox datang dengan rambut yang diikat dengan pita berwarna pink, rupanya dia salah ambil pita milik Ocha


Tidak lagi diperdulikannya hal itu, dia juga segera menerjunkan dirinya dalam pertempuran itu. Dengan tambahan tiga orang itu, pasukan musuh segera dipukul mundur.


Sebentar saja mereka sudah hilang dari pandangan mereka bahkan mereka membawa rekan-rekannya yang terluka.


Mo Yi mendata anggota penjaga yang ada ternyata dua puluh orang terluka dan untungnya tidak ada yang tewas.


Di pihak musuh ada lima belas orang yang tewas, dari pakaian yang mereka kenakan Mo Ying sudah bisa menyimpulkan mereka dari mana?


"Lapor tuan muda, ada dua puluh orang kita yang terluka, semua sudah dikirimkan ke Puskesmas untuk dirawat, dari pihak lawan ada lima belas orang tewas, terluka tidak ada karena semua sudah mereka bawa pergi. Dari hasil investigasi, kami bisa menyimpulkan bahwa musuh yang datang ini berasal dari organisasi pembunuh bayaran Atap langit. Mereka pasti diutus pangeran pertama".

__ADS_1


"Untuk apa pangeran pertama mengutus organisasi pembunuh bayaran Atap Langit ini ke mari, apa yang mereka cari "


Kata Joan yang baru saja datang, dia tidak bisa mengerti mengapa pangeran pertama dari negara Kekaisaran Langit harus mengirim pembunuh ke tempat itu".


Mo Yi terdiam karena tanpa sengaja dia hampir mengekspos status pangeran tuan mudanya. Andi memang tidak ingin mengungkapkan kedudukannya di kekaisaran Langit kepada Joan karena dia tidak ingin Joan ikut terlibat dalam perebutan kekuasaan di Kekaisaran Langit.


"Tetapi aku tidak perduli apa yang dia mau cari, kita tidak mengganggu orang lain tapi kalau ada yang mau mengusik ketenangan desa ini, kita tidak akan diam saja. Kalau mereka kembali lagi, kita akan habiskan mereka"


Andi yang tidak mau kalau desa Genteng terlibat dalam urusannya segera menjawab Joan.


"Mereka tidak akan mungkin lari jauh dengan membawa teman-teman mereka yang terluka. Sekarang ini saat yang tepat untuk membinasakan mereka. Aku akan membawa pasukan penjaga bayangan untuk mengejar mereka. Kita tidak bisa membiarkan mereka menyusun kekuatan untuk kembali menyerbu tempat ini".


"Baiklah Andi, kau bisa membawa pasukan penjaga bayangan untuk mengejar mereka, bawalah master Lung bersamamu, tetapi hati-hatilah dan jaga diri kalian baik-baik. Aku tidak ingin seorangpun dari kalian yang menjadi korban. Bawa nyawamu yang berharga itu kembali dengan utuh".


"Siap nona, kami pasti akan menghabiskan musuh-musuh kita dan kami akan kembali dengan selamat".


Meskipun mereka semua sudah di cap jiwa tetapi mereka tidak kehilangan kesadaran dan mereka mengerti bahwa mereka bukan diperbudak tetapi justru mereka diberikan kemerdekaan dan kebebasan yang selama ini mereka tidak miliki.


Jadi mereka dengan suka rela mengikuti Joan bahkan bersedia untuk memberikan nyawa mereka bagi Joan.


Sekarang Joan sudah berpesan agar mereka bisa kembali dengan selamat. Justru perjalanan itu membakar hati mereka dan mereka bertekad untuk memberikan hasil yang terbaik.


Mereka berkomitmen untuk melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya dan kembali dengan kemenangan.


Master Lung memberikan aba-aba. Master Lung dan Andi yang segera diikuti oleh seratus penjaga bayangan yang paling hebat di desa Genteng berlari sambil membawa sepuluh ekor Serigala berjubah perak yang sangat tajam penciumannya untuk memburu jejak para pembunuh itu, sebagian dari para penjaga bayangan melompat ke pohon-pohon. Mereka dengan bersemangat mengikuti jejak para pembunuh dari organisasi pembunuh Atap Langit.


Joan dan Little Fox segera mengatur ulang penjagaan di pos penjagaan di gerbang desa, menambah jumlah penjaga dan menempatkan sepuluh ekor monster badak bercula tiga dewasa dan juga dua puluh ekor Serigala berjubah putih untuk menambah kekuatan pasukan penjaga pintu gerbang.

__ADS_1


Little Fox tidak kembali tidur, karena kakak ketiganya pergi untuk memburu para pembunuh itu dan dia tidak diijinkan untuk mengikutinya, justru kakaknya meminta dia untuk berjaga di desa Genteng.


Little Fox meminta kepada Joan untuk bertugas memimpin pasukan penjaga pintu gerbang. Jadi dia semalaman bergadang di pos penjagaan sambil minum wedang jahe dan main gaple yang sebelumnya diajarkan oleh Joan kepada penjaga pos penjagaan biar tidak bosan menjaga di pos yang jauh dari keramaian.


Meskipun demikian para penjaga itu tidak kehilangan kewaspadaan mereka apalagi mereka didampingi oleh monster badak bercula tiga dan Serigala berjubah perak yang memiliki penciuman dan pendengaran yang sangat tajam.


Joan kembali kerumahnya tetapi dia tidak bisa lagi tidur sehingga Joan memutuskan untuk masuk ruang pertanian untuk bermeditasi.


Joan kadang merasa rindu dengan Blue, di ruang pertanian ada ruang untuk dia berkomunikasi dengan Blue. Meskipun Blue sudah bertugas di dimensi yang berbeda tetapi kadang dia masih suka menghubungi Joan untuk bercakap-cakap.


Joan masuk ruang dimensi pertaniannya dan langsung pergi ke tepi danau di sebelah sumber mata air mistis karena di situlah tempat dengan aura energi mistis yang paling tebal


Joan duduk bersila dengan sikap lotus dan menenangkan dirinya. Dia mulai bernafas dengan lambat dan teratur sehingga masuk lebih dalam di dalam meditasinya.


Joan merasakan aliran energi yang hangat berputar-putar didalam dantiannya. Sudah berapa lama dia mengalami kemacetan untuk menerobos tetapi malam ini setelah dia mengalami kejadian yang mendebarkan justru dia merasakan tanda-tanda akan menerobos untuk naik level lebih tinggi lagi


Memang kadang kemalangan justru menjadi peluang besar untuk keberuntungan.


Malam itu di tempat yang berbeda justru menjadi kemalangan bagi para pembunuh yang merasa lelah, belum sempat mereka beristirahat dengan benar.


Tanpa diduga mereka justru menjadi korban serangan balik dari para penjaga bayangan. Master Lung dan Andi bagaikan sepasang duo penyebar maut di tengah-tengah mereka dan kehadiran serigala berjubah perak menjadi bayangan kematian bagi mereka.


Mereka terpaksa harus meninggalkan teman mereka yang terluka, jangankan untuk merawat mereka yang terluka. Untuk menjaga diri mereka sendiri saja mereka sudah tidak mampu.


Tidak berselang lama, nyaris seluruh pembunuh ini dibereskan, hanya beberapa saja yang dapat meloloskan diri dengan utuh.


Malam itu menjadi neraka bagi para pembunuh yang datang ke desa Genteng

__ADS_1


__ADS_2