Petani Berkuasa

Petani Berkuasa
Portal


__ADS_3

Pagi itu setelah melalui acara olah raga pagi bersama, mereka berkumpul di ruang makan manajer Badan Otorita Desa Genteng.


Sesudah Joan membagikan pengalamannya, mereka semua tercengang saat Joan menyampaikan bahwa dia ada di sebuah pulau kecil di tengah lautan, tidak ada seorangpun diantara mereka yang pernah membayangkan bahwa Joan akan pergi ke tempat yang tidak diduga.


"Apakah itu hanya ilusi".


Nyonya Be membagikan dugaannya, semua orang di sana yang mendengarkan hal itu menganggukkan kepalanya menyetujui pendapat nyonya Be karena selain daripada Nyonya Be dan master Lung tidak ada yang pernah pergi lebih jauh dari batas Benua Etam.


Sejauh mereka pergi, itupun sebatas sampai kota pelabuhan, mereka belum pernah pergi menyeberangi lautan, jadi bagaimana mereka bisa membayangkan pulau yang ada di tengah lautan.


"Itu bukan ilusi tetapi sebuah portal".


Kata Joan karena kalau itu ilusi, dia tidak mungkin bisa membawa lukisan keluarganya keluar dari sana. Lukisan itu nyata, juga token yang dia bawa.


"Apa itu portal".


Mereka serempak bertanya pada Joan


"Portal itu seperti sebuah terowongan yang menghubungkan satu tempat ke tempat yang lain tapi ini bukan terowongan biasa yang hanya bisa menghubungkan dua buah tempat yang berdekatan".


"Portal ini bisa menghubungkan dua daerah yang berjauhan bahkan mungkin negara atau ruang waktu yang berbeda".


Kata-kata Joan ini menimbulkan kegemparan di hati mereka. Betapa ajaibnya kalau hal seperti itu nyata. Bayangkan orang bisa berpergian ke negara yang berbeda atau mungkin ke dunia yang lain tanpa menggunakan kuda atau kapal laut dalam kasus Joan. Belum lagi dunia yang lain.

__ADS_1


Ini sungguh suatu hal yang tidak terbayangkan dalam imajinasi mereka yang paling liar sekalipun.


"Apakah itu mungkin "; tanya Andi.


"Mungkin saja, aku pernah mendengar hal ini berapa puluh tahun lalu, ada ketua sekte kuno yang bisa berpergian dari satu negara ke negara yang lain dalam sekejap tapi kami kira itu hanya rumor saja".


Kata master Lung.


"Terus bagaimana dengan peta yang kamu temukan, apa rencana mu selanjutnya".


Kata pak Joko sambil memandang Joan, pak Joko sudah membahas hal itu dengan isterinya. Meskipun mereka sangat menyayangi Joan tapi mereka mengerti, mereka tidak boleh menghalangi Joan untuk menemukan orangtuanya.


Joan sudah memberikan banyak hal kepada mereka, bukan hanya memulihkan kondisi tubuh mereka tetapi juga mengembalikan harapan dan keyakinan mereka untuk menjadi manusia yang bermartabat dan juga bermanfaat bagi orang lain.


"Ehm ya ayah, kalau ayah dan ibu memberikan ijin, aku akan coba menelusuri peta ini, mungkin ini bisa memberikan aku petunjuk tentang asal muasalnya diriku yang sebenarnya".


"Tentu saja Joan, kami memberikan restu untuk mu, kapanpun kamu mau pergi, kami akan merelakanmu tetapi tolong jangan lupakan kami, kamu harus berusaha memberikan kabar dimanapun kamu berada"; kata pak Joko.


"Ya ayah, aku tidak akan mungkin melupakan kalian semua".


Kata Joan lagi. Andi kemudian mengambil alih perkataan Joan.


"Baiklah, kami sudah bicarakan itu semalam, kami akan menyeleksi dan memilih untuk membawa seratus orang dari penjaga desa Genteng berserta dua ratus orang prajurit angkatan laut kekaisaran Langit".

__ADS_1


"Seleksi akan diadakan mulai besok, meliputi kecakapan dalam pertarungan di darat dan di air, keahlian berenang dan menyelam. Siapapun di desa Genteng bisa mengikuti seleksi, baik itu penduduk desa atau penjaga desa Genteng. Ini peluang besar untuk menjelajahi dunia baru tetapi ini juga perjalanan yang berbahaya karena kita tidak akan tahu bahaya apa yang ada di depan kita. Jadi persiapkan diri dengan baik".


Diam sejenak sebelum melanjutkannya.


"Jadi yang nanti siap pergi, bisa menuliskan surat wasiat bagi keluarganya yang baru akan diberikan seandainya mutiara jiwa mereka padam".


Mutiara jiwa ini adalah sebuah item informasi yang mencatat hidup dan matinya seorang kultivator, kalau mutiara itu bersinar cerah maka kondisi pemilik mutiara jiwa itu baik baik saja, tetapi kalau sinar mutiara itu menjadi suram, itu berarti sipemilik mutiara jiwa itu dalam keadaan sakit dan kalau sinar itu padam maka dapat dipastikan sipemilik mutiara jiwa itu sudah mati.


Mutiara jiwa itu berharga sangat mahal dan biasanya hanya digunakan oleh keluarga inti dari Klan atau juga murid -murid dalam dari suatu sekte, uang bukan masalah bagi Badan Otorita Desa Genteng. Mereka memiliki kekayaan yang fantastis, jadi untuk membeli mutiara jiwa bagi seluruh penduduk desa Genteng bukan masalah bagi mereka.


Mereka yang diutus untuk melaksanakan tugas atau mereka yang bertugas dalam pengawalan barang memiliki mutiara jiwa yang disimpan dalam satu ruangan khusus dengan tanda pengenal mereka masing-masing. Mutiara jiwa ini dapat diaktifkan melalui setetes darah yang diteteskan di atas mutiara jiwa dan saat itu dilakukan maka mutiara jiwa itu akan otomatis mengakui orang yang meneteskan darah di atas mutiara jiwa ini sebagai sipemilik sehingga dimanapun orang itu berada selama ada di dunia yang sama dengan mutiara jiwa, pemilik mutiara jiwa ini akan terhubung dengan mutiara jiwanya.


Pengumuman untuk seleksi ini dipasang di papan pengumuman aula beladiri juga di ruang makan. Setiap mereka yang berusia di atas tujuh belas tahun dan dibawah empat puluh tahun dapat mendaftarkan dirinya.


Ke tiga adik Joan sangat ingin mengikuti ekspedisi ini tetapi Joan tidak mengijinkannya, Joan mengirimkan mereka ke ibukota untuk belajar di akademi sekolah Pedang Terbang. Joan tahu perjalanan ini akan sangat berbahaya dan ada kemungkinan beberapa dari mereka yang pergi akan tidak kembali.


Joan tidak ingin orang tuanya akan lebih bersedih hati karena kehilangan anak-anaknya yang lain. Joan menghibur hati adik-adiknya bahwa masih ada kesempatan lain untuk mereka bisa mengikuti ekspedisi berikutnya.


Adik-adik Joan bisa mengerti dan menerima hal itu, mereka tahu bahwa mereka belum memiliki kekuatan untuk melindungi diri mereka sendiri dan justru mereka akan menjadi beban bagi Joan untuk melindungi mereka di perjalanan nanti. Jadi mereka bertekad untuk belajar dan berlatih beladiri dengan sungguh-sungguh agar mereka tidak mengecewakan kakak mereka.


Little Fox juga tidak diijinkan untuk pergi, Joan memberikan tugas kepada Little Fox untuk menjaga adik-adiknya selama mereka belajar di sekolah Pedang Terbang, apalagi little Fox juga masih belajar di sekolah Pedang Terbang, selama ini dengan statusnya memang little Fox suka membolos dari pelajarannya tetapi dengan tanggung jawabnya untuk menjaga adik-adik Joan, dia tidak lagi lalai dengan pelajarannya. Ini sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.


Selir Ouyang yang selalu kesulitan untuk mengatur anaknya yang bandel ini akhirnya dapat bernafas lega

__ADS_1


__ADS_2