Petani Berkuasa

Petani Berkuasa
Baru


__ADS_3

Dengan mata nanar dengan perasaan yang masih sedikit bingung, Jendral Wong dengan dua puluh orang perwira tingginya melihat kepada orang-orang yang ada di ruangan itu, memandang setiap orang yang memandang mereka dengan tersenyum dan keduapuluh satu orang ini merasakan rasa keakraban yang membuat mereka merasakan bahwa mereka semua adalah keluarga.


Joan melangkahkan kakinya di depan mereka, lalu berkata kepada mereka.


"Tuan-tuan mulai hari ini, kami semua adalah keluarga kami. Di sini adalah rumah besar kita, rumah keluarga kita. Kalian bisa pergi kemana saja tapi ingatlah baik-baik, disinilah rumahmu yang sesungguhnya".


Keduapuluh satu orang ini berdiri dengan tegap, membungkukkan sedikit tubuhnya sambil menangkupkan tangannya sambil memberikan salam.


"Hormat pada nona muda, kami semua adalah keluarga baru kalian, tolong bimbing kami".


Kata mereka sambil menangkupkan kepalan tangan mereka kepada semua orang di ruangan itu. Tidak ada lagi kesan arogan dalam perkataan dan sikap tubuh mereka.


Mereka segera duduk kembali tetapi kali ini, jendral Wong tidak lagi mengambil posisi di kursi utama, melainkan dia duduk di barisan ketiga dari baris kursi di depan kursi yang diduduki oleh pengurus Badan Otorita Desa Genteng.


"Tuan Wong tolong jelaskan kepada kamu apa yang menjadi rencana Kaisar untuk kami dengan mengirimkan sejuta prajurit untuk menghancurkan desa kami".


Joan bertanya kepada jenderal Wong. Jendral Wong menjawab dengan hormat.


"Lapor nona, Kaisar memang memerintahkan kamu untuk menghancurkan desa Genteng sebab kami mendengar kabar yang menyatakan bahwa Badan Otorita Desa Genteng sedang melancarkan pemberontakan terhadap kekaisaran Langit dengan memperluas daerah dan juga sudah menghancurkan pasukan prajurit yang dipimpin oleh jenderal Loe Som Bong serta menawannya. Itulah sebabnya aku datang memimpin sendiri penyerangan ini karena Jendral Loe Som Bong adalah murid kesayangan ku".


Kata jendral Wong sambil melihat sekilas kepada jenderal Loe, kali ini dia melihat jendral Loe tidak seperti biasa dia melihatnya karena sekarang dia menghargai jendral Loe sebagai salah satu saudaranya karena mereka terikat oleh cap jiwa yang sama.


"Oke, aku ingin bertanya lagi, kemana Andi?, dia sudah lama kembali ke ibukota tetapi sudah lebih enam bulan kami tidak pernah lagi mendengarkan kabarnya ".


Tanya Joan yang sebenarnya agak sedikit malu dengan pertanyaannya sendiri yang didengar oleh keluarganya tetapi dia memang merindukan Andi dan terus bertanya-tanya tentang keberadaannya.


"Andi, siapa Andi?. Kami tidak mengenalnya".


Kata jendral Wong sambil memandang kepada kedua puluh perwiranya, semua serentak menggelengkan kepalanya karena mereka memang benar-benar tidak mengenal Andi dan nama itu terasa asing bagi mereka.


Nama keluarga Joan pun juga terdengar asing. Ketua Badan Otorita Desa Genteng ini bernama Jono, itu nama yang tidak umum bagi orang-orang di benua Etam.


Memang sebenarnya nenek moyang keluarga Jono bukan asli dari negara itu, keluarga mereka adalah keluarga bangsawan pelarian dari suatu negeri asing di benua yang lain. Yang melarikan diri oleh karena negeri mereka dijajah oleh bangsa asing berambut jagung.

__ADS_1


Nenek moyang Jono sudah lama menetap di negara Kekaisaran Langit dan sudah berasimilasi dengan penduduk asli negara itu tetapi keluarga Jono masih mengenang asal negara mereka, jadi mereka menamakan anak-anak mereka dengan nama-nama yang berasal dari negara nenek moyang mereka.


"Oh, ya".


Joan tersipu malu.


"Ha, ha, ha, ha, ha"


Semua orang kecuali dua puluh satu perwira yang tidak mengerti kenapa semua orang di ruangan itu sontak tertawa


Joan lagi-lagi tersipu karena saking bersemangatnya untuk segera mengetahui berita tentang Andi, dia melupakan siapa nama Andi yang sesungguhnya. Dia melirik kepada Little Fox dan bertanya.


"Maaf, little Fox, siapa nama kakak ketiga mu".


"Kakak ketiga..... ehm".


Little Fox segera menyadari dia tidak bisa lagi menyimpan lebih lama rahasia tentang identitas asli kakak ke tiganya.


"Yu Ha Ney, astaga itu pangeran ke tiga dan kamu adalah Little Fox atau Yu Na, pangeran ke lima".


Jendral Wong dengan tidak percaya memandang kepada Little Fox dan memberikan hormatnya diikuti oleh para perwira yang lain.


"Hormat kami kepada pangeran ke lima, ampuni kami yang tidak mengenalimu. Kami layak untuk dihukum".


Gantian Little Fox yang tersipu, dia memandang kepada semua orang diruangan itu yang memandangnya dengan tidak percaya. Bagaimana mungkin pangeran ke tiga dan kelima, anak Kaisar kekaisaran Langit selama ini bersama mereka dan mereka tidak mengenalnya.


Mengingat bagaimana mereka memperlakukan Andi dan Little Fox, mereka semua jadi berkeringat dingin, kecuali Joan yang merasa mendadak memiliki perasaan sedang ditipu. Dia menjadi sedikit marah karena Andi merahasiakan hal itu darinya.


Dia berpikir dalam hatinya.


"Apa sih hebatnya anak Kaisar, orang bodoh yang tahunya cuma memerintah dan membunuh orang".


Tapi Joan juga mengerti pasti sulit bagi Andi untuk menceritakan hal itu kepadanya. Pada waktu Andi pergi dengan tergesa-gesa pasti itu dia rencanakan untuk melindungi keluarga Joan tetapi tetap saja Joan masih sedikit marah.

__ADS_1


"Tunggu saja kalau nanti sudah bertemu, aku tidak akan masak bubur untukmu".


Ingat bubur jadi malah mengingat kesukaan Andi terhadap bubur miliknya, bubur seharga sepuluh keping emas. Eh jadi ingat, selama itu Andi sudah makan gratis selama setengah tahun, harus perhitungan kalau dia sudah kembali.


Joan jadi senyum-senyum sendiri membayangkan ribuan keping emas yang akan dia terima dari Andi untuk pembayaran buburnya.


"Ehm...."


"Oh ya...., pangeran ke tiga saat ini ditahan dalam penjara bawah tanah karena dianggap membantu pemberontakan di sini dan berniat menggulingkan Kaisar"


"Ha, berapa lama dia sudah dipenjarakan".


Joan menyela....


"Sekitar lima bulan nona".


Joan langsung teringat Andi memang sudah pergi selama kurang lebih lima bulan.


Rupanya saat Andi sampai di ibukota, dia mau menjelaskan bahwa Joan tidak bermaksud memberontak tetapi pangeran pertama baru saja menerima kabar tentang kekalahan dari pasukan prajurit dan pembunuh dari organisasi Atap Langit yang dia kirimkan untuk menyerang desa Genteng.


Andi atau pangeran Yu yang mencoba untuk menentang rencana penyerangan itu tidak berdaya lagi ketika mata-mata dari pangeran pertama yang mengikuti pelelangan mengatakan bahwa pangeran ke tiga duduk sebagai salah satu pengurus Badan Otorita Desa Genteng.


Kesaksian dari berapa orang peserta lelang yang dihubungi oleh pangeran pertama membuktikan bahwa pangeran Yu benar-benar merupakan salah satu pengurus Badan Otorita Desa Genteng.


Hal itu menyebabkan Kaisar murka dan menjebloskan Andi ke penjara bawah tanah, meskipun pangeran Yu merupakan pangeran yang diharapkan oleh Kaisar untuk menggantikannya namun rencana untuk menggulingkan Kaisar dan merebut tahta itu adalah suatu isu yang sensitif.


Ibu dari Andi sudah berusaha untuk menyelamatkan putranya tetapi Kaisar tidak bergeming. Ibunya senang karena ke dua anaknya yang lain belum kembali dari desa Genteng.


Dia takut kalau kedua anaknya juga akan dicurigai akan ikut memberontak.


Untungnya mereka masih belum kembali ke ibukota tetapi dia juga kuatir dengan keselamatan kedua putera puterinya tetapi dia juga tidak berani untuk meninggalkan ibukota karena cemas akan keselamatan putera ketiganya.


Dia terpaksa kembali ke istana untuk bisa menjaga agar anaknya tidak dipersulit oleh orang-orang pangeran pertama.

__ADS_1


__ADS_2