Petani Berkuasa

Petani Berkuasa
Anggota baru


__ADS_3

Ada dua ratus lebih pembunuh bayaran dari organisasi yang tertangkap tetapi hanya sepuluh orang pemimpin kelompok pembunuh bayaran dari organisasi Atap langit yang diterima oleh Joan untuk menambah kekuatan pasukan penjaga bayangan Desa Genteng sedangkan anggota yang lain, seperti biasa mereka di perkerjakan untuk membuka lahan dan menciptakan desa-desa baru di sekitar hutan larangan untuk bisa menjadi desa penyangga dan juga untuk menjaga kelestarian hutan larangan dari tangan-tangan kotor yang mau merusak ekosistem hutan larangan..


Desa-desa itu dikemudian hari menjadi sentra lumbung beras bagi kekaisaran Langit. Penduduknya pun orang-orang yang ramah dan baik hati. Mereka suka bergotong royong dan rajin membantu masyarakat desa di sekitar Genteng. Joan menjadikan mereka pasukan cadangan yang siap untuk dimobilisasi jika diperlukan.


Pasukan cadangan ini terbukti berguna saat kekaisaran Langit menghadapi ancaman agresi dari kerajaan lain. Pasukan cadangan ini berhasil mengangkat moral pasukan prajurit di Kekaisaran Langit yang hampir di ambang kekalahan. Tentu saja ini cerita lain di waktu kemudian.


Sama seperti pasukan pembunuh bayaran Bayangan hitam, demikian juga organisasi pembunuh Atap Langit kehilangan tiga ratusan anggotanya yang diutus untuk memusnahkan desa Genteng.


Tentu saja petinggi organisasi ini kebingungan seperti orang yang kebakaran jenggot karena kehilangan tiga ratusan personil yang sudah menghabiskan waktu dan kekayaan yang sangat besar untuk mendidik dan melatih mereka.


Hal itu membuat mereka penasaran. Pimpinan organisasi Atap langit segera memanggil semua pemimpin provinsi untuk merapatkan hal ini. Sebagian mengusulkan untuk memobilisasi pasukan untuk menyerbu dan menghancurkan desa Genteng tetapi ada yang mendengar tentang hilangnya wakil pimpinan tertinggi organisasi pembunuh Bayangan hitam dan diduga saat ini dia bergabung dengan desa Genteng.


Jadi dia mengusulkan untuk tidak meneruskan hal itu karena akan menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi bagi organisasi pembunuh Atap Langit.


Pada akhirnya suara usulan ini tenggelam oleh orang-orang sombong yang merasa organisasi mereka tidak boleh diremehkan dan sangat memalukan kalau mereka menghentikan tugas yang sudah dipercayakan kepada mereka.


Pimpinan organisasi Atap langit menghubungi pangeran pertama dan meminta dana dan pasukan tambahan karena mereka mau berencana untuk membumi hanguskan desa Genteng.


Pangeran pertama memiliki rencana untuk menghasut Kaisar, dia memfitnah Joan bahwa desa Genteng berencana untuk membangun kerajaan sendiri. Pangeran pertama bukan hanya melaporkan tetapi juga mendesak Kaisar untuk mengirim pasukan untuk menghancurkan desa Genteng.

__ADS_1


Hal ini didengar oleh mata-mata yang ditanamkan oleh pangeran ketiga didalam kekaisaran, dia segera mengirim burung pengantar surat ke desa Genteng untuk menghubungi Mo Ying.


Mo Ying yang menerima berita itu segera memberitahukan kepada tuan muda untuk mencegah Kaisar untuk tidak terhasut fitnah pangeran pertama.


Maka Andi atau pangeran Yohan memutuskan untuk kembali ke ibukota. Dia sebenarnya sangat berat hati untuk meninggalkan desa Genteng karena dia bukan hanya mencintai Joan tetapi juga karena dia sungguh-sungguh merasakan ketenangan dan damai hidup di desa itu.


Sewaktu di ibukota, dia hidup bergelimang kekayaan tetapi tiap hari tidak bisa hidup tanpa ancaman pembunuhan. Dia harus berhati-hati, berjaga-jaga terhadap orang yang ada di sekelilingnya bahkan anggota keluarganya sendiri yang selalu mengincarnya untuk menusuknya dari belakang seperti kata ungkapan orang yang satu selimut dengan ku, mengangkat tumitnya terhadapku.


Mau makan di rumah sendiri pun harus hati-hati, ada pelayan yang dipercaya yang harus mencoba dulu setiap apa yang mau dimakan dan setiap makan juga harus diperiksa dulu apa ada racunnya di makanan itu.


Berbeda dengan kehidupan di desa Genteng, di ibukota hidupnya bergelimang harta, dia tidak perlu berkerja keras. Hanya perlu memerintahkan orang lain untuk mengerjakan apa yang dia mau.


Andi belum berani mengatakan rahasia terdalamnya ini karena takut Joan menolaknya, kalau Joan saja tidak tahu apalagi penduduk desa yang lain sehingga mereka tidak pernah memberikan penghormatan yang berlebihan.


Desa Genteng itu seperti rumah yang besar, Joan selalu menekankan bahwa semua penduduk desa Genteng adalah keluarga besar meskipun mereka tidak menyebut kelompok masyarakat desa Genteng sebagai klan tetapi ada beberapa yang menyebutkan kelompok mereka sebagai klan desa Genteng.


Di desa Genteng berlaku prinsip kesetaraan, meskipun tetap ada perbedaan kekayaan yang dimiliki tetapi di desa Genteng semua model rumah seragam. Tidak ada orang yang punya properti pribadi karena semua aset adalah milik Badan Otorita Desa Genteng tetapi mereka tidak dilarang untuk memiliki properti di luar desa atau di kampung halaman mereka.


Andi sangat senang dan merasa hidup sebagai manusia merdeka yang tidak terkungkung oleh protokoler istana, tidak hidup dalam kemunafikan dan kewaspadaan seperti yang dia alami di istana.

__ADS_1


Setelah makan malam, Andi berkata kepada Joan.


"Joan, aku mau pergi ke ibukota, sudah lama aku tidak pulang".


"Aku sebenarnya berat meninggalkan dirimu tetapi aku terpaksa harus pulang karena ada urusan keluarga di rumah, tetapi kalau kamu tidak ijinkan. Aku tidak akan pergi ".


Joan sebenarnya juga berat berpisah dengan Andi, setelah sekian lama mereka tidak pernah berpisah lebih dari sehari tetapi dia bukan anak berusia lima belas tahun yang masih suka bermanja-manja dengan kekasihnya. Usianya memang baru berusia lima belas tahun tetapi jiwanya sudah berusia dua puluh lima tahun.


"Tidak apa-apa kakak Andi, jangan tunda untuk pulang ke ibukota kalau memang ada masalah dalam keluargamu".


"Pamitlah dulu pada kedua orang tuaku, juga kepada master Lung untuk bisa mengatur tugas yang kamu tinggalkan sementara".


"Terimakasih Joan, baiklah aku akan pamit dulu kepada mereka dan bersiap-siap. Besok, aku akan berangkat pagi-pagi bersama Mo Yi, Mo Shan dan Mo Yan".


Andi pamitan kepada keluarga Joan dan rekan-rekan kerjanya, mengatur dan menugaskan berapa orang untuk menangani pekerjaan yang dia tinggalkan.


Pagi-pagi Andi dan penjaga bayangannya sudah bersiap-siap untuk berangkat, Joan beserta keluarga dan juga penduduk desa yang sedang bersiap untuk berolahraga pagi mengantarkan mereka sampai di pintu gerbang. Sesudah hidup bersama-sama sekian lama dengan harmonis, perpisahan itu cukup membuat mereka terharu dan tidak rela melepaskan kepergian Andi.


Diatas kuda tunggangannya, Andi melihat Joan sekali lagi, menganggukkan kepalanya dan memberikan senyuman manis pada Joan. Andi mengenakan kembali topeng emasnya yang sudah lama dia tidak kenakan.

__ADS_1


Kalau ada orang dunia persilatan yang melihatnya saat ini, mereka pasti akan terkejut karena dia sudah hilang cukup lama selama dua tahun sehingga orang mengira bahwa dia sudah mati atau mungkin sudah pensiun mengundurkan diri dari dunia persilatan. Memang dia sudah berencana untuk tidak terlibat lagi dalam carut marutnya dunia politik kekaisaran karena sudah terbiasa hidup tenang di desa Genteng


__ADS_2