Petani Berkuasa

Petani Berkuasa
Ke ibukota


__ADS_3

Jendral Wong mengirimkan berita ke ibukota bahwa dia akan membawa penanggung jawab Badan Otorita Desa Genteng untuk menegosiasikan penyerahan desa Genteng kepada kekaisaran Langit bukan sebagai tawanan tetapi tamu resmi yang diundang oleh jenderal Wong sendiri karena menurut jendral Wong, desa Genteng punya potensi yang tidak terbatas yang akan berguna untuk kekaisaran Langit.


Rombongan kecil ini hanya diiringi oleh seratus orang prajurit, Joan, Little Fox, Ocha dan jendral Wong naik gerbong kereta yang ditarik empat ekor kuda. Penjaga bayangan seperti biasa berjaga di dalam bayang-bayang, tidak terlihat dipandangan tetapi siap datang jika dibutuhkan.


Penduduk kota Krikilan dan penduduk provinsi Kubar yang dilewati oleh rombongan ini melihat dengan perasaan yang campur aduk, mereka takut Joan akan dipenjarakan setibanya di ibukota. Bagaimanapun kemajuan desa Genteng juga membawa dampak positif bagi masyarakat kota Krikilan dan provinsi Kubar.


Dahulu desa Genteng adalah desa yang paling terbelakang dan paling miskin di provinsi Kubar, sekarang bukan hanya menjadi penyumbang pajak tertinggi se provinsi Kubar tetapi Badan Otorita Desa Genteng juga menyumbangkan sebagian hasil pendapatan mereka untuk membantu masyarakat melalui program sekolah dan pelatihan ketrampilan gratis, juga bantuan dana untuk usaha mikro, kecil dan menengah yang terbukti sudah dirasakan manfaatnya oleh penduduk provinsi Kubar.


Perjalanan ke ibukota butuh waktu sebulanan dengan kereta kuda itu. Di tiap-tiap kota yang dilalui oleh rombongan itu, mereka disambut dengan baik oleh pejabat kota setempat, bukan hanya karena keberadaan jendral Wong Som Bong tetapi juga karena adanya Joan yang namanya cukup bergaung di kekaisaran Langit.


Banyak pejabat desa dan kota-kota tetangga di provinsi Kubar yang mengadakan studi banding di desa Genteng, mereka cukup mengenal Joan. Jadi perjalanan inipun jadi molor waktunya karena di setiap kota mereka disambut dengan acara upacara penyambutan bahkan juga diadakan acara malam penyambutan, kadang ada juga yang minta dibuat seminar untuk Joan membagikan pengetahuannya dalam membangun desa Genteng.


Akhirnya setelah sebulan setengah dalam perjalanan panjang dan melelahkan itu, sampailah mereka di ibukota. Little Fox segera membawa Joan untuk pergi dan tinggal di komplek kantor pusat rumah makan Selera Kita yang terletak di tengah kota dekat dengan pagar tembok istana kekaisaran Langit.


Jendral Wong kembali ke kediamannya untuk mandi dan beristirahat sebelum besok paginya, dia akan menghadap Kaisar untuk melaporkan hasil perjalanannya.


Nyonya Ouyang sudah kembali ke rumahnya, dia menyambut kedatangan kedua anaknya, juga calon menantunya dengan gembira. Lalu dia berencana datang ke desa Genteng untuk menemui Joan secara rahasia tetapi rencananya batal oleh karena perkembangan yang tidak terduga itu.


Kali ini, dia tidak menyembunyikan dirinya, langsung memperkenalkan dirinya sebagai selir Kaisar yang tentu saja menimbulkan rasa gugup Joan, bukan karena calon mertuanya adalah selir Kaisar tetapi gugup karena baru kali ini dalam dua kehidupannya, dia pertama kali bertemu calon mertua.


Dalam kehidupan sebelumnya, dia hanya memiliki sedikit teman dan tidak memiliki kekasih karena ketatnya kehidupan yang dia jalani dalam organisasi mafia ayah angkatnya. Jadi baru kali ini diusianya yang baru enam belas tahun, usia yang masih remaja di dunianya sebelumnya tetapi di benua ini, enam belas tahun adalah usia masuk pernikahan.


"Nyonya selir".


Joan membungkukkan badannya untuk menunjukkan penghormatannya kepada nyonya Ouyang.

__ADS_1


"Tidak perlu berlebihan, ini bukan diistana, jangan panggil aku nyonya, panggil saja Bibi. Itu lebih enak didengar dan bukankah cepat atau lambat, kamu akan jadi anakku juga".


Kata nyonya Ouyang sambil memegang bahu Joan untuk membantunya menegakkan badannya.


Nyonya Ouyang memegang tangan Joan, menuntunnya untuk masuk ke dalam rumah.


Mereka duduk bersama di ruang tamu, Nyonya Ouyang mendudukkan Joan di sampingnya.


"Ah mama, sudah dapat anak yang baru, lupa sama anaknya sendiri ".


Kata Ocha dengan manja.


"Kamu itu, siapa yang lupa sama anak sendiri tetapi bagaimana kabar yang mama dengar, kalau kalian bersaudara ini berpacaran dengan adik-adik


Kata nyonya Ouyang seolah mengkritik anak-anaknya, dia tidak berkata dengan nada yang menyalahkan tetapi seolah sedang bercanda dengan anak-anaknya.


"Mama.....".


Ocha merengek.


Little Fox sendiri diam saja sambil memandang mamanya dengan tatapan rasa sayang yang tidak dia sembunyikan.


"Sudah, sudah, tidak usah bicarakan itu dulu, mari kita bicarakan tentang bagaimana membebaskan kakakmu".


"Kaisar sudah terhasut oleh pangeran pertama, dia mempercayai sepenuhnya ucapannya apalagi kakakmu juga sudah melakukan kesalahan yang fatal yang menyebabkan kemarahan Kaisar".

__ADS_1


Nyonya Ouyang menyebut Kaisar, dia tidak mau mengatakannya sebagai suami atau ayah karena dia marah kepada Kaisar yang tidak mau membebaskan Yohan.


"Apa yang kakak lakukan sehingga membuat ayah marah".


Kata Ocha penasaran karena dia tahu ayahnya mencintai kakaknya dan selalu berkata kepada setiap orang bahwa dia berharap Yohan bisa menggantikan posisinya kelak.


"Yah, itulah kakakmu. Saat itu dia datang ke ibukota terburu-buru, dia tidak tahu situasi yang sedang terjadi di desa Genteng".


Nyonya Ouyang menceritakan kepada mereka bahwa saat itu Kaisar sedang marah besar karena mendengar dua berita kekalahan dari Dua ribu pasukan prajurit dari pangeran pertama dan juga kekalahan sepuluh ribu pasukan prajurit yang dipimpin oleh jenderal Loe Som Bong. Dia sedang memimpin rapat di istana saat Yohan datang.


Yohan yang lelah setelah menempuh perjalanan dengan tergesa-gesa sehingga kurang beristirahat menjadi emosional saat mendengar bahwa Kaisar sudah mengeluarkan dekrit untuk mengerahkan sejuta prajurit dibawa jendral Wong untuk membumihanguskan desa Genteng.


Yohan sangat cemas dengan nasib yang akan menimpa desa Genteng terlebih Joan masih ada di sana sehingga dia menjadi marah dan lepas kendali, Yohan mau menangkap Kaisar dan memaksanya untuk membatalkan dekrit itu.


Yohan segera ditangkap oleh para pengawal kekaisaran dan dijebloskan penjara, kaisar yang marah menjadi lebih marah lagi saat pangeran pertama menghasut Kaisar dengan mengatakan bahwa Yohan sudah tinggal di desa Genteng selama lebih dari setahun membantu pembangunan di desa Genteng.


Hal itulah yang membuat Kaisar menjadi lebih marah lagi karena mendengar tentang perluasan desa Genteng yang luas wilayahnya sudah melebihi kota Krikilan. Pangeran pertama menekankan kepada Kaisar bahwa ada kemungkinan pangeran ke tiga ikut merencanakan pemberontakan dan berniat untuk merebut tahta.


Kaisar yang marah memerintahkan kepada pengawal kekaisaran untuk menjebloskan pangeran ke tiga ke penjara bawah tanah. Setiap hari Kaisar mengutus orang untuk membuat pangeran ketiga memutuskan segala hubungannya dengan desa Genteng dan memimpin penyerangan ke desa tersebut.


Pangeran ketiga terus mengatakan bahwa dia tidak mungkin mengkhianati desa Genteng dan dia terus berkata bahwa Badan Otorita Desa Genteng tidak pernah punya keinginan untuk memberontak atau memisahkan diri dari kekaisaran Langit.


Pernyataan itu membuat Kaisar menjadi lebih marah lagi sehingga Kaisar tidak lagi berniat membebaskan pangeran ke tiga.


Joan menjadi sangat terharu mendengar cerita nyonya Ouyang tentang bagaimana cara Andi membela Badan Otorita Desa Genteng. Jadi dia berjanji tidak akan lagi menagih uang buburnya

__ADS_1


__ADS_2