Petani Berkuasa

Petani Berkuasa
Pemujaan


__ADS_3

Meskipun tuan muda ketua organisasi pembunuh Bayangan hitam itu tidak juga mengerti apa yang dilakukan oleh Joan untuk membuat dua ribu lima ratus orang pembunuh bayaran Atap Langit itu tunduk dan menghormati Joan. Dia sudah memiliki perasaan pemujaan kepada Joan, di matanya Joan sudah menjadi seorang Dewi dan dia tergila-gila dengan Dewi ini, dia ingin mengenalnya lebih dekat.


Dia bersyukur bahwa Joan tidak menjadi musuhnya, Master Lung yang hebat, keempat ketua organisasi pembunuh Atap Langit yang kuat, Jendral Loe Som Bong yang berkuasa, semua orang ini tidak berarti apa-apa dihadapan Joan. Dia sekarang merasa dirinya juga kecil dihadapan Joan.


Joan mengucapkan pidato perkenalan kepada pasukan pembunuh organisasi Atap Langit dan memberi nama panggilan yang baru kepada keempat ketua organisasi pembunuh Atap Langit.


Mereka diperintahkan untuk mengubahkan nama organisasi pembunuh Atap Langit menjadi perwakilan cabang desa Genteng, mereka tidak lagi diijinkan untuk menggunakan nama organisasi itu lagi.


Mereka tidak lagi boleh menerima orderan untuk membunuh orang yang tidak bersalah, mereka diijinkan untuk menerima jasa pengawalan pejabat atau orang kaya, memburu para penjahat yang memang terbukti kejahatannya. Kalau orang itu belum terbukti kesalahannya dan ternyata dia hanya difitnah maka mereka harus berani menolak orderan itu. Kalau perlu justru mereka harus memberikan perlindungan untuknya sampai orang itu menerima pengadilan yang benar-benar mengadili perkaranya dengan benar.


Organisasi Atap Langit menerima keputusan itu dengan baik, mulai hari itu tidak lagi ada organisasi pembunuh Atap Langit bahkan juga organisasi pembunuh Bayangan hitam karena tuan muda ketua organisasi pembunuh Bayangan hitam itu mendengar perintah Joan kepada keempat tetua organisasi pembunuh Atap Langit untuk mengubah nama dan karekter dari organisasi mereka, maka diapun bertekad untuk mengikuti perintah Joan.


Dia juga mau menjadi organisasi penyangga bagi Badan Otorita Desa Genteng karena dia melihat bahwa sudah lebih dari setengah anggota organisasi pembunuh Bayangan hitam sudah bergabung dengan Badan Otorita Desa Genteng termasuk tetuanya master Lung.


Empat tetua mendapatkan nama panggilan.


Tetua Ji


Tetua Ro.


Tetua Lu.


Tetua Pat.

__ADS_1


Setelah selesai, Joan menghampiri master Lung dan A Sen. Mereka saling memberikan hormat, Master Lung memperkenalkan keponakannya kepada Joan


"Nona Joan ini anak sahabatku yang sudah seperti anakku sendiri, namanya adalah Sen Neng Nya, biasa dipanggil A Sen. dia ingin bergabung dengan Badan Otorita Desa Genteng kalau nona berkenan menerimanya".


"Baiklah senang berkenalan denganmu tuan muda A Sen".


Kata Joan.


"Panggil saja saya A Sen, tidak perlu tuan muda karena mulai saat nona Joan menerima saya menjadi bagian dari desa ini, aku akan menjadi anak buahmu dan siap melayani nona Joan"


"Kita akan membicarakan itu nanti, tetapi kamu tidak bisa menjadi anak buahku karena di desa Genteng ini, kita adalah keluarga besar, jadi kakak A Sen, kamu akan jadi saudaraku dan karena kamu lebih tua dariku maka kamu akan jadi adikmu".


Senangnya A Sen karena Joan mau menganggapnya sebagai saudara tetapi dalam hati nya dia berkata;


Tentu dia tidak berani mengucapkan hal itu. Hari masih panjang, ambil langkah pertama dulu, tunggu langkah berikutnya, tidak perlu terburu-buru. Mungkin bikin jasa besar dulu agar Joan bisa lebih memperhatikannya.


Mereka semua berbaris kembali ke desa Genteng kecuali para pengintai.


Masuk desa Genteng semua orang terkagum-kagum melihat situasi dan kondisi desa Genteng. Pembangunan masih terus dikerjakan, desa itu terus berkembang ke arah pinggir hutan larangan.


Mereka juga mulai membuat jalan melewati pinggiran hutan larangan yang ternyata berakhir di pinggir laut yang berbatasan dengan negara tetangga mereka. Sebelumnya tidak ada seorangpun dari penduduk negara itu bahwa dibalik lebatnya hutan larangan ternyata ada pantai yang berbatasan dengan laut di balik gunung itu.


Joan juga mulai memerintahkan penduduk desa itu untuk membangun pelabuhan dan juga kapal-kapal yang desainnya dia ambil melalui ingatannya akan pengetahuan tentang kapal-kapal dayung Romawi

__ADS_1


Tentu ini ada cerita yang berbeda disisi lain waktu.


Ada jarak sekitar seratus kilo lebih dari desa Genteng menuju ke pelabuhan itu, jadi Badan Otorita mengembangkan desa-desa baru di antara ke dua tempat itu.


Membangun pos-pos penjagaan baru.


Berdasarkan pengetahuannya juga Joan mengembangkan tambak-tambak yang menghasilkan garam yang kemudian menjadi penghasilan besar bagi Badan Otorita Desa Genteng. Joan benar-benar memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyat yang ada di desa Genteng.


A Sen dan seluruh anak buahnya sebenarnya bersedia untuk diberikan cap jiwa karena dia lihat bahwa cap jiwa itu tidak memperbudak jiwa seseorang malahan yang dia lihat pada pamannya justru perubahan karakter yang luar biasa. Master Lung menjadi pribadi yang lebih menyenangkan daripada sebelumnya dan juga anggota organisasi pembunuh Bayangan hitam yang sebelumnya melalui proses cap jiwa ini benar-benar diubahkan menjadi orang-orang yang baik dan bijak.


Jadi dengan sukarela mereka meminta Joan untuk mereka juga bisa melalui proses pen-cap jiwa tetapi yang tidak disadari oleh A Sen dan kemudian juga disesalinya adalah setelah dia mengalami proses pen-cap jiwa, dia benar-benar hanya bisa jadi kakak bagi Joan karena perasaan cinta nya juga mengalami perubahan menjadi perasaan pemujaan bukan kepada kekasih tetapi kepada majikan.


(Rasain, habis gak mau nanya betul-betul dan sudah tahu Joan tidak mau melakukan hal itu pada A Sen karena Joan tahu A Sen ini sebenarnya pemuda yang sangat baik dan dia aslinya tidak mau menerimanya jabatan ketua organisasi pembunuh Bayangan hitam tetapi karena itu amanat orang tuanya maka dia terpaksa menerimanya. Tiga hari tiga malam A Sen merayu Joan untuk dicap jiwa karena dia berpikir bahwa Joan akan terharu melihat kesediaan dan kesetiaannya kepada Joan sampai benar-benar mau mengabdikan dirinya menjadi bawahan Joan.


Akhirnya juga karena bujukan master Lung, Joan mengabulkan keinginan A Sen.


A Sen begitu sangat gembira dan dia tidak sabar menantikan acara yang merupakan acara Akbar baginya dan anak buahnya karena dia pikir hari itu mereka akan resmi menjadi bagian dari keluarga besar desa Genteng.


Semalaman dia tidak bisa tidur mematikan hari upacara pen-cap jiwa. Pagi-pagi sudah mandi dan dandan, eh sekalinya harus ikut olahraga pagi dulu dan bersyukur pada sang Pencipta. Jadi malah keringatan lagi, yaah terpaksa mandi dan dandan lagi..


Tibalah saat yang ditunggu, dibawah pengawasan banyak orang dan Master Lung berdiri paling depan dengan bangga menyaksikan A Sen dengan seluruh anak buahnya menghilang satu persatu dan muncul kembali sebagai orang yang berkepribadian baru.


"Get On"...

__ADS_1


Bobok dulu ya sampai ketemu besok pagi. Mimpi indah dan jangan lupa bahagia.


__ADS_2