
Setelah membayar semua biaya administrasi, kelompok Little Fox segera memasuki desa dengan naik gerbong terbuka kereta yang sudah dimodifikasi untuk pengunjung yang masuk ke desa itu. Pengunjung mulanya akan dibawa dulu berkeliling ke spot-spot wisata, sekolah, balai pertemuan, arena bela diri dan tentu saja proyek pengelolaan kompor biogas kebanggaan desa Genteng.
Ada pemandu wisata yang menyertai setiap kereta, pemandu ini berdiri di samping pengemudi kereta dan akan menerangkan semua tempat yang mereka lalui.
Setelah berkeliling desa barulah mereka akan dibawa ke kantor pusat untuk mendaftarkan diri dan menerangkan asal mereka, menaruh uang jaminan pelelangan dan menukar tiket masuk dengan token pengenal yang berisi catatan nama, alamat dan jumlah deposit yang mereka berikan.
Mereka akan diatur penginapannya. Untuk para pemimpin mendapatkan kamar-kamar VIP sedangkan para penjaga dan pengawal akan ditempatkan di mess yang dibedakan antara laki-laki dan perempuan.
Kalau mereka tidak mau dipisahkan, mereka bisa menyewa bungalo, tentu saja ada biaya tambahan untuk itu.
Bungalo yang menghadap jalanan akan bernilai lebih tinggi daripada bungalo yang menghadap punggung dinding penginapan lain
Little Fox dan kelompoknya menginap di bungalo yang ada di tepi danau dan itu berharga paling mahal di antara semua penginapan di desa Genteng.
Ada empat kamar dan satu dapur di setiap bungalo dan toilet umum di sepanjang sisi jalan di samping bungalo.
Little Fox dan saudari perempuan itu mengambil masing-masing satu kamar sedang kedua kamar yang lain ditempati oleh penjaga yang mereka bawa.
Saudari yang datang bersama Little Fox sangat tertarik melihat taman bunga dan kumpulan anak-anak hewan yang terlihat lucu dan imut-imut yang mereka lihat dalam perjalanan dengan kereta pengunjung tadi. Dia mengajak Little Fox untuk kembali ke taman itu, mereka berjalan bersisian tubuh melewati jalan setapak, untungnya banyak petunjuk jalan yang dipasang di tiap titik persimpangan sehingga mereka bisa menentukan pilihan mereka untuk menuju spot wisata yang mereka inginkan.
__ADS_1
Gadis remaja itu berlari kecil dengan gembira, rambutnya yang dikuncir panjang menari-nari dibelakang kepalanya, terlihat menarik perhatian para laki-laki yang berpapasan dengannya tetapi melihat Little Fox dengan pengawalnya yang berjalan tepat dibelakang gadis itu membuat mereka berpikir seribu kali untuk menggoda gadis itu.
Gadis cantik itu berjalan dengan cepat seolah tidak sabar untuk datang ke taman bunga, menyentuh dan mencium setiap bunga yang dia temui. Ada papan larangan yang menyatakan dilarang untuk memetik bunga yang ada di taman itu, bagi mereka yang akan membelinya ada disediakan kios bunga di pintu keluar. Di beberapa tempat, pelukis cepat sedang melayani para pelanggan yang berekspresi dengan berbagai pose, sendiri, berdua bahkan sekelompok orang.
Suasana taman itu sangat meriah di sore hari itu. Little Fox memperhatikan keadaan sekelilingnya, sedari tadi dia melihat sekelilingnya untuk melihat apakah ada kehadiran kakaknya tetapi jangankan orang nya bahkan bayangannya, eh maksudnya penjaga bayangannya pun tidak terlihat. Tentu saja sesuai namanya sebagai penjaga bayangan, mereka memang tidak berjaga di tempat-tempat yang terlihat orang. Mereka bersembunyi di balik rimbunnya daun pepohonan atau di sela-sela bubungan gedung-gedung.
Sebenarnya mereka sudah menemukan kehadiran kelompok Little Fox tetapi mereka tidak berani menemuinya karena belum ada perintah dari tuan muda mereka.
Tuan muda juga masih berpura-pura amnesia jadi mereka merasa serba salah takutnya rahasia tuan muda mereka akan terbongkar dan mereka yang akan merasakan dampaknya. Bisa dimarahi boss.
Andi sendiri belum tahu akan kedatangan Little Fox karena dia bersama Joan sedang sibuk di dalam stadion untuk gladi resik pelelangan yang dipimpin manajer Chen.
Selama ada di desa Genteng, Andi tidak pernah mengenakan topeng dan dia mulai terbiasa dengan hal itu. Kulitnya yang dahulu putih sekarang sudah berwarna kuning kecoklatan karena sering terbakar matahari dan dia juga terlihat lebih kekar dan bugar karena sering berkerja keras.
Tidak lagi terlihat seperti bangsawan manja yang hanya selalu menyuruh-nyuruh orang untuk melaksanakan perintahnya.
Rambutnya yang dahulu panjang, sekarang di potong pendek sehingga dia memang jadi terlihat mirip dengan Andi Lau, aktor film laga kesayangan Joan karena Andi Lau bukan hanya ganteng tetapi juga dermawan dan murah hati.
Konon kabarnya Andi Lau punya ratusan anak asuh di Indonesia seperti juga Jacky Chan, aktor laga lainnya yang juga kesayangan Joan.
__ADS_1
Dengan potongan rambut pendek, Andi terkesan jadi seperti pria metropolis di jaman modern dan Joan lebih senang melihat kondisi Andi yang seperti itu. Menurut Andi sendiri, apapun asal Joan senang.
Gadis cantik bermain dengan gembira, berlarian jesana kemari dan terlihat seolah-olah sedang menari seperti kupu-kupu diantara bunga-bunga yang indah, dia juga senang bermain dengan anak-anak hewan buas tetapi terlihat begitu jinak dan lucu. Anak badak bercula tiga yang tambun dan culanya belum muncul seperti anak babi yang gemuk berlarian diantara kaki-kaki para pengunjung taman itu.
Tabir senja mulai turun saat mereka menghentikan semua aktivitas di taman itu. Kegiatan malam itu adalah pesta penyambutan tamu peserta pelelangan.
Aula sekolah sudah dibersihkan dan ditata, bangku, kursi, meja dan sofa sudah ditempatkan di area masing-masing yang diletakkan setengah lingkaran dan
di depan sekali terletak sebuah panggung dan di depan panggung itu sofa-sofa untuk para peserta pelelangan yang memiliki token VIP duduk. Di bagian paling depan terletak kursi utama untuk Joan dan keluarganya serta jajaran manajemen Badan Otorita Desa Genteng.
Master Lung yang tidak suka keramaian tetap berjaga di pos penjagaan di depan gerbang desa karena meskipun sudah malam, tamu-tamu masih ada yang akan datang.
Penduduk desa sudah bersiap untuk melayani tamu-tamu yang hadir, acara sebesar itu baru pertama kalinya dilakukan didesa Genteng bahkan juga di kota Krikilan tidak pernah ada pesta sebesar itu yang menghadirkan tamu-tamu penting dari seluruh negeri bahkan juga ada tamu-tamu yang datang dari kerajaan tetangga.
Hiburan tarian dan musik sudah dari sore ditampilkan oleh pemusik dan artis-artis lokal dari desa Genteng dan kota Krikilan. Tamu-tamu juga sudah menikmati camilan yang terdiri dari kue-kue dan manisan.
Little Fox duduk berdampingan dengan gadis cantik itu dibarisan depan ke dua. Seperti tamu undangan lain mereka semua penasaran dengan pemimpin dari desa itu sebagai pemeran utama dalam acara pelelangan itu. Mereka penasaran dengan orang yang bisa menjinakkan bahkan membuat penangkaran hewan-hewan monster yang biasanya sulit untuk ditaklukkan apalagi bicara dijinakkan seperti yang dilakukan di desa itu
Belum pernah terdengar di Benua Etam bahwa ada penjinak hewan yang bisa menjinakkan binatang monster kelas sembilan seperti badak bercula tiga biasanya mereka memilih untuk membunuhnya daripada menangkapnya hidup -hidup.
__ADS_1
Sungguh mereka merasa sangat tidak sabar untuk melihat wajah dari orang yang sudah bikin penasaran orang satu benua.