
Kelompok Andi melakukan perjalanan dengan terburu-buru, mereka memburu waktu untuk segera tiba di ibukota sebelum Kaisar mengeluarkan dekrit untuk memadamkan pemberontakan desa Genteng.
Dalam perjalanan ini mereka harus berganti kuda di setiap perhentian di kota-kota dimana ada cabang dari rumah makan Selera kita, mereka lelah dan lapar tetapi mereka tidak bisa berlama-lama untuk beristirahat.
Kuda-kuda baru yang segar disiapkan dalam setiap perhentian, kuda yang sudah dipergunakan ditinggalkan untuk dirawat agar supaya segar kembali untuk dipergunakan dalam perjalanan berikutnya.
Mereka lelah dan juga mengantuk tetapi tidak berani menunda perjalanan dan beristirahat. Setiap kabar tentang mobilisasi prajurit yang mereka dengar di setiap kota membuat mereka lebih lagi ingin cepat tiba di ibukota.
Saat mereka tiba di ibukota, mereka terlihat seperti pengemis yang tidak bertemu dengan air berhari-hari. Rambut Andi sudah memanjang, kumis dan cambangnya tidak terurus, begitu juga dengan para penjaga bayangannya. Sehingga saat mereka tiba di gerbang istana, prajurit yang tidak mengenal mereka segera menghunuskan pedangnya, hanya saat Andi mengeluarkan token pengenalnya, barulah mereka menyarungkan pedangnya dan mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam istana.
Andi segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam ke istana untuk menemui Kaisar.
Disetiap daerah di jalur perjalanan dari kota Krikilan sampai ke ibukota terlihat kesibukan prajurit yang sedang dimobilisasi untuk persiapan penyerbuan ke desa Genteng untuk memadamkan pemberontakan dari Badan Otorita Desa Genteng.
Penduduk desa Genteng belum mendapatkan berita itu, jadi kesibukan di desa Genteng masih berjalan sesuai rutinitas yang biasa mereka lakukan. Tidak ada persiapan para prajurit dan penjaga untuk menghadapi serangan itu.
Pasukan dari pangeran pertama, gabungan dari prajurit dari istana pangeran pertama dengan pasukan pembunuh bayaran dari organisasi Atap Langit.
Mereka sudah mempersiapkan diri di kota Krikilan. Ini memancing keingintahuan masyarakat yang melihat pasukan prajurit yang datang dari ibukota. Prajurit kota Krikilan sendiri tidak diikutsertakan dalam pasukan ini karena pangeran pertama berpendapat bahwa prajurit kota Krikilan ini tidak kompeten dan ditakutkan mereka memiliki kekerabatan dengan penduduk desa Genteng yang mungkin justru akan menusuk mereka dari belakang.
Para pejabat kota Krikilan bahkan juga pejabat provinsi yang mengetahui tentang pembangunan dan perluasan wilayah desa Genteng tidak berpikir bahwa Badan Otorita Desa Genteng sedang menyiapkan pemberontakan dan mau mendirikan kerajaan sendiri karena Badan Otorita Desa Genteng selalu melaporkan kegiatan mereka secara berkala dan mereka juga taat membayar pajak.
__ADS_1
Melihat hal itu, seorang pesuruh dari pemerintah kota Krikilan mengirimkan utusan untuk memberitahukan hal ini kepada Badan Otorita Desa Genteng.
Badan Otorita Desa Genteng segera membuat rapat yang melibatkan ketua-ketua RT dan koordinator-koordinator wilayah dari desa-desa penyangga di sekitar hutan larangan.
Meskipun mereka tidak mengerti mengapa mereka dianggap akan melakukan pemberontakan tetapi mereka tidak menjadi panik dan mempersiapkan diri mereka untuk menghadapi penyerbuan itu.
Kondisi geografis dari desa Genteng sangat menguntungkan bagi desa itu dalam menghadapi penyerbuan itu karena hanya ada satu jalan untuk masuk ke desa tersebut.
Pasukan penyerang tidak bisa menyerbu secara kolosal karena lebar jalan ke desa Genteng hanya enam meter saja. Di kiri kanan jalan itu ada hutan labirin yang sudah diatur oleh Joan dengan aray yang menyebabkan orang menjadi kebingungan untuk mencari jalan keluar dari hutan tersebut.
Bisa dipastikan kalau ada yang nyasar masuk hutan tersebut, mereka tidak akan bisa keluar kalau tidak ada orang dari desa Genteng yang memimpin mereka.
Tentu saja itu sangat memudahkan penjaga desa Genteng untuk mencegah pasukan prajurit dari pangeran pertama untuk memasuki desa tersebut.
Joan menetapkan perimeter luar sekitar sepuluh kilometer dari batas gerbang desa. Dia menyusun banyak jebakan di sana. Rencananya adalah menangkap mereka hidup-hidup supaya tidak ada seorangpun yang terbunuh atau terluka karena dia pikir pasukan prajurit ini hanya menuruti perintah dan bukan maksud atau keinginan pribadi mereka untuk menyerbu desa Genteng.
Dengan lebar jalan yang hanya sepuluh meter diperkirakan hanya ada sepuluh atau dua puluh orang maksimal dalam satu jajar barisan, berapa ratus orang akan dijebak untuk masuk ke dalam area yang mereka sudah siapkan.
Ruang dimensi pertanian bisa menampung maksimal lima ratus orang dan memiliki kemampuan untuk mencap jiwa seribu orang dalam satu hari. Tugas menggiring orang ke dalam jebakan itu dipimpin oleh master Lung dengan seratus dua puluh orang penjaga bayangan tingkat tertinggi di desa Genteng.
Beberapa tempat dalam jalur menuju hutan labirin disiapkan aray halusinasi yang akan membingungkan dan mengarahkan orang untuk masuk ke jebakan yang disiapkan.
__ADS_1
Joan tidak suka dengan peperangan, itu hanya akan merugikan masyarakat awam yang tidak tahu apa-apa. Orang tua, perempuan dan anak-anak yang akan merasakan dampak yang paling parah, rakyat akan kehilangan harta benda, rumah dan semua bentuk kekayaan mereka.
Rakyat yang akan menghindari peperangan akan mengungsi dari kediaman mereka untuk menghindarkan peperangan, seringkali tidak membawa apa-apa dalam pelarian mereka sehingga banyak dari antara mereka yang mati karena sakit atau kelaparan.
Sedapat mungkin Joan akan menghindari adanya korban jadi dia sudah mengungsikan orang tua, perempuan dan anak-anak ke desa penyangga di bagian terdalam di hutan larangan yang di jaga binatang-binatang monster.
Hanya laki-laki dan juga perempuan yang merupakan anggota penjaga bayangan yang masih bisa ikut menjaga desa, tetapi mereka berjaga di garis terakhir pertahanan. Bertanggung jawab untuk memasak makanan dan mendistribusikan bahan makanan untuk mereka yang berperang di garis depan.
Little Fox, Ocha dan adik-adik ditugaskan untuk menjaga pintu desa yang digunakan untuk mereka yang diungsikan di desa penyangga. Little Fox ingin maju menjaga di garis depan tetapi Joan berkata bahwa dia mempercayakan adik-adiknya kepada Little Fox dan terutama berpesan untuk menjaga adik bungsunya yang ilmu beladiri nya paling lemah di antara mereka.
Beberapa minggu mereka berinteraksi, Little Fox semakin dekat dengan Jessy, begitu juga Jun dengan Ocha. Di dunia itu hal seperti itu wajar saja untuk anak usia delapan tahun sudah dijodohkan, bahkan bertunangan. Biasanya anak gadis sesudah mendapatkan haid pertamanya akan langsung dinikahkan.
Tetapi Joan berasal dari dunia modern dan anak-anak di usia itu masih usia untuk bermain dan belajar.
Itu sebabnya di desa Genteng diterapkan peraturan untuk usia minimal pernikahan adalah di usia delapan belas tahun karena Joanbjuga tidak ingin buru-buru menikah dan Joan juga ingin adik-adiknya menikmati masa kanak-kanaknya dengan benar dan baik.
Mengingat bahwa Joan sudah mempercayakan tanggung jawab untuk melindungi keluarga Joan yang artinya Joan sudah mempercayai dan menerimanya.
Dia jadi terharu.....
"Hu uuuui".
__ADS_1