Petani Berkuasa

Petani Berkuasa
Malam puncak


__ADS_3

Meskipun hiburan malam itu sangat menyenangkan dengan tarian, musik, akrobat dan terutama hal yang paling menarik karena belum pernah mereka tonton selama ini adalah acara sirkus dengan binatang kecil yang lucu-lucu. Hewan-hewan berparade memasuki panggung, burung-burung berterbangan sambil menyanyikan lagu dengan kicauan mereka.


Hewan-hewan itu dipimpin gadis kecil berusia sekitar delapan atau sembilan tahun yang terlihat sangat energik dengan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya. Gadis itu berhasil memberikan hiburan yang mempesona para tamu, dari anjing-anjing yang berbaris sambil berjalan dengan ke dua kaki belakangnya, memberikan salam kepada penonton. Harimau yang terbang melewati lingkaran berapi, juga burung-burung yang bisa menghitung. Hiburan itu sukses memancing gelak tawa dari penonton dan saat sirkus itu berakhir, penonton pun berdiri untuk memberikan applaus tepuk tangan sambil berdiri dari tempat duduk mereka masing-masing.


Gadis kecil itu menghormat ke arah penonton yang lucunya juga di sertai penghormatan oleh semua hewan yang dipimpinnya kemudian seperti datangnya, pulangnya pun mereka berparade kembali.


Gadis kecil itu adalah adik bungsu Joan, saudari keempat.


Little Fox sangat terpesona melihat gadis kecil itu dan dia penasaran ingin mengenalnya tetapi dia tidak enak hati untuk mengikuti gadis itu.


"Ah besok masih banyak waktu"; batinnya.


Seorang perempuan muda naik ke atas panggung dan berkata:


"Sekarang bapak, ibu dan saudara, inilah saat yang pasti kalian tunggu-tunggu untuk mengenal tokoh penting dibalik semua acara pelelangan ini. Tokoh muda yang berhasil mendapatkan banyak penghargaan dari pemerintah Kekaisaran Langit. Mari kita bangkit berdiri bersama dan memberikan tepuk tangan yang meriah".


"Plok, plok, plok, plok,plok".


Suara tepukan tangan bergema bersahutan di gedung stadion tersebut.


Sebagian lampu dipadamkan dan Api biru yang mempesona menerangi panggung itu.


Dua orang gadis kecil yang membawa keranjang sambil menaburkan bunga berjalan masuk terlebih dahulu, kemudian di belakangnya berapa orang berjalan dalam posisi barisan dua sap.


Tuan Joko dan istri, kemudian dibelakangnya ada Joan dan Mo Ying dan di belakang mereka ada Andi yang disertai dengan dua orang penjaga bayangan.


Mereka kemudian mengambil tempat duduk di bagian depan secara berurutan tuan Joko dan istri, Mo Ying sebagai pemimpin acara pelelangan, Joan dan kemudian Andi sedang dua penjaga bayangan berdiri naik ke atas panggung dan berdiri di kedua sisi panggung.


Setelah mereka duduk ditempatnya masing-masing barulah pembawa acara mempersilahkan tamu-tamu duduk kembali.

__ADS_1


"Selamat datang team manajemen Badan Otorita Desa Genteng dan kami, kami semua sudah menunggu dan tentu saja tamu-tamu disini sudah menantikan untuk mengenal bintang utama acara ini. Maka kami persilahkan untuk naik ke atas panggung untuk memperkenalkan diri dan menjelaskan tentang acara kita besok hari".


Seseorang berdiri dari kursinya dan berjalan dengan santai ke atas panggung kemudian berdiri di depan sedang pembawa acara mengambil tempat dibelakangnya.


Seorang laki-laki tampan yang mengundang decakan kagum dan pandangan mata berbinar-binar dari kaum hawa. Seorang laki-laki dengan potongan rambut yang aneh dan pendek di atas bahunya tetapi tidak terasa terlihat jelek malah terlihat segar dan maskulin.


Memang pada umumnya laki-laki di jaman itu memiliki rambut panjang yang digelung seperti perempuan, ini bukan karena tidak ada gunting atau tukang cukur di masa itu.


Anak-anak kecil biasa dicukur atau dipotong pendek rambutnya. Pada saat mereka memasuki usia yang dianggap dewasa, pada saat itulah rambut mereka berhenti dipotong atau dicukur, dipelihara memanjang dan cukup hanya digelung agar tetap ringkas tanpa perlu dipotong.


Kebiasaan ini ada dasar filosofinya yaitu berdasarkan ajaran Confusius atau kalau di Indonesia dikenal sebagai Kong Hu Chu yang mengajarkan bahwa seorang anak harus berbakti pada orangtuanya adalah salah satunya dengan menjaga tubuh pemberian orang tua itu dengan sebaik mungkin. Termasuk dalam hal ini rambut yang merupakan bagian dari tubuh mereka.


Ini bisa dilihat dalam film-film yang berlatar belakang sejarah, laki-laki bisa memilih untuk memelihara kumis dan jenggot atau mau tetap klimis tetapi rambut pasti dibiarkan memanjang.


Tentu saja, itu semua hanya bagian dari tradisi dan budaya yang terus berkembang dan beradaptasi mengikuti jaman.


Tentu saja potongan rambut laki-laki itu sontak memancing keributan pada semua laki-laki yang hadir sehingga mereka membicarakannya di antara mereka sendiri. Ada yang menolak dan tidak setuju tetapi ada yang senang dan ingin menirunya karena terlihat rapi dan lebih praktis tidak repot lagi menggelung rambut setelah bangun tidur, apalagi berbakti pada orang tua kan lebih penting dalam tindakan daripada memanjangkan rambut.


Dikemudian hari potongan rambut pendek ini diikuti oleh banyak pria dan menjadi trend baru di kekaisaran Langit.


Little Fox memicingkan matanya, memandang dengan tajam laki-laki yang berdiri di atas panggung, wajahnya terasa akrab baginya. Gadis muda disampingnya sambil mengarahkan matanya kepada laki-laki yang berdiri di atas panggung itu, memegang tangan little Fox dan mengguncangkannya dengan keras;


"Wau tampannya pria itu, aku mau jadi pacarnya".


"Hus, jangan terburu-buru, kau tidak lihat banyaknya perempuan yang ngiler memandangnya dan aku sepertinya tidak asing dengan laki-laki ini, wajahnya memberikan perasaan keakraban untuk ku".


Saat api biru yang melayang di atas panggung itu menyoroti sosok laki-laki itu. Beberapa orang menjadi terpana termasuk little Fox.


"Itu....itu kakak ketiga, astaga kemana rambutnya. Ayah pasti akan marah kalau melihatnya sekarang"

__ADS_1


Little Fox berkata pelan untuk didengar oleh orang disampingnya saja.


"Masak itu kakak ketiga, ah bukan, laki-laki itu bukan kakak, kakak berkulit putih, laki-laki ini berkulit kuning kecoklatan. Kakak little Fox pasti salah mengenalinya".


Gadis itu mencoba menyangkalnya tetapi dia juga menjadi ragu-ragu saat dia melihat laki-laki itu kembali.


"Ternyata dia ada di sini, kukira dia sudah mati, cepat kabarkan kepada pangeran pertama berita ini"


Kata seorang pria berpakaian hitam kepada rekan di sampingnya.


"Ternyata pembunuh bayaran Bayangan hitam gagal melenyapkannya, beritakan juga hal ini kepada organisasi pembunuh Atap langit, suruh mereka menyelesaikan pekerjaannya di sini".


Rekannya yang mendengar perkataan itu segera meninggalkan tempat duduknya dengan tergesa-gesa dan meninggalkan ruangan itu.


Dia tidak sadar bahwa tindakannya sudah dilihat oleh penjaga bayangan yang segera mengikutinya.


Pria itu pergi ke bagian samping gedung stadion itu, melihat saat tidak ada orang lain di sekitarnya, dia mengambil selembar kertas dan menuliskan sesuatu di dalamnya. Dia mengambil tabung bambu dari balik bajunya dan mengeluarkan seekor burung kecil pembawa pesan, menggulung surat itu dan menaruhnya pada tabung dan menempelkannya di kaki burung itu kemudian dia melepaskan burung itu terbang ke langit.


Setelah dia menyelesaikan urusannya dia segera kembali ke tempat duduknya di dalam stadion itu.


"Sudah beres".


Lapornya pada rekannya.


"Hmm"


Tanpa disadarinya saat dia meninggalkan ruangan itu, penjaga bayangan yang tadi mengikutinya mengeluarkan sumpit dan menembak burung yang belum terbang terlalu jauh, burung itu jatuh dari ketinggian dan penjaga itu melompat untuk menangkapnya.


Burung itu hanya pingsan dan tidak mati karena sumpit itu hanya berisi panah bius, penjaga itu mengeluarkan kertas itu dan menyalin isinya, dia memasukkan lagi kertas itu ke dalam tabung dan kemudian dia mengusap kepala burung itu yang segera sadar kembali. Melepaskan burung itu untuk kembali terbang ke langit...

__ADS_1


__ADS_2