Petani Berkuasa

Petani Berkuasa
Persiapan


__ADS_3

Kembali ke pelabuhan, jendral Loe Som Bong meminta seluruh prajurit untuk berkumpul, mendengar arahan Joan. Mereka mengatur strategi untuk menghadapi penyerbuan dari bajak laut tengkorak hitam.


Ketiga kapal angkatan laut kekaisaran Langit terlihat mencolok di pelabuhan itu dibandingkan kapal-kapal yang ada di pelabuhan, itu pasti akan memancing kecurigaan dari perompak bajak laut tengkorak hitam dan akan mengundang kecurigaan bahwa pimpinan kota itu pasti sudah mendatangkan bantuan untuk menghadapi mereka.


Jadi Jendral Loe Som Bong mengatur agar ketiga kapal kembali ke laut lepas dan bersembunyi di sebuah pulau yang tidak terlalu jauh dari pelabuhan itu. Pulau itu mereka lewati dalam perjalanan mereka kemarin, itu sangat ideal untuk menyembunyikan kapal karena pulau itu memiliki kanal besar yang membelah pulau itu dan dipenuhi oleh kerimbunan pohon-pohon bakau.


Joan bukan seorang yang menyukai pembunuhan, sedapat mungkin dia selalu menghindari pertumpahan darah dan kalau bisa, dia lebih bersedia untuk mengubahkan karakter orang yang kejam menjadi penurut meskipun itu berarti orang itu akan menjadi pengikut setianya, bukankah itu lebih baik daripada kehilangan jiwa.


Itu sebabnya dia selalu mengandalkan kekuatan penaklukan jiwa dari ruang dimensi pertaniannya untuk menaklukkan orang-orang yang diinginkannya, itupun terbatas hanya pada mereka yang sering melakukan kejahatan. Joan tidak mau bersikap semena-mena untuk menjadikan setiap orang menjadi bawahannya yang hanya bersikap patuh dan setia kepadanya.


Mengubah karakter orang melalui cap jiwa, bukan membuat orang itu menjadi budaknya tetapi membuat mereka menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, bukankah itu seperti mereka membayar hutang kehidupan sebelumnya sehingga mereka bukan hanya bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik tetapi juga mendapatkan karma baik untuk jalur reinkarnasi mereka berikutnya.


Pemimpin kota Jin Bo yang melihat bagaimana Joan memberikan arahan kepada jenderal Loe Som Bong yang selanjutnya akan mengatur penempatan para prajurit angkatan laut kekaisaran Langit ini. Tindakannya begitu cepat, lugas dan efesien, itu menimbulkan rasa kagum yang dalam kepada Joan sehingga dia juga memberikan kewenangan kepada Joan untuk membuat pengaturan bagi mereka juga.


Hanya dia heran saat Joan meminta para pengawalnya untuk menyimpan semua senjata mereka kembali ke gudang persenjataan. Mereka hanya diijinkan untuk membawa pedang atau tombak yang biasa mereka pakai dalam tugas pengawalan biasa.


"Apakah mereka tidak akan berperang melawan para perompak bajak laut tengkorak hitam ataukah mereka akan bernegosiasi dengan mereka. Bukankah dia tidak bisa memenuhi tuntutan para perompak, itu akan menempatkan mereka dalam situasi buntu dan bukankah itu berarti, berperang merupakan jalan satu-satunya. Bukankah Jendral Loe Som Bong memiliki kemampuan untuk minimal menahan kekuatan para perompak itu tetapi kelihatannya mereka tidak berminat untuk berperang. Jadi apa yang akan dilakukannya ".


Pikiran itu membuncah di kepala tuan kota Jin tetapi dia tidak mengutarakan keraguannya. Dia mau melihat apa yang akan di lakukan oleh Joan.


Saat dia sedang merenungkan hal itu, sebuah tembakan kekuatan yang besar mengoyak awan-awan di langit atas laut di kejauhan.

__ADS_1


"Perompak bajak laut tengkorak hitam datang".


Seorang pengawal melaporkan kepada tuan kota.


Tuan kota, Andi dan Joan berdiri di depan pelabuhan itu menyaksikan tiga buah kapal besar hampir sebesar kapal yang dimiliki oleh angkatan laut kekaisaran Langit pelan-pelan mendekati dermaga pelabuhan.


Wajah-wajah tidak bersahabat, ganas dan bengis memenuhi setiap geladak kapal itu, awak kapalnya cukup cekatan, mereka bisa melabuhkan kapal itu dengan tenang.


Lima orang berdiri di anjungan kapal itu memperhatikan dengan seksama kepada tuan kota Jin Bo yang berdiri dengan dua orang muda, seorang perempuan muda, seorang lainnya seorang laki-laki muda. Membalas tatapan mereka dengan tenang, pemimpin perompak itu tidak dapat memungkiri bahwa mereka pasti orang yang berkemampuan karena biasanya orang yang melihat tatapannya akan gemetar ketakutan.


"Siapa mereka ".


"Oh mereka adalah tuan muda Andi dan nona muda Joan dari ibukota, mereka yang diberikan kewenangan untuk bernegosiasi dengan kalian".


Perkataan tuan kota Jin adalah sebagian kebenaran dan sedikit kebohongan, tentu saja Andi dan Joan berasal dari ibu kota tetapi bukan dari kerajaan mereka sendiri, ini adalah tamu-tamu dari ibukota kekaisaran Langit, tentu saja dia tidak akan mau terbuka untuk membicarakan hal seperti itu.


"Negosiasi? Kami tidak butuh negoisasi, yang kami butuhkan adalah harta kekayaan yang kami inginkan".


Kata pimpinan perompak itu sambil menuruni tangga kapal menuju kepada mereka yang di bawah.


"Maksud tuan Jin Bo, akulah yang bertanggung jawab untuk menunjukkan kepada kalian kekayaan yang akan kalian terima. Mari silahkan ikuti aku, aku akan menunjukkannya kepada kalian ".

__ADS_1


Joan dengan tenang tanpa ada terlihat sedikitpun ketakutan baik dalam nada suaranya ataupun pada ekspresi wajahnya.


"Baiklah, tapi awas jangan coba-coba menipu kami".


Kata pemimpin perompak itu, ke lima orang itu berjalan dibelakang Joan. Hanya Joan yang pergi bersama mereka sedang Andi dan tuan Jin tetap berdiri di dermaga itu.


Pemimpin perompak melihat hal itu, tidak mempertanyakannya karena dia yakin dihadapan kekuatan absolut, semua orang ini hanya semut di matanya, apalagi dia jelas melihat bahwa Joan tidak memiliki sedikitpun riak kekuatan.


Hanya yang mencurigakan kenapa orang-orang yang dia temui begitu santai, sama sekali tidak ada terlihat rasa takut di mata mereka kecuali sedikit ketegangan di mata tuan kota Jin Bo tetapi tidak perlu dipikirkan, lebih penting untuk melihat dulu harta yang tuan kota sudah persiapkan untuk mereka.


Berjalan di depan mereka tanpa menoleh, Joan tersenyum melihat kepercayaan diri dari ke lima pemimpin perompak bajak laut tengkorak hitam itu, dia sudah merencanakan dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan rapi tetapi untuk memastikan bahwa tidak ada seorangpun yang tahu akan rahasia terbesarnya. Joan meminta tuan kota untuk tidak mengikutinya. Tuan kota Jin merasa sangat tersentuh dengan ketenangan yang diperlihatkan oleh Joan terhadap kelima pimpinan perompak itu, juga dia tidak melihat sedikitpun kekuatiran di mata Andi melihat kekasihnya bersama kelima pimpinan perompak itu.


Mereka tiba di sebuah gudang besar berukuran 20x 50 meter, Joan mengundang mereka untuk masuk, Joan lebih dahulu masuk ke gudang itu dan mereka berlima mengikutinya.


Hulala, gudang itu kosong melompong, mana harta kekayaan yang katanya sudah dipersiapkan bagi mereka, jangankan harta, debupun nyaris tidak terlihat


Tuan kota sebenarnya mau mengumpulkan sedikit harta yang mereka sudah siapkan, meskipun tidak cukup mungkin bisa untuk melunakkan hati para perompak itu, tetapi Joan tidak menyetujuinya. Mereka hanya diminta untuk membersihkan gudang tersebut dengan bersih


Kelima pemimpin perompak itu tercengang dengan apa yang mereka lihat, dengan wajah yang merah padam, mereka berbalik untuk melihat Joan yang tersenyum waktu melihat wajah mereka yang buruk. Perasaan yang aneh segera muncul di hati mereka tetapi sebelum sempat mengatakan apa-apa, terdengar suara merdu menembus gendang telinga mereka.


"Get On"..

__ADS_1


__ADS_2