Petani Berkuasa

Petani Berkuasa
Menyerahkan diri


__ADS_3

Setelah bertahun-tahun hidup dalam pelarian tuan muda Arthur dan isterinya memutuskan untuk menyerahkan diri kepada raja, mereka tidak kuatir bahwa raja akan membunuh mereka karena raja masih membutuhkan mereka untuk menemukan token kekuasaan pimpinan tertinggi pasukan rahasia itu.


Saat mereka meninggalkan pulau itu, mereka sudah menyegel pulau itu dengan aray ilusi yang menyebabkan pulau itu hilang dari pandangan orang yang berlayar di daerah tersebut, untuk masuk ke pulau itu hanya bisa dilakukan melalui lorong portal transportasi.


Mereka sudah meninggalkan token dan lukisan foto keluarga di rumah mereka di pulau itu, juga alat untuk memicu lorong portal transportasi ke pulau itu di hutan tempat mereka bertemu dengan bapak dan ibu Joko.


Mereka tahu keluarga bapak Joko tinggal di sekitar daerah itu dan danau itu memiliki pemandangan yang indah maka mereka percaya anak perempuan mereka suatu hari nanti pasti akan berkunjung ke daerah tersebut.


Mereka mengatakan kepada raja, bahwa token itu ada pada anak mereka yang mereka sendiri tidak tahu keberadaannya dan meyakinkan raja bahwa anak mereka satu kali pasti akan datang untuk menemukan mereka.


Untungnya semua berjalan sesuai dengan rencana, raja mengurung mereka diistana dingin tanpa menyadari bahwa tuan Arthur memiliki kunci untuk keluar masuk istana dengan mudah, semua prajurit yang berjaga di istana dingin juga berasal dari orang-orang yang setia kepada raja tua.


Mereka selama itu terisolasi dari dunia luar, jadi mereka tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi di istana, saat tuan dan nyonya Arthur diantarkan ke istana dingin, para prajurit itu sangat senang karena mereka tahu tuan Arthur adalah orang yang sangat dipercaya oleh raja tua.


Istana dingin biasanya dipakai untuk tempat pengasingan anggota keluarga istana yang berbuat kesalahan, sudah lama tidak ada keluarga kerajaan yang diasingkan disana tetapi istana itu selalu ada dalam perawatan dan prajurit yang berjaga di sana, ada bersama dengan anggota keluarga mereka yang bertugas sebagai pelayan.


Tuan Arthur berapa kali datang ke istana dingin bersama raja tua bahkan dia juga yang dipercaya oleh raja tua untuk memimpin renovasi istana dingin, sayangnya ini tidak disadari oleh raja sehingga dia malah menempatkan tuan dan nyonya Arthur di sana.


Meskipun tuan muda Arthur tidak memiliki token kekuasaan pemimpin tertinggi ditangannya tetapi dia masih memiliki orang-orang kepercayaannya di istana, mereka berdiri dalam bayang-bayang, melaporkan kepada tuan Arthur, segala pergerakan yang terjadi di istana.


Meskipun banyak pejabat yang mendukungnya tapi tuan Arthur tidak mau memicu pemberontakan karena tuan Arthur tidak mau membuat rakyat menderita akibat perang saudara.


Tuan Arthur hanya menunggu saat yang tepat untuk menangkap raja dan kedatangan Joan membuat segala sesuatunya menjadi lebih mudah. Di istana sudah banyak pejabat yang tidak menyukai raja karena sering bertindak sewenang-wenang dan tidak memperdulikan jasa dari pejabat yang sebelumnya membantu raja tua.


Pejabat -pejabat istana juga tidak mempercayai bahwa Arthur berniat membunuh raja tua karena mereka tahu raja tua memiliki harapan besar untuk Arthur menjadi raja menggantikannya dan mereka juga tahu perselisihan raja dengan Arthur tetapi tentu saja mereka tidak mampu berbuat apa-apa, apalagi Arthur tidak mau memimpin pemberontakan meskipun sebagian besar pejabat istana dan militer mendukungnya.


Tanpa pengakuan dari token kekuasaan pemimpin pasukan rahasia, Arthur merasa belum mendapatkan legitimasi untuk mengklaim kekuasaan atas kerajaan Sendawar.

__ADS_1


Tuan Arthur sebenarnya tidak berniat untuk menggulingkan raja tetapi dari perkembangan yang ada telah memaksanya ke titik dimana dia tidak lagi bisa mendapatkan kehidupan yang tenang lagi.


Pada akhirnya tanpa raja sadari bahwa tuan Arthur justru memanfaatkan raja untuk membuatnya nyaman dengan mengijinkan mereka tinggal di istana dingin sambil menunggu kedatangan anaknya.


Di istana raja Sendawar, raja menerima laporan dari bawahannya bahwa penyerangan mereka telah gagal, orang-orang yang mereka buru telah meninggalkan ibukota ketempat yang tidak diketahui.


"Siapa yang datang ke rumah itu".


Tanya raja kepada penjaga yang sempat bentrok dengan Joan.


"Itu seorang perempuan muda dan seorang laki-laki muda tuanku, perempuan itu memiliki kemiripan wajah dengan isteri buronan kita".


"Apakah mungkin itu anak mereka yang hilang itu".


Sesudah penjaga itu keluar, masuklah komandan yang memimpin penyerangan ke markas pemberontak bandit gunung.


Raja merenung sejenak mendengar perkataan penjaga itu, sesuatu terbersit dalam pikirannya. Raja segera berdiri dari kursi kebesarannya.


"Mirip dengan isteri Arthur, itu pasti anak mereka yang hilang itu. Aku tahu kemana mereka pergi? Mereka pasti ke istana dingin".


Raja segera memerintahkan orang-orangnya untuk pergi bersamanya. Segera pasukan prajurit istana bergerak meninggalkan ibukota untuk menuju istana dingin.


Raja memimpin sendiri pasukan prajurit itu, dia mau memastikan sendiri siapa orang yang memegang token kekuasaan pemimpin tertinggi itu.


Sebuah kapal besar sudah disiapkan untuk mengangkut pasukan penjaga istana untuk menyeberangi danau tersebut, pasukan prajurit yang dipimpin oleh raja sendiri itu mendarat di dermaga yang ada di sana. Rupanya paman We tidak membawa Joan dan kelompoknya mendarat di dermaga itu tetapi mereka lewat jalan rahasia di belakang istana dingin itu.


Kedatangan raja membawa keheranan para penjaga istana dingin karena tidak ada berita tentang kedatangannya apalagi dia membawa banyak prajurit seolah-olah akan menyerang musuh.

__ADS_1


Komandan yang bertanggung jawab atas penjagaan di istana dingin tergopoh-gopoh datang menyambut raja di dermaga saat anak buahnya datang memberitahukan kedatangan raja.


Dengan rasa keingintahuan yang besar dia datang menghampiri, saat kapal merapat di dermaga, puluhan prajurit yang berjaga segera memberikan penghormatan kepada raja. Raja hanya melambaikan tangannya dan bertanya kepada komandan:


"Apakah ada orang yang datang hari ini".


"Tidak ada tuanku raja, sudah lama tidak ada seorangpun yang pernah datang ke tempat ini".


Jawab komandan itu, dia heran dengan pertanyaan raja karena orang yang akan datang berkunjung ke istana dingin biasanya harus mendapatkan persetujuan dari istana terlebih dahulu.


Tentu saja dia tidak tahu dengan kedatangan Joan dan kelompoknya, pasukan penjaganya hanya bertugas menjaga di dermaga dan tidak pernah masuk ke istana dingin.


Di dalam lingkungan istana dingin ada komandan lain yang bertanggung jawab untuk menjaga di sana dan mereka sangat jarang berhubungan. Dia hanya bertemu dengan komandan dalam istana dingin, kalau yang disebutkan terakhir itu ada keperluan ke luar pulau itu.


"Tidak ada, apa kamu yakin dengan apa yang kamu katakan".


Tanya raja lagi seolah tidak mempercayai ucapan komandan itu


"Benar tuanku raja, aku sangat yakin dengan hal itu, tuanku bisa bertanya kepada semua prajurit yang berjaga di tempat ini, tidak ada seorangpun yang ada datang dalam beberapa hari ini".


Raja mengedarkan pandangannya kepada semua prajurit yang ada di sana dan mereka semua menganggukkan kepalanya dalam diam.


"Baiklah, aku percaya. Kebetulan aku sudah ada di tempat ini. Aku mau sekalian mengunjungi kakak dan kakak ipar ku, pimpin jalan!"


Kata raja kepada komandan itu.


"Siap tuanku raja, silahkan...".

__ADS_1


Karena yakin bahwa tidak ada orang yang datang, raja meninggalkan semua pasukan prajurit penjaga istana di dermaga itu, dia hanya membawa Kasim dan tiga orang jendral bersamanya.


__ADS_2