Petani Berkuasa

Petani Berkuasa
Pernikahan


__ADS_3

"Mengapa Joan".


Andi langsung lemas mendengarkan perkataan Joan. Kaisar juga sangat terkejut mendengarnya, menolak anugerah Kaisar untuk gelar tidak begitu mengejutkan.


Berita ini juga mengejutkan selir Ouyang. Dia langsung merasa melankolis untuk anaknya. Anaknya yang tidak pernah dekat dengan perempuan, mengalami kesulitan dengan perempuan.


Sebagai putera Kaisar, hal yang wajar anak laki-laki di jaman itu biasa diberikan selir-selir untuk mengajarkan pangeran pengetahuan dan praktek tentang hubungan pria dan wanita.


Puteranya selalu menolak bahkan mengusir semua perempuan yang mendekatinya.


Dia sungguh-sungguh merasakan kesedihan yang besar untuk anaknya tetapi dia tidak benar-benar percaya bahwa Joan menolak puteranya.


"Apa maksudmu, kamu tidak mengerti".


Kata Kaisar kepada Joan.


Joan memandang kepada mereka bertiga lalu berkata;


"Ayahku menikahi ibuku sebagai isteri satu-satunya dalam hidupnya. Aku pun menghendaki aku juga menikahi pria yang menjadikanku perempuan satu-satunya dalam hidupnya".


Sebagai perempuan modern, Joan tentu saja tidak suka dengan faham poligami. Juga dia melihat kekacauan yang terjadi pada keluarga dengan banyak isteri dan banyak anak.


Contoh nya keluarga anak-anak Kaisar yang selalu menyimpan rasa iri hati dan juga intrik-intrik untuk menjatuhkan saudaranya.


Andi langsung lega mendengar hal itu tetapi dia tahu ayahnya pasti tidak setuju dengan permintaan Joan karena bagi pangeran untuk menikah lebih dari satu istri dan puluhan selir.


Mungkin Kaisar akan terkena serangan jantung saat mengetahui Little Fox yang pacaran dengan adik bungsu Joan yang juga punya faham yang sama. Apalagi anak perempuannya juga pacaran dengan Juned, adik Joan yang lain.


Selir Ouyang memandang kepada suaminya dengan pandangan memohon. Kaisar terdiam untuk beberapa saat.

__ADS_1


"Aku bersedia untuk menjadikanmu satu-satunya isteri ku, tidak akan ada perempuan lain selain dirimu".


Kata Andi ...


"Tidak bisa, kamu adalah calon Kaisar, kamu punya beban untuk negara ini dipundakmu. sebagai Kaisar tidak bisa dipungkiri kalau kita tidak bisa mencari kesenangan kita sendiri. Kita harus berkorban untuk negara dan bangsa kita".


"Maaf ayah, aku tidak pernah berniat menjadi Kaisar. Biar kakak pertama saja yang menjadi kaisar, aku akan menyerahkan gelarku. Aku mau hidup sebagai warga negara saja dan tinggal di desa Genteng ".


"Kamu.....".


Kaisar tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia selalu berharap pangeran ketiga bisa menggantikan dirinya tetapi dia juga sudah lama tahu, seperti ibunya. Anak ke tiganya ini tidak suka dengan birokrasi dan protokoler istana. Itulah sebabnya pangeran ketiga selalu mencari alasan untuk melakukan pekerjaan di luar istana.


Akhirnya percakapan itu berakhir dengan kegalauan.


Andi bertekad untuk menikah dengan Joan meskipun itu berarti harus menanggalkan gelar pangerannya.


Ayahnya selama ini tidak tahu dengan apa yang dideritanya. Selir Ouyang selalu merahasiakan hal itu dari Kaisar karena dia takut lawan-lawan politiknya akan memanfaatkan hal itu untuk menyerang Kaisar.


Dari penjelasan Kaisar, Joan baru mengerti bahwa Kaisar memenjarakan Andi justru untuk membongkar intrik dari pangeran pertama.


Kejadian saat Andi datang dan marah-marah di persidangan istana memang benar terjadi, saat itu para menteri dan jenderal yang ada masih berbeda pendapat untuk menyikapi laporan yang dikirimkan dari kota Krikilan.


Untuk menentramkan hati para pejabat kekaisaran maka Kaisar memerintahkan untuk menangkap pangeran ke tiga tetapi tindakan itu diambilnya juga untuk memberikan pelajaran dan menenangkan hati Andi.


Setelah berapa hari di penjara, Andi baru menyadari bahwa tindakan Kaisar sebenarnya untuk melindunginya.


Kaisar juga punya mata-matanya sendiri di provinsi Kubar dan kota Krikilan.


Kaisar sudah lebih dulu menyadari bahwa jelas desa Genteng sudah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi kekaisaran Langit. Juga Kaisar sudah mengetahui keadaan Andi di desa Genteng.

__ADS_1


Kaisar merasa Andi akan lebih aman untuk berada di desa Genteng selama belum sembuh dari penyimpangan tenaga dalamnya akibat keracunan daripada dia tinggal di ibukota.


Kaisar juga mengerti bahwa jendral Loe Som Bong tidak ditawan, malah dari laporan yang didapatkan. Justru jendral Loe Som Bong dengan sukarela bergabung dengan Badan Otorita Desa Genteng dan pasukan prajurit dibawah perintahnya berkerja untuk pembangunan pelabuhan di pantai Kersik.


Bahkan juga saat Jendral Wong Nge Dan berangkat ke desa Genteng, Kaisar juga mendapat laporan bahwa kelihatannya jendral Wong Nge Dan berserta seluruh perwiranya juga secara sukarela membantu penyelesaian pembangunan pelabuhan, membangun barak-barak prajurit dan kapal-kapal perang


Hanya yang membuat Kaisar tidak mengerti, mengapa semua jendral yang sudah dikenal sebagai jenderal yang sombong dan arogan, sulit untuk menundukkan diri, apalagi kepada orang yang lebih lemah dari mereka.


Terlihat bahwa mereka semua begitu tunduk dan hormat kepada Joan sehingga Kaisar juga tidak berani memandang perempuan muda ini dengan sebelah mata.


Dari interaksinya dengan Joan, Kaisar tidak melihat hal-hal yang aneh di matanya. Joan malah terlihat seperti perempuan yang lemah dan tidak berdaya.


Tidak ada nada arogan dalam kalimatnya bahkan Kaisar bisa melihat Joan sangat ramah, sopan dan bijaksana.


Kaisar jarang melihat perempuan muda seperti Joan bahkan di ibukota.


Joan dari desa yang terpencil tetapi perilaku dan tutur katanya seperti anak-anak bangsawan yang sudah mengecap pendidikan di bangku sekolah padahal dari hasil penyelidikan mata-matanya. Kaisar tahu Joan tidak pernah bersekolah.


Kaisar juga dapat melihat perubahan pada kepribadian puteranya. Kaisar merasa sikap puteranya jauh lebih baik dan menghormatinya.


Sebenarnya Kaisar tidak akan menentang jika putera ketiganya berniat untuk meletakkan gelarnya dan hidup sebagai warga negara saja tetapi Kaisar takut pangeran pertama akan menggunakan hal itu untuk merencanakan hal yang jahat dan membunuh pangeran ketiga.


Kaisar jadi pusing memikirkan hal itu, meskipun Kaisar sudah mengerti bahwa pangeran pertama sudah merencanakan penyergapan dan pembunuhan bagi pangeran ketiga tetapi Kaisar memang tidak mau menghukum pangeran pertama karena dia tidak ingin hal itu akan memancing ketidakpuasan dari menteri dan jenderal pendukung pangeran pertama.


Sudah bukan rahasia lagi di istana dan di ibukota tentang persaingan antara pangeran pertama dan pangeran ke tiga dalam memperebutkan untuk kedudukan putera mahkota yang selama ini belum ditetapkan oleh Kaisar.


Sudahlah, biarkan semua berjalan dulu seiring waktu.


Hal yang penting untuk diurus sekarang adalah mengatur pemerintahan dengan Badan Otorita Desa Genteng.

__ADS_1


Hal itu jauh lebih penting dari pada urusan pernikahan karena Joan sudah menegaskan tidak mau menikah dalam tahun ini. Joan minta waktu untuk Andi memikirkan permintaan Joan dan juga ayahnya agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari.


__ADS_2