
Dengan semua pimpinan perompak ada di tangannya, lebih mudah menangani sisanya, satu persatu mereka membawa anak-anak buahnya untuk diubah menjadi pengikut Joan.
Mereka dikumpulkan di kapal masing-masing, sebuah formasi dibangun untuk melingkupi kapal itu sepenuhnya sehingga tidak ada seorangpun yang terlewat bahkan tikus-tikus yang ada di kapal tidak terluput sehingga tikus-tikus di kapal itu tiba-tiba tidak lagi menjadi hama tetapi bisa digunakan untuk menjadi tikus pelacak yang dikemudian hari ternyata sangat berguna untuk melacak keberadaan seseorang
Sepuluh kelompok perompak itu benar-benar dipersatukan di bawah panji-panji klan Blue Phoenix, semua nama-nama besar perompak yang selama ini menguasai jalur pelayaran di semenanjung Celebes hilang begitu saja.
Ini membuat kebingungan banyak pihak tetapi juga membawa kelegaan dari aparat keamanan yang selama ini selalu dipusingkan oleh mereka. Tentu saja kehilangan ini tidak berlangsung lama karena setelah vakum dalam berapa bulan, muncullah kelompok perompak baru yang mengawali debutnya menjadi bajak laut di semenanjung Celebes.
Meskipun Joan adalah orang yang baik tetapi dia bukan orang suci yang dengan iseng mengubahkan semua penjahat untuk menjadi orang baik. Keseimbangan tetap diperlukan, kalau tidak bagaimana jasa pengawalan bisa mendapatkan pelanggan kalau semua berjalan dengan aman.
Untuk membuat perusahaan perdagangan membutuhkan jasa pengawalan tentu mereka harus diperhadapkan dengan resiko perampokan di tengah lautan.
Pada mulanya perusahaan perdagangan itu tidak mempercayai perusahaan jasa pengawalan Blue Phoenix tetapi setelah beberapa kapal dagang menemui perompakan di tengah pelayaran mereka, meskipun ada yang lolos dari perompakan, harga yang mahal harus dibayarkan, dari kerusakan kapal, hilangnya barang-barang sampai terbunuhnya awak kapal bahkan juga pemilik barang dagangan.
Dengan semua perompak terkuat dalam personel jasa pengawalan Blue Phoenix maka bukan persoalan besar untuk memberikan pengawalan bagi kapal-kapal yang berlayar di semenanjung Celebes.
Satu dua kelompok perompak pada awalnya mencoba untuk merompak kapal dibawah panji klan Blue Phoenix tetapi setelah mereka bertemu dan mengetahui bahwa jasa pengawalan itu ditulangpunggungi oleh sepuluh mantan pimpinan kelompok perompak terkuat di semenanjung Celebes, mereka menjadi sangat ketakutan.
Mereka terkenal sebagai perompak yang ganas dan kejam tetapi anehnya berlawanan dengan apa yang mereka takutkan, mantan pimpinan para perompak itu tidak membunuh mereka. Hanya dengan sopan meminta mereka memindahkan semua barang yang mereka miliki ke kapal milik jasa pengawalan Blue Phoenix.
Setelah semua barang yang mereka miliki selesai dipindahkan ke kapal jasa pengawalan Blue Phoenix. Ditengah ketakutan mereka bahwa mereka sudah selesai dan pasti akan dibuang ke laut untuk menjadi makanan hiu. Mereka disuruh menanggalkan pakaian, hanya menyisakan cawat saja.
__ADS_1
Setelah itu pimpinan pengawal itu malah meminta maaf atas kekasaran mereka dan meninggalkan mereka begitu saja tanpa basa basi lagi, hanya meninggalkan gelak tawa berkepanjangan.
"Sial, mau merampok, malah habis dirampok".
Dengan getir, perompak yang baru memulai debut perompakannya berkata dengan sedih kepada rekan-rekannya yang sama-sama tertunduk lesu.
Dua tiga kali kejadian yang sama terulang membuat nama jasa pengawalan Blue Phoenix menjadi jasa pengawalan yang disegani sehingga akhirnya semua kapal yang akan melewati semenanjung Celebes memakai jasa mereka.
Para perompak bajak laut akan memilih untuk melewati jalur memutar saat melihat panji lambang Blue Phoenix dikibarkan di atas tiang layar. Dengan itu klan Blue Phoenix semakin dikenal di daerah semenanjung Celebes.
Menyelesaikan urusannya di kota Merak, Joan mengirimkan sepuluh kapal untuk mengangkut sepuluh ribu anak-anak dari sepuluh kelompok perompak yang ditaklukkannya ke desa Genteng untuk bersekolah agar mereka dapat menjadi orang-orang yang berguna bagi keluarga, masyarakat dan negaranya.
Seluruh keluarga dari sembilan kelompok perompak ditempatkan di sebuah pulau yang tidak jauh dari kota pelabuhan Merak, itu pulau milik perompak Naga Lautan, sekarang menjadi markas besar cabang klan Blue Phoenix, seorang pemuda dari desa Genteng ditempatkan di sana untuk menjadi pimpinan cabang, dia dibantu oleh pimpinan dari sembilan kelompok perompak bajak laut yang lain, mereka menjadi pengurus Badan Otorita pulau Derawan, begitulah nama pulau itu sekarang.
Dari peta yang dimiliki Joan, mereka harus pergi ke ibukota kerajaan Sendawar, meskipun ketempat itu juga bisa ditempuh dengan perjalanan darat dari kota pelabuhan Merak tetapi itu akan membutuhkan waktu enam bulan sedangkan kalau dimulai dari kota Bohoq, perjalanan darat itu hanya akan menempuh waktu sebulanan.
Tuan Jin Bo dan koleganya serta pimpinan dari cabang Blue Phoenix pulau Derawan dan dari perusahaan kargo Blue Phoenix kota Merak sudah berkumpul di dermaga.
Tuan kota Jin Bo sangat berterimakasih kepada Joan yang bukan hanya menyelesaikan ancaman para perompak bajak laut tengkorak hitam tetapi lebih jauh meningkatkan keamanan dari kota Merak dengan menempatkan perkampungan para perompak bajak laut tengkorak hitam yang sudah bertobat dari kejahatannya di kota mereka.
Hal itu membuat tuan kota menganugerahkan gelar kehormatan kepada Joan sebagai pelindung kota pelabuhan Merak. Meskipun mereka hanya tinggal sekitar dua bulanan tetapi seluruh penduduk kota Merak sangat berterimakasih kepada Joan dan rombongan dari desa Genteng karena mereka sudah membangun instalasi untuk biogas sehingga seluruh kota itu benar-benar terhindar dari masalah sampah dan pembuangan kotoran yang selama ini menjadi hal yang sangat memusingkan untuk ditangani.
__ADS_1
Tuan kota dan keluarganya mengirim kepergian mereka sampai seluruh kapal itu lenyap dari pandangan mereka. Saat mereka mau berpisah, Joan baru tahu nama lengkap dari tuan kota, namanya adalah Jin Bo...Tol...
Nama yang mudah untuk diingat bahkan oleh Joan yang seringkali susah mengingat nama orang. Joan melihat Andi yang berdiri di sampingnya. Andi selalu irit bicara tetapi selalu menjadi orang yang dapat diandalkan jika Joan membutuhkan sesuatu.
Andi memandang Joan dengan kasih sayang yang terlihat jelas di matanya, dia berpikir seharusnya mereka lebih baik bertunangan dulu sebelum berangkat, karena begitu banyak hal harus dipersiapkan dan juga mengurusi kedatangan Kaisar, dia lupa untuk melakukan hal itu, padahal ayah dan ibunya ada di desa Genteng saat itu
"Sial"..
Kenapa hal itu tidak terpikirkan olehnya sama sekali, meskipun mereka saling mencintai tetapi Joan termasuk orang yang kolot dalam hubungan seperti itu. Joan memandang tinggi dengan kesucian, dia tidak akan melakukannya sebelum menikah resmi di hadapan orang tuanya.
Mungkin hal itu juga terpikir oleh Joan tapi mungkin dia merasa malu untuk membicarakannya dengan Andi atau mungkin juga karena dia masih fokus untuk menemukan asal-usul dirinya dan mencari keberadaan orang tua kandungnya.
"Apa yang ada dalam pikiranmu".
Melihat Andi yang termenung, Joan bertanya kepada Andi
"Ehm, tidak ada apa-apa, aku hanya terpesona melihat wajahmu ".
"Eh bisa menggombal juga ya".
Kata Joan sambil mencubit tangan Andi.
__ADS_1
"Ha ha ha".