Petani Berkuasa

Petani Berkuasa
Mempermalukan


__ADS_3

Dalam malam penyambutan penganugerahan gelar itu, Joan diminta untuk mempresentasikan perkembangan desa Genteng dari desa yang terisolir dan terbelakang menjadi desa yang makmur dan bisa menarik perhatian tokoh-tokoh besar untuk bergabung.


Kaisar juga mengumumkan pembangunan dermaga dan pangkalan militer angkatan laut yang pertama dan satu-satunya di negara Kekaisaran Langit.


Tentu saja hal itu memancing minat orang-orang itu terutama anak-anak muda dari keluarga pejabat istana untuk bertanya banyak hal kepada Joan, yang dijawab Joan dengan santai. Melly dan sepupunya Bai Ji Gur juga di antara mereka, bahkan Mona anak dari kepala sekolah Pedang Terbang, nyonya Lam Be Mu.


Ada juga yang tidak mempercayai berita itu karena memang tidak pernah terdengar bahwa negara itu memiliki garis pantai dan mereka semua menjadi penasaran ingin datang untuk mengunjungi pantai Kersik yang digambarkan oleh Joan sebagai pantai yang indah berpasir putih di kelilingi oleh bukit-bukit kecil berpasir.


Sebagai penemu dari teluk Blue Phoenix, begitulah nama yang terpikirkan oleh Joan untuk menamai teluk itu. Tentu saja Joan mendapatkan apresiasi dari banyak pejabat kekaisaran.


Badan Otorita Desa Genteng yang mau mempersembahkan pembangunan dermaga dan galangan kapal untuk membangun kapal-kapal yang akan digunakan untuk penjelajahan armada kekaisaran Langit ke negeri-negeri yang jauh yang belum terbayangkan oleh mereka.


Juga mendapatkan pujian dari Kaisar, juga pejabat-pejabat istana kekaisaran Langit dan oleh karena hal itu, Kaisar memberikan anugerah kepada rakyat provinsi Kubar untuk pembebasan pajak selama satu tahun.


Berita pembebasan pajak itu akhirnya sampai di provinsi Kubar yang mendatangkan sukacita besar bagi masyarakat provinsi Kubar. Itu cukup meringankan beban masyarakat pada musim kekeringan tahun itu


Sementara orang lain senang, pangeran pertama tidak bisa ikut merasakan kesenangan. Dengan semua prestasi Joan dan pangeran ketiga yang banyak mendapatkan pujian dari pejabat istana.


Pangeran pertama merasakan bahwa berapa pejabat yang selama ini mendukungnya melihat kemana angin bertiup sehingga mereka mulai mencari cara untuk mengalihkan dukungan pada pangeran ketiga.


Hal itu membuat dia menjadi bertambah kesal hingga ia melampiaskannya dengan banyak minum anggur pada malam itu. Pangeran pertama bangkit berdiri dengan terhuyung-huyung karena mulai mabuk.


Dia mendekati meja Mona untuk mengajaknya bersulang, dia mengangkat gelas anggurnya dan menyapa Joan.


"Aku bersulang untuk pengangkatanmu sebagai Puteri Agung. Terimakasih ucapan selamat dariku".


"Terimakasih pangeran pertama".


Kata Joan sambil mengangkat gelasnya yang berisi jus buah, Joan sebenarnya ingin sekali minum anggur lagi, dia sudah minum satu gelas anggur dan Andi sudah melarangnya untuk minum kedua kalinya karena Andi tahu Joan memiliki toleransi yang sangat rendah terhadap minuman beralkohol.


Suatu kali saat mereka masih di desa Genteng, dalam sebuah pesta, Joan meminum sekitar tiga gelas anggur dan akibatnya dia menjadi mabuk dan bernyanyi semalaman.

__ADS_1


Yang menjadi masalah bukan karena suaranya tidak enak didengar tetapi ketika Joan mabuk, dia akan bernyanyi dengan kencang sampai melengking dan itu menyebabkan banyak barang-barang yang terbuat dari keramik menjadi pecah berantakan.


Suara melengkingnya seperti ilmu "Auman singa guruh" yang bisa dipakai untuk menyerang seseorang bahkan membunuhnya hanya dengan dengan suaranya.


Di istana banyak sekali perabot dari keramik, juga jendela-jendela kaca. Andi takut akan ada banyak kekacauan jika Joan menjadi mabuk.


"He he he, kenapa minum jus buah, minumlah anggur, itu lebih lezat".


Kata pangeran pertama kepada Joan.


"Maaf pangeran pertama, Joan tidak bisa melakukannya. Ijinkan aku yang akan mewakilinya".


Kata Andi sambil menenggak segelas anggur, Joan memandangnya dengan rasa iri namun dia juga tahu tingkat toleransinya yang rendah terhadap anggur.


Sebenarnya Joan tidak tahu apa yang terjadi saat dia mabuk tetapi yang pasti dia akan mengalami sakit kepala yang hebat setelah dia sadar dari mabuknya. Juga adik-adiknya bercerita bagaimana kelakuannya saat dia mabuk. Jadi Joan menahan dirinya untuk tidak meminum anggur lebih dari dua gelas meskipun dia menginginkannya.


"Ah kamu itu! Kaisar mengatakan bahwa Joan akan anugrahi untuk menikah dengan salah satu Pangeran, apa itu kamu? atau aku".


Andi mulai menjadi marah, tetapi Joan memegang tangannya dan menggelengkan kepalanya. Itu sukses membuat Andi menjadi tenang.


"Pangeran ketiga tidak melarangku untuk minum anggur, aku sendiri yang tidak menghendakinya".


"Pangeran pertama tidak perlu memprovokasinya. Aku mau menikah dengan siapa? Kaisar juga tidak berhak menentukannya!"


"Yang jelas aku hanya mau menikah dengan seorang pria yang tidak menduakan aku. Jadi sepertinya kalian tidak ada yang masuk klasifikasiku".


Kata Joan dengan tenang.


"Kamu berani menolak perintah Kaisar".


Kata pangeran pertama yang tidak menduga bahwa perkataan seperti itu akan keluar dari mulut perempuan muda di depannya ini.

__ADS_1


Siapa yang berani menolak titah Kaisar dan juga siapa di negara ini yang tidak tahu bahwa seorang pangeran selalu menikahi selir bahkan bukan hanya satu tetapi beberapa selir terlebih dahulu sebelum mencari permaisuri.


Tidak pernah ada ceritanya seorang pangeran yang hanya menikahi satu perempuan dan pangeran pertama juga mempunyai beberapa selir di rumahnya bahkan juga ada pelayan yang melayani untuk memanaskan ranjangnya.


Pangeran yang lain juga seperti itu kecuali pangeran ke tiga yang belum pernah terdengar memiliki seorang perempuan pun dalam hidupnya.


semua pengawalnya laki-laki, sebenarnya ada seorang perempuan yaitu Mo Ying tetapi Mo Ying selalu berpakaian seperti laki-laki jadi tidak ada orang yang mengira dia seorang perempuan.


"Aku bukan menolak perintah Kaisar, aku hanya katakan aku tidak akan menikah dengan siapapun yang ingin menduakan aku bahkan jika itu pangeran pertama".


"Kaisar tidak bisa memaksaku dalam hal ini, aku sudah mengatakannya kemarin kepada Kaisar sendiri".


Joan menambahkan perkataan itu dengan percaya diri.


Pangeran pertama langsung terdiam mendengar perkataan Joan. Bagaimana Kaisar dapat mentolerir perkataan seperti itu, sepertinya itu benar sebab dia tidak mendengar Kaisar menjadi marah dan menegur Joan.


"Apakah aku akan menikah dengan pangeran ketiga atau yang lain, bukan hak pangeran pertama yang menentukan. Jadi tidak perlu memprovokasi pangeran ketiga untuk itu, karena hal itu adalah tanggung jawab pribadiku".


"Kamu tidak bisa menikahi pangeran ketiga, dia...dia....".


Pangeran pertama agak ragu-ragu untuk melanjutkan perkataannya, dia berpikir mungkin tidak pantas untuk mempermalukannya saat ini.


Kalau dia mengatakan rahasia yang dipendamnya selama ini. Bukankah itu berarti bahwa dia akan menelanjangi perbuatan yang sudah dia tutup-tutupi selama ini.


"Kenapa denganmu, mengapa engkau tidak mau meneruskan apa yang kamu katakan tentang diriku".


Kata Andi sambil melihat wajah pangeran pertama yang menjadi pucat.


Dia ingin memastikan dugaannya selama ini ...


Pangeran pertama tidak mengatakan apa-apa lagi dan dia berbalik untuk meninggalkan mereka...

__ADS_1


"


__ADS_2