Petani Berkuasa

Petani Berkuasa
Puncak pelelangan


__ADS_3

Setelah lelang berapa item dari beras, ayam, kambing, sapi dan serigala berjubah perak sampailah acara pelelangan itu pada item yang paling ditunggu yaitu pelelangan dari badak bercula tiga. Seekor badak bercula tiga diberikan harga dasar sejuta batu roh. Penawaran berlangsung seru, harga naik bukan kelipatan ratusan atau ribuan tapi langsung jutaan.


Little Fox sudah mendapatkan berapa ekor sapi, kambing dan juga Serigala berjubah perak tetapi dia sangat menginginkan binatang monster badak bercula tiga itu untuk kakak ketiganya. Kasihan Little Fox belum mengerti kalau kakaknya benar-benar sudah sembuh dari penyakitnya. Demi cintanya yang besar kepada kakaknya yang berharga, Little Fox memberikan penawaran yang nyaris menghabiskan seluruh kekayaannya.


Andi sangat terharu waktu Little Fox memberikan penawaran yang sangat tinggi karena dia tahu Little Fox mau membeli monster badak bercula tiga ini demi dirinya.


"Satu miliar batu roh kelas tinggi untuk monster badak bercula tiga"


Seru Little Fox dari kamar balkon nomor sepuluh.


Semua orang menghela nafas, itu harga astronomis, satu miliar batu roh, itu cukup untuk membeli sebuah kerajaan kecil.


"Satu miliar batu roh, apakah ada yang menawar harga lebih tinggi lagi".


"Satu miliar satu kali"


"Satu miliar dua kali"


"Satu miliar....ti...".


Saat Paulina mau mengetok palu dan mengatakan tiga kali dan Little Fox sudah merasa lega tiba-tiba....


"Satu miliar seratus ribu batu roh".


Suara yang menggoncang pendengaran Little Fox muncul dari kamar nomor delapan belas di balkon lantai tiga.


Little Fox langsung merasa melankolis. Jumlah itu sudah diluar kemampuan keuangannya .


"Maafkan aku kakak"


Little Fox bergumam sendiri. Gadis muda disampingnya memegang bahunya dan mencoba menghiburnya.


"Tidak apa-apa, kamu sudah berusaha keras, kakak pasti mengerti".


Tetapi Andi justru sangat senang karena dia memang tidak menginginkan monster badak bercula tiga. Untuk apa, dia bisa mendapatkan itu secara gratis dari Joan kalau dia menginginkannya.


Akhirnya monster badak bercula tiga itu dibeli oleh orang yang menyewa kamar VIP nomor delapan belas, yaitu tuan Loe Ma Nyun dari klan Loe Ma Yan yang berasal dari provinsi Papua barat.

__ADS_1


"Demikianlah bapak ibu, kita sudah sampai pada acara puncak pelelangan ini. Terimakasih atas kehadiran dan partisipasi bapak, ibu dan saudara sekalian yang sudah mengikuti pelelangan yang kami adakan di sini"


"Untuk bapak, ibu yang membutuhkan jasa kargo untuk pengangkutan barang dan hewan yang sudah dibeli, bapak, ibu dapat menggunakan jasa pengiriman barang kami ataupun jasa pengawalan kami yang handal dan terpercaya. Bapak, ibu yang membutuhkannya dapat datang ke kantor kami besok hari pada jam kerja".


Biasanya setelah pelelangan yang menjadi masalah besar adalah pengangkutan barang yang sudah dibeli untuk dibawa kembali ke rumah masing-masing karena terkadang orang yang menginginkannya namun tidak mendapatkan waktu pelelangan, mereka akan berusaha merampasnya barang-barang itu. Belum lagi para perampok yang memang berniat untuk merampok apalagi dengan barang-barang dan hewan mistis yang harganya sangat mahal itu.


"Untuk bapak, ibu yang masih mau tinggal menginap dan berwisata di desa Genteng untuk berapa hari ke depan juga dapat menghubungi petugas kami besok juga pada jam kerja".


"Untuk bapak, ibu yang besok akan kembali pulang, kami mengucapkan selamat datang sampai kita berjumpa lagi dalam acara pelelangan berikutnya yang akan kami beritahukan sebulan sebelum acara pelelangan berikutnya".


"Untuk yang tidak beruntung karena tidak bisa memenangkan pelelangan ini, jangan kuatir, bapak, ibu pemegang token nomor pelelangan akan mendapatkan souvernir berupa sekantong beras mistik ukuran lima kilogram dan seliter air mistis. Bapak, ibu dapat menukarkan token nomor itu dengan petugas kami di pos penjagaan di depan gerbang desa pada waktu kepulangan".


Akhirnya wajah-wajah yang semula lesu menjadi bersemangat kembali karena kedatangan mereka tidak sia-sia, meskipun mereka tidak memenangkan satu item pun tetapi mereka tetap mendapatkan hadiah hiburan berupa beras dan air mistis.


Sebenarnya beras dan air mistis dijual di desa itu setiap hari tetapi penjualannya dalam hitungan kiloan dan botol satu literan saja sebagai souvernir, hanya peserta pelelangan tidak mengerti saja. Mereka yang tinggal untuk menambah hari berwisata lah yang akhirnya tahu akan hal itu dan harganya pun lebih terjangkau daripada waktu pelelangan karena mempergunakan harga dengan ukuran keping emas dan bukan batu rog sehingga membuat mereka merasa sangat beruntung seperti mendapatkan durian runtuh.


Mo Yi sudah memberitahukan Little Fox bahwa tuan muda dan Joan ada di taman safari sedang memberi makan anak-anak hewan yang ada di sana karena itulah keseharian yang dikerjakan oleh Joan di sore hari dan kegiatan itu sangat menggembirakan hatinya. Joan sangat suka memelihara hewan di rumah nya dulu tetapi hanya satu dua ekor saja. Di sini dia bukan hanya memiliki satu dua ekor tetapi satu taman safari.


Joan sudah lebih dekat dengan Andi dan kedua orang tuanya sudah menyetujui hubungan mereka hanya Joan masih sedikit ragu-ragu mengingat Andi yang masih dalam keadaan Amnesia. Joan takut Andi akan berubah pikiran saat dia dapat mengingat keadaan dirinya. Joan juga mencurigai Andi sebagai tuan muda dari rumah makan Selera Kita.


Little Fox disertai dengan gadis cantik yang hari ini rambutnya dikepang dua dengan makeup yang soft membuatnya terlihat lebih manis. Keempat pengawalnya sedang pergi menemui manajer Chen untuk mengurus pengiriman hewan yang mereka sudah menang dalam pelelangan kemarin.


Tepat saat mereka datang di taman Safari terlihat Joan yang sedang memberikan susu kepada anak harimau putih. Mata gadis itu berbinar dan dia segera berseru dan berlari kecil kearah Joan


"Aduh lucunya, aku juga mau memberikan susu kepada nya, boleh kah kakak".


Joan menoleh dan memperhatikan kedua muda mudi yang datang menghampirinya, dia mengenali little Fox.


"Pucuk dicinta ulam tiba".


Pikir Joan, belum dicari sudah datang sendiri. Joan tidak menduga bahwa mereka datang untuk menemuinya, dia pikir kebetulan mereka sedang berjalan-jalan menikmati keindahan di sore hari itu.


"Boleh saja adik yang manis, silahkan....".


Joan memberikan anak harimau putih dan botol susu itu kepada gadis itu. Dia memperhatikan Little Fox yang tampan dan gadis yang usianya terlihat sebaya atau sedikit lebih muda darinya. Gadis itu menggendong bayi harimau itu dan menyusuinya dengan botol susu itu, dia tidak bisa duduk diam seperti Joan tadi yang memberikan susu sambil duduk di bangku taman tetapi gadis itu berjalan berputar-putar sambil menggendong bayi harimau putih itu.


Joan baru mau bertanya kepada Little Fox ketika dia mendengar jeritan gadis itu;

__ADS_1


"Kakak tampan, kamu ada di sini".


Little Fox menggelengkan kepalanya, dia sudah memberitahu semalam bahwa Andi itu adalah saudara mereka tetapi gadis kecil itu belum mau mempercayai hal itu dan terus membicarakan potongan rambut kakak tampan itu yang terlihat menyenangkan baginya sehingga dia memaksa Little Fox untuk memotong rambutnya juga nanti setibanya di kota.


Tiba-tiba gadis itu membulatkan matanya, dia tertegun dan tidak percaya dengan penglihatannya, dia mengucek matanya dan meletakkan bayi harimau putih itu ke tanah dan melompat ke arah Andi yang baru saja datang, Gadis itu melompat dan memeluk Andi yang terlihat tidak siap menerimanya bahkan sepertinya dia juga terkejut melihat gadis itu.


"Ah......"


"Oh


Joan dan Little Fox sama-sama berteriak ketika melihat gadis itu dan Andi yang dipeluknya jatuh terjengkang kebelakang dan belakang kepala Andi jatuh ke atas batu-batu hias yang memang ada di belakang mereka.


"Tuk, brugh"


Suara terantuk....


Andi pun pingsan, gadis itu menangis dan mencoba untuk menarik tangannya yang terjepit badan Andi yang besar.


Little Fox dan Joan segera berlari ke arah mereka. Little Fox yang tiba terlebih dahulu dari Joan segera membantu gadis itu melepaskan tangannya dan menariknya berdiri.


Kemudian Little Fox mengangkat Andi dan menggendongnya, dia melihat kepada gadis yang menangis itu.


"Kamu itu ....."


Belum sempat dia menyelesaikan perkataannya, Joan sudah menyela;


"Sudah tidak perlu menyalahkannya, dia tidak sengaja. Cepat kita bawa dia dulu ke Puskesmas, ayo aku akan tunjukkan jalannya".


Joan segera berjalan di depan dan dia sempat melirik dan melihat gadis itu yang terus menangis berjalan di samping Little Fox sambil memegang tangan Andi...


Joan langsung merasa hopeless, putus harapan, sia-sia penantiannya. Kelihatannya memang Andi punya hubungan dengan Little Fox, itu begitu terlihat di wajahnya dan gadis itu mungkin kekasihnya atau bahkan tunangan Andi karena Joan tahu bahwa selama ini selain dirinya tidak ada perempuan lain yang bisa mendekati Andi lebih dari jarak satu meter.


Andi pasti akan membuang perempuan itu kalau berani berdiri lebih dekat dengannya apalagi menyentuhnya tetapi tadi Joan melihat gadis itu bukan hanya mendekat tetapi justru memeluk Andi dan sepertinya meskipun mungkin Andi melupakannya tetapi perasaan sayangnya tetap ada sehingga Andi membiarkan pelukannya.


Joan dengan diam dengan pikiran yang berkecamuk di kepalanya mengikuti mereka dari belakang. Yang dia tidak tahu, Andi membuka matanya sedikit dan kilatan tajam melintas di kornea matanya saat dia melihat Joan yang berjalan tertunduk di belakang mereka.


Andi memejamkan matanya kembali dan tersenyum senang

__ADS_1


__ADS_2