Petani Berkuasa

Petani Berkuasa
Masuk desa


__ADS_3

Setiap pagi selama seminggu itu dari kota Krikilan berderak bunyi roda kereta dan derap langkah kaki para pengawal pengiringnya terdengar berselang-seling di sela tawa dan keramaian perbincangan yang terdengar dari dalam gerbong kereta.


Hari ini kloter terakhir diberangkatkan dari kota Krikilan. Gerbong kereta dari rumah makan Selera Kita yang datang dari ibukota juga ada di antaranya, Little Fox ada di dalam gerbong itu bersama dengan seorang gadis remaja yang terlihat ceria.


Mereka membawa rombongan kecil saja tidak seperti rombongan lain yang berjumlah besar berkisar lima puluh sampai seratus orang. Sekte-sekte itu rupanya mau menampilkan kebesaran nama sektenya tetapi tentu saja mereka tidak tahu seperti apa yang little Fox tahu.


Little Fox sudah dapat bocoran dari Mo Ying bahwa biaya untuk masuk ke desa Genteng beserta dengan biaya penginapan dan makan sangat mahal tetapi meskipun begitu ada solusi bagi mereka yang tidak membawa banyak uang emas. Mereka bisa tinggal di mess dan mendapatkan makan tiga kali sehari dengan berkerja karena masih banyak proyek pembangunan yang terus dikerjakan.


Tentu saja solusi ini menyenangkan hati para pemimpin sekte sehingga pada akhirnya banyak anggota sekte yang bersungut-sungut karena niat mereka datang untuk pamer akhirnya malah jadi buruh kasar.


Hal ini pernah dialami juga oleh siswa-siswi Sekolah Pedang Terbang sehingga waktu mereka dengar berapa sekolah mengirimkan siswa-siswinya untuk ikut dalam kegiatan pelelangan itu sekaligus untuk berdarmawisata dan sekaligus studi banding dengan sekolah di desa Genteng, mereka tidak mau menceritakan hal apa yang mereka alami. Masak cerita kesusahan mereka mau dibagikan, biar mereka yang lain juga merasakan penderitaan yang pernah mereka alami.


"Ha ha ha".


Mereka tertawa berjemaah memikirkan keseruan yang akan dialami oleh siswa-siswi dari sekolah lain setibanya di desa Genteng.


Kelompok Little Fox tiba di desa Genteng sore harinya dan seperti biasa mereka disambut oleh sekelompok penjaga yang diawasi sendiri oleh master Lung yang duduk santai di atas kursi goyang di dalam ruang pos penjagaan di samping loket tiket pos masuk.


Sosok master Lung yang angker menimbulkan rasa segan pada banyak orang yang datang apalagi saat ada yang mengenalinya sebagai mantan Jenderal terkenal dari Kekaisaran Langit. Keluarga master Lung tidak ada yang tahu bahwa master Lung adalah tokoh penting di organisasi pembunuh bayaran Bayangan hitam.


Tetapi saat master Lung bergabung dengan Badan Otorita Desa Genteng sebagai tua-tua desa, dia sudah membawa seluruh keluarganya untuk menetap di desa Genteng.


Little Fox juga mengenalinya, dia langsung keluar dari gerbong keretanya dan menghampiri master Lung untuk memberi hormat.

__ADS_1


"Selamat sore kakek Lung, lama tidak bertemu".


"Oh Little Fox, lama tidak bertemu. Bagaimana kabar ibumu, apakah dia baik-baik saja dan juga bagaimana kabar kakak ke tiga mu. Apakah dia sudah sembuh dari penyakitnya".


Little Fox terkejut mendengar perkataan master Lung mengenaik kakak ketiganya. Bukankah dia mendengar berita dari Mo Ying bahwa kakak ketiganya ada juga di desa Genteng menjadi tangan kanan dari tuan pemilik Desa Genteng yang dikenal sebagai nona Joan atau biasa juga dipanggil boss Joan.


Mulanya Joan mau menggunakan nama Klan tetapi ayahnya tidak mau menggunakan marga ayahnya untuk membuat nama Klan karena dia memendam kebencian terhadap keluarga ayahnya yang sudah menjebak dan mengusir mereka dari klan keluarga mereka dan isterinya juga tidak setuju kalau menggunakan marga dari pihak keluarganya karena dia menghormati suaminya akhirnya setelah mereka berembuk, mereka tidak lagi menggunakan istilah Klan karena Klan adalah kumpulan besar dari marga yang sama dan semua orang yang bergabung dalam klan harus mengubah marga mereka menjadi marga dalam klan.


Joan juga tidak mau mengatakan mereka sebagai sekte karena dia membebaskan penduduk desa itu untuk memegang keyakinannya masing-masing dan dia juga tidak mau mereka mengkultuskan dirinya atau bahkan mengkultuskan Blue karena meskipun Blue adalah orang yang paling berjasa dalam kehidupan Joan yang baru tetapi Blue hanya seorang utusan dari sistem tertinggi untuk mengawasi dan membimbing utusan yang terpilih untuk membenahi peradaban yang dianggap sudah rusak.


Maka penduduk desa Genteng tetap memakai nama desa mereka untuk menyebut kelompok mereka. Masyarakat desa Genteng yang penduduknya terkenal ramah tamah, berbudaya dan beradab.


Joan mengambil dan menerapkan dasar Falsafah dan ideologi desa itu dari negeri asalnya di dunianya sebelumnya yaitu negara Indonesia.


Frasa ini berasal dari bahasa Jawa yang artinya adalah “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.


Kata bhinneka berasal dari dua kata yang mengalami sandi, yaitu bhinna 'terpisah, berbeda' dan ika 'itu'. Kata tunggal berarti 'satu'.


Secara harfiah, Bhinneka Tunggal Ika dapat diartikan "Itu berbeda, itu satu", yang bermakna meskipun beranekaragam, pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap merupakan satu kesatuan.


Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam adat dan budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.


Kalimat ini merupakan kutipan dari sebuah kakawin Jawa Kuno yaitu kakawin Sutasoma karangan MPU Tantular sekitar abad ke-14, di bawah pemerintahan Rajasanagara yang juga dikenal sebagai Hayam Wuruk

__ADS_1


Kakawin ini istimewa karena mengajarkan toleransi antara umat Hindu Siwa dengan umat Budha(Wikipedia).


Joan menghormati dan mengagumi dan merindukan negara yang telah lama ditinggalkannya. Itulah sebabnya dia membawa dan mejadikan dasar dan semboyan negara Indonesia untuk menjadi dasar dan semboyan Desa Genteng.


Joan menjalankan pemerintahan Desa Genteng seperti sebuah koperasi dan semua penduduk desa menjadi pekerja sekaligus pemilik melalui saham yang dibagikan sesuai dengan kontribusi yang diberikan oleh mereka masing-masing.


Jadi selain dari gaji dan tunjangan hidup yang mereka terima setiap bulan, mereka juga mendapatkan pembagian keuntungan sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki mereka.


Little Fox berpikir bahwa mungkin master Lung tidak mengenali saudaranya tetapi dia berpikir bahwa itu juga hal yang wajar karena selama di ibukota hanya sedikit orang yang pernah melihat wajah asli kakak ke tiganya.


"Terimakasih master Lung, ibu dan kakakku semua baik. Aku mewakili mereka untuk menghormatimu".


Little Fox menundukkan badannya sedikit sebagai bentuk penghormatan kepada master Lung


Sebagai orang yang lebih tua, master Lung tidak perlu berdiri dan membungkuk, jadi dia hanya melambaikan tangannya dan kembali berkata:


"Terimakasih dan tolong sampaikan rasa hormatku kepada ibumu kalau kau pulang nanti".


"Silahkan teruskan urusanmu, aku tidak menggangu lagi".


Jadi master Lung mengusir Little Fox dan meneruskan istirahatnya di kursi goyang.


Little Fox dan kelompoknya segera berlari dan berbaris untuk mengantri tiket dan mengurus semua urusan administrasi untuk masuk ke desa tersebut.

__ADS_1


__ADS_2