Petualangan Cinta Honey Dan Abhizar

Petualangan Cinta Honey Dan Abhizar
Pov Abhizar I


__ADS_3

Muhamad Abhizar Albiru yang artinya adalah muhamad yang menyebarkan kebaikan. Nama panggilannya adalah Abhi. Anak dari seorang kiyai terpandang yang terkenal akan kedermawanan dan kebaikannya. Abhizar adalah seorang pemuda lulusan perkuliahan di Universitas ternama di London yakni di City universitas london. Disana ia sudah lulus menjadi sarjana pada usia 23 tahun. Sudah menjadi rahasia umum jika mahasiswa jebolan disana akan menjadi pengusaha/ pekerja yang sukses.


sebelumya dia pun sempat mengecam pendidikan di kairo selama hanya 2 tahun saja.Karena itu pak Kiyai mempercayakan perusahaan kepada anaknya Abhi pada usia nya kini yang sudan menginjak 27 tahun


Abhizar sangatlah mahir dalam mencari peluang di dalam dunia bisnis dan pasar international. Pada awalnya perusahaan yang di pimpin oleh pak Kiyai tidak sebagus ayahnya pak kiayi. Sempat merosot turun perusahaan yang di kelola pak Kiyai, alih-alih hanya mencoba. Kini perusahaan pak kiyai di kelola oleh Abhi menjadi pabrik textil lokal yang berbahan dan kualitas yang tidak kalah dengan internasional, tak heran hanya dalam waktu 1 tahun saja Abhi mampu membangun beberapa cabang di indonesia. Bukan hanya itu, Abhi pun membangun salah satu pabrik minyak dan memperluas kebun kelapa sawit bersama dengan kualitas international tapi harga lokal.Dan terakhir Abhi juga mempunyai kebun tebu yang luas beserta pabrik pengolahannya.


Abhi adalah anak yang cerdas dan kreatif, dia juga ulet dan tekun serius dalam mengerjakan sesuatu hal. Tak heran jika ia memang selalu sibuk, dia bukan kebanyakan dari anak-anak tokoh agama lainnya. Abhi sering berpetualang, berbisnis,memperluas relasi tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai hamba yang harus taat.


Ibu Abhi meninggal dunia saat melahirkannya karena kehilangan darah darah ibu Abhi saat itu tidak ada karena langka. Abhi di besarkan oleh neneknya, bapak Abhi yakni pak kiyai tidak menikah lagi. Dia sibuk dengan mengelola pesantren dan yayasan-yayasan yatim piatu, bapak Abhi lebih tepatnya Kiyai dibantu oleh sepupunya Abhi dalam mengelola pesantren, tak jarang sepupu Abhi juga sering membantu Abhi dalam hal bisnis jika di rasa Abhi sedang tidak bisa.


"Bhi," panggil nenek.


"Ya nek,"


"Coba tolong masukkan benangnya ke dalam jarum," sambil sesekali mencoba memasukkan benang ke dalam lubang jarum jait.


"Sini biar Abhi saja yang urus," Akupun mengambil benang dan jarum lalu memasukkannya lalu memberikannya kembali pada nenek saat sudah terpasang benangnya.


"Tunggu dulu mau kemana, ini loh benang warna hitam,merah dan warna biru juga tolong masukkan,ya " nenek pun sambil memeberikan benang yang nenek sebutkn tadi. Aku pun memasukan satu persatu si benang ke dalam jarumnya.

__ADS_1


"Bhi," tanya nenek lagi kepada ku yang sedang fokus memasang benang.


"Hmm," jawab ku.


"Kamu itu sudah dewasa, sudah mapan juga, kurangmu cuman satu. Kamu belum bisa kasih nenek cicit," nenek pun terhenti melihat reaksi cucunya itu. Tapi tak ada reaksi, aku masih serius memasukkan benang demi benang ke dalam lubang jarum.


"Nenek itu udah sangat tua udah sakit-sakitan, tinggal nunggu kapan di panggil sama yang maha kuasa. Tapi sebelum itu, nenek ingin bisa memangku cicit semata wayang nenek.


"Nek," aku tersenyum sambil membereskan semua benang yang sudah masuk ke dalam jarum lalu di lingkarkan ke dalam gulungan benang dan di tancapkannya diantara gulungan - gulungan benang tadi supaya mempermudah nenek saat akan menggunakannya. Tangan ku memegang tangan nenek.


"Nenek itu masih sehat, Abhi masih ingin belajar juga nek." jawab ku singkat.


"Nek, Abhi sedang belajar bisnis dulu. Belum sempat Abhi nyari calon buat kasih nenek cicit,


"Main lah dit ke cirebon, siapa tahu kamu dapat jodoh disana. Timpal pak kiyai dari dapur mengambil kopi yang sudah di seduhkan oleh asisten rumah tangga.


"Abhi gak ada waktu pak kesana. Disini saja masih banyak yang harus di bereskan," jawabku.


"Kalau begitu nanti kamu ikut bapak datang kerumah teman bapak,ya. Bapak kebetulan di undang temen di acara maulid nabi untuk bercerah disana,"tawar bapak kepadaku

__ADS_1


"Iya ikut saja sana sama bapakmu," Nenek menyarankan.


"Kemana,pak?" tanya ku.


"Ke kampung tapi tidak terlalu kampung tempatnya, jalannya pun bagus. Nanti kamu nginep dirumah teman pesantren bapak dulu,ya." jelas bapak.


"Iya,Bhi. Ikut bapakmu, kali saja kamu dapat jodoh disana. Nenek gak muluk-muluk, yang penting anaknya mau di urus dan menghormati kamu Bhi," Nenekpun kembali memegang tangan ku seolah menohon.


"Iya, Abhi anter bapak sekalian cari jodoh di sana, tapi kalau dapatnya janda nenek harus mau ya, hehehe." rayuku.


"Huss, jangan ngomong begitu nanti jadi nyata. Inget setiap ucapan itu adalah do'a. Masa nanti cucu kesayangan nenek nikah sama janda, ya jangan juga Bhi. Nenek maunya jodoh Abhi sama anak muda yang polos, bisa bikin cucu nenek ini ketawa terus, bahagia terus. Masalah soleha nggak nya itu soal belakangan."


"Loh, ibu ini gimana to, omongan adalah do'a. Dimana-mana orang tua tuh ingin dapat jodoh yang soleh dan soleha. Ini malah di belakangkan kesolehannya, malah inginnya yang bikin bahagia dulu baru soleha.Kalau sudah soleha ya sudah pasti bisa bikin anak kita ini bahagia kan. Gimana to bu,? Pak kiyai menanggapi.


"Ya pokoknya baik, soleha bisa bikin Abhi bahagia. Nanti kalau sudah dapat kenalin ke nenek yah. Kata nenek sambil mengusap-usap rambut Abhi yang lurus tebal.


"Iya doakan saja," aku pun tersenyum mempermudah dengan menjawabnya agar pembicaraan itu selesai sampai disini.


"Ini ada cincin nenek, kalau Abhi mendapatkan jodoh disana berikan cincin ini kepadanya. Sepertinya akan muat di jari tengahnya," kata nenek seolah sudah tahu ukuran jodohku nanti.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2