
"Dia tak ku anggap sebagai boneka...!!" bayangan ketika Andi mengatakan itu masih saja terngiang di otak Abhi.
Ia takut jika Honey juga akan seperti Aisyah jatuh ke pelukan Andi.
*flashback*
"Aku tidak akan berhenti sebelum rasa sakit hati ibuku terbalaskan," ucap Andi dengan penuh kebencian menatap paman mudanya Abhi.
"Sampai kapan, kau tega mempermainkan hati Aisyah yang sudah jatuh ke perangkapmu, menggunakan kelemahan wanita iblis apa yang sedang merasukimu," pekik Abhi.
"Iblis, hahahaha...Jika bukan karena kakek yang membagikan warisan dengan adil, ibuku tidak akan pernah sakit hati, ayahku tidak akan terkena HIV keluargaku tidak akan pernah hancur...!"
"Aku tidak akan berhenti sebelum kau tumbang...!"
"Kau yang selalu di elu-elukan oleh keluarga si paling soleh, si paling pintar dan si paling segalanya. Aku muak dengan kata-kata yang mereka tujukan kepadamu...!"
"Andi, kau ini anak baik. Jangan berbuat hal yang tidak benar,"
"Tidak benar katamu, jadi ke tidak adilan kakek pun kau anggap benar. Kau bahkan tidak punya ibu bagaimna bisa kau bisa merasakan apa yang ibuku dan aku rasakan."
Abhi terdiam, wajahnya yang memelas dan kecewa kepada Andi kini berubah menjadi tegas dengan sorotan mata yang tajam.
"Baiklah, jika memang kau ingin membalas dendamkan rasa sakit hati ibumu lakukanlah. Ketahuilah hak waris anak laki2 dan perempuan sangatlah berbeda kau tahu itu. Lakukan lah sesuka hatimu, aku akan menunggumu sampai kau bisa mengalahkanku..." Ucap Abhi dengan penuh keyakinan.
Kini mereka yang saling berhadapan dengan tatapan tajam mereka memancarkan aura kebencian dari keduanya.
Aisyah yang menjadi sedikit stress memiliki gangguan emotional yang tidak stabil membuatnya harus bercerai dengan pengusaha itu, mungkin karena Aisyah sudah ketahuan kalau ia bukan perawan lagi.
Sebenarnya di jaman sekarang mungkin hal ini dianggap sepele perawan atau tidaknya tidaklah jadi masalah. Tapi, keadaan Aisyah yang berada di pondok dari kecil membuat orang berfikir tentu ia adalah wanita baik-baik yang dapat menjaga kehormatannya degan baik.
__ADS_1
Ketika Aisyah di tanya oleh Abhi kenapa ia dengan Andi. Alasan Aisyah adalah karena dia tidak bisa mendapatkan Abhizar bahkan menyentuhnya saja tidak berani dan bahkan Abhi tidak pernah sekalipun bersentuhan dengan nya baik secara sengaja dan tidak sengaja.
"Alasanku adalah kau Abhi, kau bahkan tidak pernah menyentuhku dan aku tidak mampu menyentuhmu. Karena itu aku mendapatkan semuanya dari Andi keponakanmu yang berwajah tampan sepertimu, pesona nya yang tak kalah denganmu uang membuatnya bebeda adalah kau yang dingin sedangkan Andi yang begirmtu hangat dan perhatian kepada wanita.
*back ke hari ini
"Apa yang harus aku lakukan. Honey...aku takut ia merebutmu," Abhizar menggenggam tangan istrinya di peraduan ketika Honey sudah terlelap berpetualang di alam mimpinya. Sedangkan Abhi sedang memikirkan cara agar Andi tak menyakiti istrinya itu.
Malam pun semakin larut Aisyah yang sudah kembali ke pondok dan Andi yang sedang nongkrong menenangkan hatinya yang panas.
"Aku tidak akan membiarkanmu merebutnya dariku, selangkah kau menyakiti ya aku tidak akan memaafkanmu. Ini bukan tentang keponakan dan paman, ini tentang harga diri seorang laki-laki," tetiba kata-kata yang di tujukan Abhi saat di bawah apartemen Abhi terlintas dalam bayangan Andi.
"Padahal aku hanya ingin tahu keadaan Honey," ucap Andi.
*Pagi
Abhi yang masih tertidur di kursi sembari merebahkan kepalanya di sisi perut Honey tak sadar kalau istrinya itu sudah terbangun. Honey sedikit kaget saat suaminya tidur disana tapi ia kembali merebahkan tubuhnya karena takut membuat suaminya terbangun. Honey memperhatikan wajah Abhi dan membenarkan rambut suaminya yang berantakan itu.
Drrr...drrr... Abhi terbangun karena getaran ponselnya membuat Honey sedikit terperanjat kaget.
"Hmmm...kamu sudah bangun?" tanya Abhi dengan wajah yang masih setengah sadar kemudian Honey mengangguk dan Abhi mengangkat telpknnya.
"Assalamu'alaikum, oh ya baik. Mungkin nanti malam kita ketemu di restoran xxx. Baiklah," Abhi menutup telponnya.
"Dari siapa, mas?" tanya Honey.
"Mr. Jorge ingin bertemu untuk men dealkan tender dari kesepakatan kita,"
"Aku belum siap, bagaimana ini?"
__ADS_1
"Kamu istirahat saja disini, aku perlu mampersiapkan semuanya di kantor."
"Tapi, mas belum sarapan." setelah di lihatnya suaminya sudah berkemas dan membersihkan badannya dari kamar mandi.
"Nanti sarapan di kantor saja," Abhi menyimpulkan senyum manis untuk istrinya itu sambil memeluk tubuh mungil Honey.
"Maafkan mas,yah. Mas tidak akan pernah menyia-nyiakanmu lagi," Honey yang masih bingung kemudian memeluk suaminya itu dengan nyaman memejamkan matanya.
Abhi menatao istrinya dengan penuh arti kemudian mengecup jidat paripurnah honey yang kemudian turun ke pipi kemudian mengulum bibir Honey dengan lembut kemudian perlahan menjadi sedikit liar lidah mereka bermain hingga kini tubuh Honey bergeser ke belakang. Suara nafas Abhi yang kian membara membuat suasana semakin panas, Honey yang sudah lihay menurunkan tangannya ke suatu senjata pamungkas tumpul milik Abhi yang kini kian mengeras.Buru-buru Abhi menahan tangan Honey dengan lembut membelokkannya ke dada bidang Honey agar Honey mau meremasnya.
"Jangan aku sudah mandi," Abhi tersenyum. Tapi Honey dengan wajah merajuknya melunakkan hati Abhi hingga kini Abhi mulai membuka kancing demi kancing baju kemejanya dan mengarahkan kembali tangan Honey agar mau sedikit mengocok milik Abhi.
Suasana di pagi menuju siang antara Honey dan Abhi semakin memanas, sesaat Abhi melupakan tentang masalah kekantor. Yang ada di otak Abhi sekarang adalah memuaskan nafsu birahi yang sudah tersimpan selama beberapa hari ini karena pertengkaran kecil.
Honey sudah mulai lihai dengan tangannya memainkan senjata tumpul milik Abhi hingga kini Abhi meringis nikmat .
"Ah...Hmmm...Han...Hmm..." Abhi yang tak mau kalah mulai membuka seluruh bra Honey hingga tersembul dua buah dada putih mulus dan besar itu, Abhi meremasnya kemudian menghisap ****** Honey membuat istrinya terperanjat menahan rasa nikmatnya.
"Uhh, ahhhh,hmmmmm...mas..."
"Hmm....?" balas Abhi yang masih dengan asyik mengulum ****** pink milik Honey. Kini tangan Abhi dengan cekatan mulai menembus dalaman CD yang masih menempal di tempat empunya nya. Ia mulai memainkan jari jemarinya di dalam CD itu semakin membuat Honey tak bisa mengontrol dirinya. Jari Honey mulai meremas pungguna suaminya.
"Ha ..aahh... mas ...mas aku mau keluar, mas.....Aaaahhh....ah....aahhh..." dan j spot Honey sudah berkedut Honey meregang nikmat dan menjerit.
"Keluar?" bisik Abhi. Honey mengangguk, teroancar wajah kemenangan pada Abhi karena sebelum di masuki istrinya sudah merasakan puncak kenikmatannya.Kini mulai Abhi yang ancang-ancang kepada Honey agar dapat menembus hutan rimba yang sudah gundul itu.Abhi meulai menikmati alurnya hingga sampai pada puncaknya Abhipun mengeluarkan lahar panasnya di dalam.
Kini mereka saling berciuman melepas rindu melepas rasa puas, melepas rasa bahagia...
"I love you, istriku Honey..." Abhi mengecup kening Honey.
__ADS_1
"Aku juga..."